Bupati Soekirman Buka Pembinaan Amil Zakat se-Sergai Tahun 2018

SERAHKAN BANTUAN : Bupati Sergai Ir. H. Soekirman didampingi Ketua DPRD H. Syahlan Siregar, ST, Wakapolres Kompol Edi Bona Sinaga, Ketua MUI H. Lukman Yahya dan  Ketua BAZNAS Drs. H. Hasful Huznain, SH menyerahkan bantuan pinjaman modal usaha bergulir UMKM Binaan BAZNAS kepada perwakilan penerima disela-sela acara Pembinaan Amil Zakat se-Kabupaten Sergai bertempat di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah, Senin (15/4).

Sei Rampah, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pembinaan Amil Zakat se-Sergai bertempat di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah, Senin (14/5). Hadir dalam kegiatan Ketua DPRD H. Syahlan Siregar, ST Wabup Darma Wijaya, Wakapolres Sergai Kompol Edi Bona Sinaga, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) H. Lukman Yahya, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Drs. H. Hasful Huznain, SH, Kabag Kesra Sudarno, S.Sos, perwakilan OPD, Pengurus MUI dan BAZNAS Kecamatan se-Sergai serta para undangan.

Dalam sambutanya sekaligus membuka acara Bupati Sergai Ir. H. Soekirman menyambut gembira atas prakarsa MUI dan BAZNAS untuk acara hari ini. Ucapan terima kasih juga atas komitmen BAZNAS mengelola zakat dengan baik dan lebih teratur sesuai program kerjanya untuk terus ditingkatkan. Dengan didampingi Wabup Darma Wijaya, Bupati Soekirman mengutarakan bahwa pemerintah daerah dengan kapasitas yang ada dalam menjalankan fungsi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan diharapkan dapat melayani masyarakatnya dengan sebaik mungkin.

Selanjutnya didalam Islam lanjut Bupati, zakat merupakan salah satu ketetapan Tuhan yang menyangkut harta, bahkan shadaqah dan infaq pun demikian. Karena Allah menjadikan harta benda sebagai sarana kehidupan untuk umat manusia seluruhnya, maka ia harus diarahkan guna kepentingan bersama, kata Bupati. Perlu disadari angka kemiskinan di Sergai 9%, sekitar 54 ribu yang terdata dari seluruh masyarakat beragam agama, dan untuk data tersebut terdapat 30 ribu umat Muslim atau 5%.

Hari ini mari berbuat untuk duniamu, angka kemiskinan umat Islam yang 5% tersebut hendaknya mari bersama-sama membangun tekad untuk menguranginya bahkan jika memungkinkan untuk dihapus.

Bupati merasa berkepentingan untuk ikut serta mengurangi angka kemiskinan karena para kaum dhuafa tersebut menjadi tanggung jawab semua masyarakat daerah tersebut termasuk pemimpinnya. Untuk itu kita semua harus meningkatkan kesadaran untuk saling peduli sesama agar tidak ada lagi kaum dhuafa yang ada disekitar kita dengan mengeluarkan zakat sesuai dengan ketentuan yang ada, pungkas Bupati Soekirman.

Sedangkan Ketua DPRD H. Syahlan Siregar, ST menyambut baik kegiatan ini dan siap bekerjasama terutama yang berkaitan dengan program sosial kemasyarakatan. Saat ini para petugas Amil zakat diamanahkan agar zakat ini dapat terealisasi dengan baik di tengah-tengah masyarakat yang berhak mendapatkannya. Selain itu guna memberikan kesadaran kepada pengusaha maupun individu terkait minimnya pengetahuan atas harta yang wajib dikeluarkan zakatnya.

Sementara Ketua MUI H. Luckman Yahya menyampaikan pelatihan bimbingan ini dilaksanakan karena selama ini zakat tidak berjalan dengan baik karena faham-faham dari luar yang mengakibatkan pemahaman zakat itu tidak wajib. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa dan kapan harta yang dimiliki harus dikeluarkan zakatnya. Selayaknya hasil BAZNAS ini disalurkan melalui bidang pendidikan, karena jika pada bidang pendidikan ini telah ditangani dengan baik, maka masalah kemiskinan akan dapat ditanggulangi. MUI mengapresiasi dan mengucapkan terima atas kehadiran pada undangan sekalian sebagai bentuk komitmen para Amil Zakat memberikan pelayanan terbaik bagi umat.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan ilmu kepada pengurus BAZNAS mengingat potensi zakat kita sangat besar, agar dapat digali dengan maksimal untuk dimanfaatkan dengan baik. BAZNAS dan MUI berkomitmen untuk membantu anak usia sekolah terutama yang yatim, piatu maupun dari keluarga tidak mampu agar tidak mengalami putus sekolah. Hal ini tentunya butuh bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah, jelas Ibrahim. MC Sergai/vivi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *