Serdang Bedagai,
Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera turut dirasakan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, ditambah jebolnya sejumlah tanggul sungai, menyebabkan volume air meningkat dan merendam permukiman di berbagai kecamatan.
Bupati Sergai H. Darma Wijaya didampingi Wabup Sergai H. Adlin Tambunan pada Sabtu (29/11/2025) turun langsung meninjau kondisi warga terdampak di Kecamatan Sei Rampah dan Tanjung Beringin. Dengan menggunakan motor trail, Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik ini menyusuri kawasan banjir didampingi Sekdakab Sergai Suwanto Nasution, S.Pd, MM, Plt. Kepala BPBD Sergai Kalak BPBD Sergai Abdul Rahman Purba, ST, MAP, Kadis Kesehatan dr. Yohnly Boelian Dachban, para Camat dan para awak media.


“Berdasarkan data BPBD Sergai, hingga saat ini tercatat 11 kecamatan terdampak banjir dengan total 14.533 kepala keluarga (KK). Rinciannya meliputi Kecamatan Sipispis 83 KK, Tebing Syahbandar 452 KK, Dolok Masihul 942 KK, Perbaungan 1.617 KK, Teluk Mengkudu 535 KK, Pantai Cermin 137 KK, Sei Rampah 2.107 KK, Tebing Tinggi 266 KK, Tanjung Beringin 5.330 KK, Bandar Khalifah 1.841 KK, dan Sei Bamban 1.223 KK. Jumlah tersebut masih dapat bertambah seiring pendataan lanjutan di lapangan,” terang Bang Wiwik di sela-sela tinjauannya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada pada saat musibah banjir sedang melanda. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Darma Wijaya saat berada di lokasi.


Ia menjelaskan, banjir yang meluas di Sergai tidak hanya dipicu intensitas hujan tinggi, tetapi juga akibat pecahnya tanggul di beberapa titik, yakni Tanggul Sungai Belutu, Sungai Sukadamai, serta tanggul di Sungai Senangkong. Kondisi tersebut membuat debit air meningkat signifikan dan memperluas wilayah genangan.
Sebagai langkah darurat, Pemkab Sergai pada hari yang sama menyalurkan 2.000 paket sembako kepada para camat untuk segera diteruskan ke desa-desa terdampak. “Sisanya akan kita salurkan pada hari Senin agar seluruh masyarakat yang terdampak bisa tersentuh bantuan. Pemerintah hadir dan akan terus memastikan kebutuhan warga terpenuhi,” kata Bupati.
Terakhir, Bang Wiwik menegaskan bahwa koordinasi lintas perangkat daerah terus dilakukan untuk mempercepat evakuasi, menyiapkan posko pengungsian, pelayanan kesehatan, serta memastikan akses logistik tetap berjalan.
”Kami mengajak masyarakat tetap mengikuti arahan petugas dan melaporkan setiap perkembangan di lapangan guna meminimalkan risiko,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wabup Sergai menegaskan bahwa pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan Dana Biaya Tidak Terduga (BTT) APBD 2025 untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada warga. la menyebut, bantuan tahap pertama disiapkan untuk 13.989 KK terdampak, sesuai data BPBD.
“Pemkab Sergai mengerahkan seluruh sumber daya agar bantuan bisa segera diterima masyarakat. Mekanismenya door to door, petugas langsung mendatangi rumah warga. Setiap KK akan menerima beras, mi instan, dan telur. Kita ingin memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat,” ujar Adlin Tambunan.
Berdasarkan data dari BPBD Serdang Bedagai, bantuan tahap I ini disalurkan bari 13.989 KK dengan jumlah beras 2.010 goni/10.050kg, mie instan 10.000 bungkus dan telur 10.050 butir. (Media Center Sergai).
Teks/Editor : Ardi/Rini Ry
Reporter: Jefri/Agus/Tim Media
Admin : Julia
