3 Ranperda Kabupaten Sergai Tahun 2018 Disetujui  DPRD

Sei Rampah, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas persetujuan ketiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang telah diberikan oleh Legislatif dalam rangka menciptakan kabupaten yang unggul, inovatif dan berkelanjutan. Ketiga Ranperda yang diajukan tersebut sangat penting dan strategis untuk segera dijadikan Perda dan pemerintah daerah akan melaksanakan rekomendasi atas ranperda yang disampaikan oleh Pansus dengan sebaik-baiknya.

Hal ini disampaikan Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam sambutannya pada acara Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran dan Pansus serta pengambilan keputusan atas 3 Ranperda bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sergai di Sei Rampah, Jumat (28/9). Adapun ketiga Ranperda tersebut pertama Ranperda tentang Pelestarian Kebudayaan, Ranperda tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Ranperda tentang Perubahan APBD TA 2018.

Rapat Paripurna dibuka oleh Ketua DPRD H Syahlan Siregar, ST, turut dihadiri Wabup H Darma Wijaya, para Wakil Ketua DPRD, Anggota DPRD, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Pejabat Administrator, unsur masyarakat serta insan pers.

Lebih lanjut disampaikan Bupati bahwa kekompakan yang telah terjalin selama ini butuh kerjasama yang baik dari Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif serta masyarakat. Terkait laporan pemerintahan daerah se-Indonesia yang dirilis Kemendagri baru-baru ini, Kabupaten Sergai berada diperingkat 171 dalam hal penyelenggaraan pemerintahan serta kinerja aparatur pemerintahan.

“ Memang dibawah Kabupaten Pakpak Bharat diurutan 137, namun kita masih diatas Deli Serdang yang berada di Peringkat 183. Hal ini adalah berkat kerjasama kita semua sehingga mencapai hasil yang maksimal,” pungkas Bupati. Sedangkan tanggapan Pansus terhadap Ranperda tentang Pelestarian Kebudayaan yang disampaikan oleh H Usman Efendi Sitorus, S.Ag, MSP menyampaikan bahwa Pansus menyepakati dan menyetujui Ranperda sebagai Perda Kabupaten Sergai mengingat Sergai memang telah sangat membutuhkan hal ini.

Untuk lebih fokus, Perda yang terdiri dari 18 bab dan 89 pasal ini diperuntukkan sebagai jaminan dan perlindungan hukum terhadap Tari Serampangduabelas kebanggaan Sergai dan tempat lahirnya Tari tersebut. Hal ini dikarenakan saat ini banyaknya daerah lain yang berniat mengklaim tari tersebut sebagai warisan budaya daerah mereka.

Selanjutnya diharapkan kita dapat membangun patung Almarhum Sauti, penemu tari Serampangduabelas yang akan dijadikan cagar budaya nantinya. Hal ini berkaitan dengan pelestarian budaya di Sergai agar dapat lebih terukur dan dapat dipertahankan. Oleh karenanya kami sampaikan rekomendasi antara lain agar Ranperda menjadi payung hukum pendataan, pemanfaatan dan perlindungan benda budaya di Sergai. Selanjutnya agar berkoordinasi dengan tim ahli cagar budaya guna situs tersebut nantinya dikelola dengan baik sebagai inovasi dalam memancing minat wisatawan yang dapat menambah PAD, tukas Usman Sitorus.

Sementara itu tanggapan Pansus II terhadap Ranperda tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan oleh Rasdiaman Damanik mengutarakan Pansus menyepakati dan menyetujui Ranperda sebagai Perda Kabupaten Sergai agar dapat memenuhi kebutuhan terkait pelayanan administrasi kependudukan yang prima kepada masyarakat.

Hal ini mempertimbangkan jauhnya jarak tempuh serta masih kurangnya pendistribusian berkas kependudukan serta akses terbatas juga banyaknya penduduk yang belum merekam data, maka pansus menyampaikan saran dan rekomendasi kepada pemerintah daerah sebagai berikut yaitu agar Ranperda dapat disahkan menjadi Perda serta disosialisasikan. Selanjutnya peningkatan sarana dan prasarana, membentuk UPT Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang disesuaikan dengan jarak atau zona, melakukan pendisplinan petugas pelaksana administrasi kependudukan serta mempercepat rekam data kependudukan bagi yang belum, pengangkatan petugas pencatatan sipil dan petugas registrasi, mengontrol serta mendistribusikan dokumen kependudukan ke kecamatan agar tidak terjadi kekosongan berkas, sarannya.

Kemudian tanggapan Pansus III terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Sergai T.A 2018 oleh Aleksander Syahputra, S.Sos menyampaikan Pansus menyepakati dan menyetujui Ranperda sebagai Perda Kabupaten Sergai. Untuk rekomendasinya disampaikan antara lain peningkatan jumlah APBD dari sebelumnya ini nantinya diharapkan dapat lebih memaksimalkan pencapaian target kinerja dan pembangunan daerah. Selanjutnya catatan pada pencapaian target PAD dari retribusi sampah serta pajak daerah untuk dikelola dengan lebih baik lagi sehingga pemasukan dapat lebih maksimal dipergunakan bagi kemaslahatan seluruh masyarakat Sergai, imbuh Aleksander. MC Sergai/vivi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *