Kades dari Sergai Wakili Indonesia pada Forum Kerjasama Kepala Desa se-ASEAN

Sei Rampah, Praktek Tata Kelola Pemerintahan yang baik sangat menunjang pembangunan suatu daerah, baik itu desa maupun daerah yang lebih luas lagi. Demikian halnya yang telah dilakukan oleh Dewi Yanthi Purba yang saat ini menjabat Kepala Desa Buluh Duri Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Karena dianggap memajukan daerah melalui tata kelola pemerintahan desa berbasis wisata alam, Dewi Yanthi ditunjuk mewakili Indonesia memenuhi undangan Pemerintah China untuk mengikuti kegiatan Village Leader Exchange Program Tahun 2018 bertempat di Yunan, China pada tanggal 4-10 Maret 2018 nanti.

Hal tersebut sesuai surat Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : B.235/D.VII/MDK.01.00/II/2018 Tanggal 20 Februari 2018 tentang Penunjukan Delegasi Indonesia untuk Village Leader Exchange Program di China yang ditujukan kepada Bupati Sergai.

Pada surat tersebut disampaikan bahwa Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan selaku Focal Point Senior Official Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (SOMRDPE) yang diundang oleh International Poverty Reduction Center in China (IPRCC), selain Kades Buluh Duri, juga menugaskan Kades Mallari Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan untuk hadir sebagai delegasi Indonesia pada kegiatan forum saling berbagi pengalaman dari Kepala Desa antar negara anggota ASEAN dalam membangun daerahnya. Kegiatan tersebut juga nantinya akan diikuti oleh Kepala Desa dari China, Jepang dan Korea Selatan.

Dari keterangan melalui komunikasi whatsapp, Kades Buluh Duri Dewi Yanthi Purba merasa bangga atas penunjukan mewakili Indonesia dalam ajang besar tersebut, serta berterima kasih kepada Pemkab Sergai terutama Bupati dan Wabup yang selalu memberikan motivasi dan tuntunan melaksanakan tugas bagi para Kepala Desa. Diceritakannya bahwa terobosan tata kelola pemerintahan desa dimulainya sejak tahun 2010 silam. Dengan dilatar belakangi tingginya tingkat pengangguran, Dewi Yanthi bersama masyarakat bangkit dengan mengelola potensi wisata arung jeram yang ternyata cukup berhasil menekan tingkat pengangguran serta meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

“Sekarang sudah tidak ada lagi pengangguran di desa kami, malah ibu-ibu dan anak sekolah diluar jam sekolah atau hari libur mendapatkan tambahan penghasilan yang cukup lumayan dengan menjadi skipper/guide perahu bagi wisatawan yang melakukan olahraga arung jeram. Untuk orang-orang tua mendapatkan berkah dalam hal penyediaan makanan bagi para wisatawan yang hadir ke desa Buluh Duri ini”, ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut diatas, Bupati Sergai Ir. H. Soekirman saat menyampaikannya kepada reporter mediacenter Serdang Bedagai dikediamannya di Perbaungan, Rabu (22/2), menyambut baik dan apresiasi atas penugasan Kepala Desa Buluh Duri sebagai Delegasi Indonesia pada ajang pertemuan berbagi pengalaman antara Kades negara-negara ASEAN dan sekitarnya. “Hal ini menjadi suatu kebanggaan kita bahwa dari 74.053 Desa di Indonesia, Kades dari Sergai ditunjuk sebagai perwakilan Indonesia untuk dipertemukan dengan Kades negara-negara ASEAN dan bahkan juga dari China, Jepang dan Korsel karena dinilai terbaik dalam tata kelola pemerintahan desa”, ungkap Bupati.

Soekirman berharap sekembalinya dari kegiatan di China tersebut, Kades Buluh Duri dapat menyebarluaskan ilmu dan pengalaman yang didapat selama di Yunnan, China kepada para Kades lain yang ada di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini. MC Sergai/vivi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *