Jadi Rakyat Biasa, Bupati Soekirman Bantu Pemotongan Hewan Qurban

GOTONG ROYONG QURBAN : Bupati Sergai Ir. H. Soekirman saat melakukan pemotongan hewan qurban bersama dengan masyarakat pada perayaan hari raya Idul Fitri 1439 H / 2018 M di Masjid Miftahul Jannah Komplek Sawit Indah Kelurahan Batang Terap Kecamatan Perbaungan, Selasa (22/8). 

Perbaungan, Pagi itu cuaca begitu cerah, lantunan takbir Idul Adha bergema disetiap Masjid  menandakan panggilan bagi setiap umat Islamagar segera melaksanakan perintahnya. Tampak masyarakat berbaju muslim dan muslimah lengkap berbondong-bondong mendatangi Masjid untuk melaksanakan Shalat sunat Idul Adha (Ied) 1439 H / 2018 M. Begitupun di Komplek Sawit Indah Kelurahan Batang Terap Kecamatan Perbaungan tepatnya di Masjid Miftahul Jannah, Selasa (22/8) usai melaksanakan shalat Ied masyarakat memenuhi halaman rumah ibadah tersebut untuk melaksanakan pemotongan hewan qurban.

Saat pemotongan hewan qurban berlangsung, tampak Bupati Soekirman datang dilokasi tersebut dan disambut hangat oleh masyarakat yang berkerumun. Dengan mengenakan baju kaos warna kuning hijau Soekirman berbaur dengan masyarakat serta membawa sebilah golok untuk membantu melakukan pemotongan daging qurban. Sembari memotong daging qurban, Bupati Soekirman berbincang-berbincang dengan masyarakat sekitar bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sudah dilaksanakan bersama warga di komplek kediamannya.

Disampaikan Bupati, kegiatan bergotong-royong membantu menangani qurban di daerah ini, merupakan wujud kepeduliannya terhadap sesama. Hal ini sudah dilakukannya hampir sekitar 15 tahun mulai dari menjabat sebagai Wakil Bupati hingga menjadi Bupati sampai saat ini. Sebelum datang kesini, terlebih dahulu Bupati Soekirman melaksanakan shalat Ied bersama dengan jajaran ASN Pemkab Sergai serta masyarakat Sei Rampah dan unsur Forkopimda, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pemotongan hewan qurban di Desa Lestari Dadi Kecamatan Pegajahan.

Sebagian masyarakat tampak merasa heran dan salut dengan yang dilakukan Bupati, karena tanpa rasa canggung dirinya langsung memotong daging qurban yang sudah disembelih. Meski mempunyai segudang kesibukan dan pekerjaan sebagai kepala daerah, namun untuk urusan yang berhubungan dengan kemasyarakatan, dirinya tak sungkan-sungkan untuk langsung turun tangan. “ Suatu saat nanti saya akan jadi rakyat biasa, jadi mohon jangan perlakukan saya secara berlebihan,” ungkap Soekirman.

Tak lupa juga Bupati berpesan kepada masyarakat agar merapatkan barisan untuk menangkis penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut juga ditambah dengan belakangan ini maraknya pertunjukan
organ tunggal yang mengarah kepada perusakan moral generasi muda, karena didalamnya terdapat unsur judi, pornografi dan peredaran narkoba. Untuk itu diminta kepada masyarakat agar jangan takut melaporkan kepada pihak yang berwajib jika terdapat gelagat akan terjadinya hal yang negatif tersebut, pesannya.


Tak hanya memotong, Bupati Soekirman pun turut membagikan daging qurbannya kepada masyarakat dan jiran tetangga yang membutuhkan secara langsung. Tampak raut wajah bahagiah dari masyarakat yang baru saja mendapatkan daging qurban tersebut, terlebih lagi yang membagikannya adalah Bupati yang merupakan orang nomor satu di Sergai. Sementara Iskandar Putra, Sekretaris BKM Miftahul Jannah menyampaikan bahwa bukan hal yang asing Bupati Soekirman ikut berbaur dengan masyarakat dalam hal penanganan qurban di Masjid ini.

“ Setiap tahun kebiasaan Bupati setelah peninjauan qurban dibeberapa kecamatan di Sergai, beliau selalu hadir bergotong royong mulai dari memotong, menguliti hingga membagikan daging qurban kepada masyarakat,” tutur Iskandar. BKM Miftahul Jannah tidak membatasi masyarakat yang ingin membantu, siapa saja boleh ikut serta. Support  dan respek kepada Bupati, sebagai pemuka masyarakat sering malah tidak meminta diperlakukan sebagai Bupati, kecuali pada acara resmi yang dilaksanakan di wilayah Komplek.

Bupati yang hadir sekitar pukul 10.30 hingga selesai sholat Ashar pukul 16.15 WIB, kehadiran Bupati memang benar-benar sangat akrab tanpa meminta diperlakukan layaknya sebagai pejabat. Selain itu juga Bupati Soekirman menyesuaikan dimasyarakat sehingga membuat suasana nyaman dan akrab serta masyarakat dapat menyampaikan segala hal dengan lebih nyaman dan hangat, ujarnya. Dikisahkan Iskandar Putra bahwa ada kejadian unik ketika Bupati Soekirman mengambil tulang sapi pada sop yang dihidangkan, sembari berkata bahwa sum-sum didalam tulang ini justru yang paling enak, mubazir untuk dilewatkan, katanya sembari tertawa.

Oleh karena itu, saya dan seluruh masyarakat sekitar berharap sosok pemimpin seperti Soekirman ini mudah-mudahan tetap sehat walafiat karena lebih kurang 4 jam tidak berhenti memotong daging, meski beralasan ingin kurus dengan ikut memotong daging qurban tersebut, pastinya Bupati merasa lelah. Dari total 1.040 Kg daging qurban, dibagi rata lebih kurang 1 kg daging untuk seluruh masyarakat sekitar komplek. Bupati Soekirman yang fasih dengan bahasa Batak selalu merakyat dan “low profile” tidak pernah membeda-bedakan dalam bergaul dan berbaur dengan masyarakat. Hal inilah yang membuat masyarakat suka berbincang dengan sosok pemeimpin Tanah Bertuah Negeri Beradat ini. “Tetap sehat, menjaga amanah dan selalu menjadi orang tua kami yang dapat mengayomi kami sebagi masyarakat,” ungkap Iskandar. MC Sergai/vivi

343 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *