Sei Rampah,
Dalam upaya memperkuat sinergi dan efektivitas pelaksanaan inovasi, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) menggelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Inovasi Dan Penyusunan Rencana Induk Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Kegiatan ini berlangsung di Aula Bappedalitbang, Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (12/12/2024).
Rapat ini dibuka oleh Kepala Bappedalitbang Rusmiani Purba, SP, M.Si yang diwakili oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappedalitbang Irfan Ramdhani, SE, MSP, serta menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yaitu Damayanti Sarodja, SP, M.Sc, Ph.D., dan Dedy Rolando Limbong, S.Sos., yang memberikan materi secara daring melalui Zoom Meeting.
Dalam sambutannya, Irfan Ramdhani menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan inovasi di Kabupaten Sergai. Ia menyebutkan bahwa Pemkab Sergai meraih predikat inovatif dari Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2024, berkat berbagai terobosan inovasi yang dihasilkan.

“Apa yang diperoleh ini tidak boleh membuat kita berpuas diri, malah harus dijadikan motivasi bagi semua untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Meski demikian, Irfan juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut perlu disertai langkah strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian inovasi di masa mendatang. Beberapa strategi yang menjadi fokus antara lain penyusunan regulasi yang mendukung inovasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pengalokasian anggaran yang memadai, serta penyusunan rencana induk peta jalan inovasi dan pemajuan IPTEK.
Hasil rapat ini, harap Irfan, bisa menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sergai untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Ia juga menyampaikan harapan agar hasil rapat ini menjadi dasar untuk menyusun kebijakan yang lebih baik di tahun mendatang. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa inovasi yang kita lakukan berdampak positif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu kedua narasumber dari BRIN menyoroti pentingnya penyusunan peta jalan inovasi sebagai landasan strategis untuk menentukan arah dan tujuan pelaksanaan inovasi.

“Peta jalan ini menjadi panduan untuk menyelaraskan upaya inovasi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat,” ungkap Damayanti Sarodja dalam paparannya.
Damayanti juga menggarisbawahi perlunya memperluas cakupan inovasi yang tidak hanya berpusat pada lingkup pemerintahan, tetapi juga melibatkan peran aktif sektor swasta dan masyarakat. Ia menilai kolaborasi lintas sektor ini dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam pemanfaatan IPTEK untuk kesejahteraan masyarakat.
Senada dengan itu, Dedy Rolando Limbong menambahkan bahwa inovasi yang berhasil membutuhkan kerangka regulasi yang jelas serta komitmen dari berbagai pihak.
“Tanpa dukungan regulasi dan pengelolaan yang baik, inovasi sulit berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.
Rapat kali ini dihadiri oleh perwakilan OPD dan kecamatan di lingkungan Pemkab Sergai. (Media Center Sergai).
Teks/Reporter : Ardi
Editor : Rini Ry
Admin : Maya
