Pemkab Sergai Gelar Rakor Pemerintahan dan Pembangunan Bulan September 2018

Sei Rampah, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) secara rutin menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan dan Pembangunan disetiap awal bulan. Di awal bulan ini Rakor digelar pada Senin (3/9) bertempat di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah. Hadir dalam rapat tersebut Sekdakab Drs. Hadi Winarno, MM, Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin, Asisten Administrasi Umum H. Karno, SH, MAP, Narasumber Kepala BPS Sergai Enny Nuryani Nasution, Kepala OPD serta Camat se-Sergai.

Sekdakab Drs. Hadi Winarno, MM saat menyampaikan kata pengantar  dan sambutanya mengatakan bahwa posisi kita saat ini memasuki bulan September, efektif hanya tinggal 4 bulan lagi. Dari sisi pendapatan APBD Kabupaten Sergai sampai Agustus masih dibawah target. APBD dalam perubahan (P-APBD) mencapai tahap pengantar. Oleh karenanya, diminta kepada OPD untuk meningkatkan pendapatan terutama PAD. Dari sisi program diminta untuk dilaksanakan sesegera mungkin namun perlu kehati-hatian dalam pengelolaannya. Disampaikan juga bahwa Indikator Makro Ekonomi Kabupaten Sergai sebagai basis pertanian ekonomi kurang begitu menggembirakan.

Diutarakan Hadi Winarno, untuk posisi 2018 ini tren pertumbuhan IPM kategori tinggi masih sulit dicapai yang saat ini masih berkutat pada angka 69,19 namun ditargetkan pada 2019 akan dicapai IPM diatas 70 sehingga dapat menempati posisi IPM kategori tinggi. Tentang angka harapan hidup, pendidikan dan penyesuaian pengeluaran perkapita yang menjadi faktor peningkatan IPM, akan ditindaklanjuti bagaimana caranya agar semua dapat dilaksanakan pada tahun 2019, katanya.

Saya berharap paparan yang disampaikan narasumber menjadi masukan bagi Pemkab Sergai dan telah disiapkan langkah-langkah antisipasi dan tindak lanjut agar semuanya tetap on the track atau sesuai kondisi yang semestinya, ujarnya. Mengingat daerah yang telah masuk kategori IPM tinggi kebanyakan adalah daerah yang berstatus kota. Yang menarik adanya Labusel dan Labuhan Batu Utara yang memiliki IPM kategori tinggi, sementara ada beberapa kabupaten induk yang justru malah masih dalam posisi sedang, belum kategori tinggi. Untuk itu hendaknya daerah yang memiliki IPM tinggi tersebut menjadi referensi kita dalam hal peningkatan IPM.

Sedangkan langkah-langkah yang disarankan BPS guna memenuhi komponen IPM daerah tersebut akan menjadi patokan pemerintah daerah dalam menjalankan dan melaksanakan program kerja OPD terkait yang menyentuh langsung kepada masyarakat. Mengakhiri sambutannya Sekda menyampaikan perintah Bupati kepada Kepala OPD dan para Camat agar semakin peka dan responsif tentang masyarakat miskin, sakit ataupun kurang gizi, anak putus sekolah harus mendapat perhatian khusus.

“Memasuki tahun politik ini guna menjaga nama baik kinerja pemerintah, agar jangan ada lagi keterlambatan dan ketertinggalan informasi dibandingkan penyampaian melalui media massa tentang keberadaan masyarakat miskin, kurang gizi dan putus sekolah. Langsung tindaklanjuti dengan semaksimalnya mungkin,” tandasnya. Sedangkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sergai Enny Nuryani Nasution dalam paparannya menyampaikan Indikator Makro Kabupaten Sergai yang antara lain Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tiga tahun terakhir masih diatas Sumut, persentase penduduk miskin dibawah Sumut, tingkat ketimpangan pendapatan tergolong rendah, serta IPM Sergai dibawah Sumut, namun berdasarkan data IPM Sergai berada pada posisi 23 dari 33 Kabupaten/Kota di Sumut.

Sementara pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sergai pada 2015-2017 yang telah mendekati angka pencapaian Provsu. Hal tersebut karena kita bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi saja, namun juga pertumbuhan yang berkualitas.  Disarankan ada baiknya lebih diperhatikan sektor pertanian dan industri karena dapat menyerap tenaga kerja yang banyak dan menekan angka pengangguran. Kemudian untuk strategi percepatan pertumbuhan makro ekonomi dapat disampaikan antara lain mendorong pertumbuhan lapangan usaha, pertanian, kehutanan, dan perikanan, industri pengolahan makanan dan minuman serta perdagangan besar dan eceran, paparnya.

“ Yang perlu dimaknai adalah IPM Sergai masih masuk pada kelompok sedang bersama 15 kabupaten/kota lainnya, belum pada kelompok tinggi,” ujar Enny. Untuk itu, lanjut Kepala BPS guna meningkatkan IPM harus diambil langkah-langkah guna memenuhi komponen IPM antara lain peningkatan angka harapan hidup saat lahir dan kesehatan, peningkatan sektor pendidikan, penyesuaian pengeluaran perkapita serta penataan lingkungan agar kita hidup bersih dan sehat guna hidup layak dan menjadikan perekonomian yang berkualitas. Sedangkan data masyarakat miskin jarang dipergunakan guna melaksanakan program kerja. Oleh karenanya diminta kepada Camat agar jangan sampai ada lagi media yang lebih mengetahui dari pada Camat tentang masyarakat miskin, sakit ataupun kurang gizi dan anak putus sekolah juga harus mendapat perhatian khusus, pinta Kepala BPS Sergai. MC Sergai/vivi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *