Bupati Sergai Ir H Soekirman : Permasalahan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Sei Rampah,Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Sokeirman menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas dipilihnya Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat dalam hal pelaksanaan kegiatan oleh Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) dalam rangka ucapan terimakasih kepada alam. Permasalahan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun juga masyarakat dan lembaga peduli lingkungan seperti yang dilakukan MNSBDI ini.Ungkapan tersebut disampaikan Bupati Soekirman saat menerima audensi MNSBDI bertempat di ruang audensi Bupati Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Kamis (20/9).

Turut hadir Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Drs. Ramadhan, SH, Kabag Kesra Sudarno, S.Sos, M.Si, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Dedy Iskandar, SP, M.Si, Ketua MNSBDI Suarni Sentoso, SH didampingi Ketua Gerakan Peduli Sekitar Kita (GPSK) Buyung Hadi, Tim Pemerhati Lingkungan Charloq (Loce) dari FP USU, serta juru bicara Budi, SE.

Lebih lanjut disampaikan Bupati bahwa pemerintah daerah akan berusaha mensukseskan acara tersebut dengan maksimal mungkin. Harapannya dapat memotivasi pihak lain baik pribadi, perusahaan maupun kelompok agar mau melakukan hal yang sama, mengingat penurunan jumlah hutan mangrove di Sergai saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

“ Tentang pemilihan tanaman, saya mengusulkan nantinya juga ditanam waru dan trembesi. Sehubungan dengan sifat dan bentuk wilayah pantai yang memiliki kandungan garam berbeda, maka disarankan nantinya tanaman tersebut dilindungi dengan cara tertentu agar dapat bertahan hidup,” ujarnya.

 Selain itu lanjut Bupati didaerah muara biasanya lebih cepat tumbuh tanaman dengan cara alam melindungi diri dan bertahan dengan sedemikian rupa. Sedangkan untuk  pohon yang ditanam para pejabat tersebut tetap melekat identitasnya hingga selama mungkin, guna menjadi motivasi bagi kita untuk menjaganya. Hal ini akan sangat strategis dan dapat menjadi penarik wisatawan untuk hadir ke lokasi tersebut, tukas Bupati.

Diakhir sambutannya Bupati berharap kebersamaan dan kepedulian ini tidak berhenti dan justru semakin tumbuh subur serta menjadi sebuah gerakan besar yang berkesinambungan. “Intinya kami menyambut baik dan menyatakan kesiapan untuk pelaksanaan kegiatan ini, nantinya 8.000 pohon yang akan ditanam tersebut dapat memperkaya keanekaragaman hayati yang ada di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini”, pungkas Bupati.

Sebelumnya Juru bicara MNSBDI Sumut Budi SE menyampaikan rasa bersyukur dan kehormatan dapat diterima pada audiensi hari ini. Kunjungan ini bertujuan menjalin silaturahmi serta mohon arahan dan bimbingan terkait rencana pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan dan peduli lingkungan yang menjadi bagian dari program Wahana Negara Raharja (WNR) yang tahun ini digelar di Sumut.

 Adapun kegiatan MNSBDI bertajuk “Program Bersatu Tanam Bakau Gerakan Peduli Sekitar Kita (GPSK)” tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2018 bertempat di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Sergai dan Deli Serdang. Kegiatan tersebut nantinya akan diisi dengan penanaman 8.000 pohon bakau di wilayah pantai Sergai dan 2.000 pohon di wilayah pantai Deli Serdang serta dirangkai dengan pelepasan 1.000 peserta GPSK oleh Gubsu bersama Bupati Sergai dan Deli Serdang, paparnya.

Khusus untuk Kabupaten Sergai, penanaman pohon akan dilaksanakan di Pantai Lubuk Saban Kecamatan Pantai Cermin. Pantai Lubuk Saban dianggap sangat cocok dan mendukung guna dilaksanakan penanaman 8.000 pohon, ketapang dan cemara dalam rangka mendukung program peduli lingkungan. Selain dianggap strategis mengingat keberagaman suku dan agama yang rukun dan damai, tingkat kepedulian masyarakat yang sangat tinggi akan menjaga kelestarian lingkungan sekitar serta pro aktif dalam memberdayakan masyarakatnya menjadi faktor pendukung lainnya.

Untuk keberlangsungan tanaman nantinya, setiap bulan akan dilakukan supervisi sehingga benar-benar tanaman tersebut dapat tumbuh dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, tutur Budi, SE.

Sama halnya dengan Juru bicara MNSBDI, Ketua GPSK Buyung Hadi  juga menyampaikan kegiatan program bersatu tanam bakau GPSK yang juga akan dihadiri 1.500 umat Buddha se-Indonesia ini bertujuan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, memelihara kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan terhadap meluasnya bahaya banjir, serta meningkatkan perekonomian masyarakat dan yang paling penting menciptakan dan memperluas lingkungan yang hijau, bersih dan sehat.

Selain itu kegiatan ini nantinya akan melibatkan berbagai unsur organisasi dan komunitas seperti GP Ansor, Pramuka, Muhammadiyah, GAMKI, Remaja Masjid, komunitas adat dan budaya, Mahasiswa dan unsur lainnya, katanya mengakhiri bincang-bincangnya.(mc/sergai/nrl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *