Sei Rampah,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai), melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) terus mendorong tumbuhnya budaya literasi sekaligus pelestarian budaya daerah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang digelar di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sergai, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juni 2026 tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pustakawan dan pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, ASN serta masyarakat umum.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sergai, Elinda Sitianur, melalui Kepala Bidang Perpustakaan Wiwin Herawati Lubis menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi penulis pemula sekaligus memperkaya konten literasi berbasis kearifan lokal.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah penulis kreatif di daerah yang dapat melestarikan serta mengembangkan konten literasi atau koleksi berbasis kearifan lokal, sekaligus menciptakan komunitas kepenulisan di daerah,” ujar Wiwin.
Menurutnya, kemampuan menulis memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Menulis tidak hanya sekadar merangkai kata, tetapi juga menjadi sarana komunikasi, dokumentasi, dan pengembangan peradaban.
“Kemampuan dan kesenangan menulis memiliki peran yang sangat mendasar. Menulis bukan hanya sekadar merangkai kata, melainkan alat komunikasi, dokumentasi, dan pengembangan peradaban,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa budaya lokal merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Berbagai kekayaan budaya seperti tradisi, sejarah daerah, kuliner khas, pariwisata, permainan tradisional hingga teknologi lokal dapat diangkat menjadi karya tulis yang bernilai.
“Budaya lokal adalah identitas daerah, warisan sekaligus cerminan jati diri yang harus terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi mendatang agar tidak hilang tergerus zaman,” ungkapnya.
Melalui bimtek ini, peserta didorong untuk menghasilkan karya tulis yang mengangkat kekayaan budaya Kabupaten Sergai sehingga dapat menjadi dokumentasi sekaligus media promosi budaya daerah, tutupnya.


Adapun materi yang diberikan meliputi pengantar budaya dan kearifan lokal atau tradisi lisan, teknik penulisan esai dan artikel ilmiah populer serta peningkatan kualitas naskah, hingga gaya selingkung dan proses penerbitan naskah.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas peserta, panitia menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi Pengantar Budaya dan Kearifan Lokal/Tradisi Lisan disampaikan oleh Ir. Tengku Achmad Syafei. Sementara materi Teknik Penulisan Esai, Artikel Ilmiah Populer dan Peningkatan Kualitas Naskah dibawakan oleh Iskandar Zulkarnain, S.Pd., M.Hum. Sedangkan materi Gaya Selingkung dan Proses Penerbitan Naskah disampaikan oleh Syaiful Bahri Lubis, S.S., M.A. (Media Center Sergai).
Teks : Rini Ry
Reporter : Nurul/Maya
Admin : Julia
