H. Soekirman : Sketsa Wajah Dari Sahabat Lama

Semarang, Usai melakukan perjalanan dinasnya dalam rangka menghadiri Pertemuan Nasional dan Dialog Integrasi di Kota Semarang Jawa Tengah, Bupati Sergai Ir. H. Soekirman menyempatkan diri untuk melakukan lawatan ke-kediaman sahabat lamanya Hartono yang merupakan seorang perupa. Saat sampai dikediamannya di Bongasari Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, Jum’at (3/8) siang, Bupati Soekirrman langsung disambut hangat dan penuh kebahagiaan oleh sahabatnya Hartono.

Sambil berbincang-bincang dengan sahabat lamanya, Ki Hartono (panggilan akrab Hartono) tangannya menari-nari dengan goresan pinsil cat diatas kertas putih untuk membuatkan sebuah sketsa sosok wajah Soekirman.

Pertemuan ini merupakan pertemuan nostalgia karena Ki Hartono merupakan sahabat lamanya. Hartono adalah seorang perupa patriotis dan berdedikasi tinggi dalam menghasilkan karya seni. Hartono sudah menghasilkan karya-karya seni melalui goresan kuasnya diatas kain kanpas maupun hasil limbah dijadikan karya seni yang indah. “Karya-karya seninya banyak mengandung makna tentang kehidupan, alam serta imajinasi,” terangnya.

Sanggar seni yang dikelola Hartono memiliki koleksi lukisan penuh karya seni, baik tokoh pewayang, tokoh politik maupun kehidupan rakyat Indonesia dari masa-kemasa. Bahkan karya seni lukisnya sudah diminati masyarakat dari berbagai lapisan, bahkan sampai kemancanegara. Akan tetapi hingga saat ini pemerintah Semarang melalui Dinas Parawisata belum sepenuhnya memberikan dukungan dalam mengembangan seorang perupa seperti Hartono.

“Saya harap sanggar yang dikelola Ki Hartono dicatat Dinas Parawisata Semarang sebagai lokasi diwajibkan wisatawan dalam mengunjungi sanggar tersebut,” harap Soekirman.

Ditambahkan oleh lelaki yang pernah dikukuhkan sebagai Bapak Bedah Budaya di Sergai ini, bahwa tak hanya bagi Ki Hartono, pun terhadap masyarakat Tanah Bertuah Negeri Beradat dirinya sangat mengapresiasi bila ada yang memiliki bakat jiwa seni maupun seorang perupa.

Terkait dengan hal tersebut, di Sergai juga telah ada Galeri Budaya, sebuah wadah yang didalamnya terdapat berbagai kelompok seni maupun penggiat budaya. Meskipun masih sebatas galeri dan belum sebesar  museum, namun kami yakin suatu saat nanti apabila seluruh para penggiat seni dan budaya bersatu semuanya akan terwujud, ujarnya penuh yakin.

Sementara itu dari pengakuannya, Hartono sudah 20 tahun melukis. Awalnya dirinya hanya menyalurkan hobi namun ilmu didapatnya dari sanggar Imam Bonjol, Semarang menjadikannya seorang pelukis handal.“Kalau handal belumlah, tapi bersyukur lukisan ada yang membeli sampai Rp 20 juta,” guraunya. MC Sergai/vivi

437 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *