Bupati Sergai Terima Audensi HKTI Provsu

Bupati Soekirman : Sergai Butuh Organisasi Yang Dapat Membela Para Petani

Sei Rampah, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman didampingi Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharrudin dan Kadis Pertanian Radianto Panjis, SP, MMA menerima audensi dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumut Syafrizal beserta jajaran di Rumah Dinas Bupati Komplek kantor Bupati di Sei Rampah, Senin (3/9).

Saat menerima audensi tersebut, Bupati Soekirman menyinggung persoalan kepengurusan HKTI pusat yang dualisme. Hal ini tentu akan membingungkan masyarakat dalam menerima program-program dari HKTI agar teraplikasi hingga ke daerah-daerah. Di Indonesia saat ini dalam posisi memerlukan organisasi yang dapat membela petani di antaranya pembelaan dalam hal legalitas dan sarana/prasarana agar apa yang menjadi tujuan dari para petani dapat tercapai dengan maksimal, kata Bupati.

Disampaikan Bupati bahwa sejak adanya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat dapat menyebabkan berkurangnya luas lahan pertanian seperti pembangunan  jalan tol yang menelan lahan pertanian. Dengan demikian perlunya perhatian kita persama dalam menangkal penyempitan lahan pertanian di Sergai, ujarnya.

Oleh karenanya dalam menyikapi hal ini, Pemkab Sergai telah menerbitkan Perbup Nomor 26 Tahun 2016 tentang Gerakan Sawah Mandiri (GSM) yang dinyakini dapat membantu meningkatkan areal sawah di Kabupaten Sergai.

Dilain hal lanjut Soekirman, bahwa kini telah masuk mekanisasi mesin atau pengolahan lahan pertanian yang tak lagi membutuhkan banyak  tenaga kerja,  semua itu menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun kini masyarakat mulai menerima perkembangan teknnologi yang berkembang cukup pesat tersebut, sebab jika sebuah bangsa ingin maju hendaklah mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

Mengingat perkembangan pertanian kini mulai pesat kami selaku pemerintah daerah  sangatlah  membutuhkan organisasi maupun yang membela petani seperti HKTI. Hal ini dikarenakan kemajuan petani tak terlepas dari kelembagaan yang bagus dan penyuluh Pertanian yang handal.

Berbicara tentang pertanian tentu tak terlepas dari peran penyuluh yang juga turut membantu peningkatan produktivitas di bidang pertanian. Sudah 12 tahun penyuluh yang ada di Sergai mengabdi namun hingga kini belum juga diangkat menjadi ASN.

Oleh karenanya saya berusaha untuk memperjuangkan hingga ke Presiden agar para penyuluh segera diangkat menjadi ASN, dan saya berharap kepada organisasi HKTI untuk dapat bersama-sama membantu dan memperjuangkan nasib dari para penyuluh, harap Bupati.

Selain itu juga  pemerintah telah mendirikan seribu dasa pangan dan kini menjadi seribu desa organik namun saya melihat sedikit sekali kelompok organik yang terbentuk dari capaian target.  “Mudah-mudahan dengan adanya program nyata ini dapat membawa perubahan bagi masyarakat terkhusus petani, “, pungkas Bupati.

Sedangkan Ketua HKTI Syafrizal menyampaikan terkait persoalan kelembagaan yang dualisme. Disini kami sangat membutuhkan orang-orang yang mau bekerjasama membela para petani. Untuk program ini kami tidak meminta bantuan ke pemerintah,  kami telah melakukan di daerah-daerah lain  dan mendapatkan respon positif oleh petani dan pemerintahan desa.

“Kami akan atasi persoalan-persoalan petani mulai dari tanam hingga penan, dengan memberikan modal kepada petani dan petani dapat mengembalikan setelah panen tidak dengan bunga. Sebelum adanya olah tanah maka kami adakan kontrak dengan petani berapa harga tertinggi yang dapat disepakati sebab masalah yang paling klasik dari petani yaitu harga gabah di pasaran,” ungkap Syafrizal.

Kami akan sosialisasi hingga ke tingkat kecamatan dengan mengumpulkan masyarakat khususnya para petani dan penyuluh serta pihak desa, ujarnya. MCSergai/ind

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *