LAPER BUK-E: Pustaka dalam Genggaman

Perbaungan,

Kurangnya minat baca masyarakat salah satunya disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan akses bahan bacaan. Padahal kemampuan dan kesenangan membaca, merupakan modal dan faktor penting dalam meningkatkan pembangunan masyarakat untuk hidup lebih cerdas, berwawasan luas dan tangkas dalam menghadapi peluang dan tantangan di era globalisasi saat ini,” kata Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum H Karno, SH, M.AP pada pembukaan ”Sergai Book Fair 2019” dan launching aplikasi android layanan perpustakaan buku elektronik “Laper Buk-e”, Rabu (27/11/2019) yang lalu, di Dinas Perpusatakaan Kabupaten Sergai.

“Dengan di-launching-nya aplikasi “LAPER BUK-E” yang merupakan Proyek Perubahan pada Diklat Kepemimpinan TK. IV oleh Dewi Sulistriani, S.Sos, saya berharap ketersediaan bahan bacaan masyarakat Sergai kini makin bertambah,” ujar Soekirman lagi.

Dewi Sulistriani, S.Sos yang merupakan Kasi Akuisisi, Pengolahan dan Pelestarian Bahan Pustaka dalam keterangannya menyebut aplikasi gagasannya yang dapat didownload gratis di Playstore ini bermula dari permasalahan ruang koleksi dan ruang baca di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sergai yang belum memadai dan kurang luas karena untuk koleksi yang berada di rak buku membutuhkan tempat yang lebar dan belum termanfaatkannya koleksi digital dan e-book.

Dijelaskannya jika dengan lahirnya aplikasi ini ia memiliki 3 tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Untuk tujuan jangka pendek aplikasi ini dapat dijadikan sebagai database penginputan buku atau bahan bacaan.

Sedangkan untuk jangka menengah Dewi berharap aplikasi ini dapat dikembangkan dan bisa menampung anggaran untuk pembiayaan pengadaan sarana dan prasarana pendukung yang dibutuhkan. “Kalau untuk tujuan jangka panjang, aplikasi ini ditujukan agar bisa terintegrasi dengan e-government Sergai,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Kabupaten Sergai Dra. Salmiah, M.M., menyebut dengan adanya layanan perpustakaan buku elektronik Laper Buk-e ini memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pengetahuan dan informasi karena bisa diakses cukup dari genggaman gawai. “Tentu saja ini merupakan salah satu langkah nyata peningkatan minat baca masyarakat. Kemajuan teknologi, terkhusus dengan sebaran pemakai gadget yang luas yang kemudian dikombinasikan dengan semangat literasi, diharapkan memiliki peluang yang lebih efektif dibanding akses buku fisik di perpustakaan,” kata Salmiah. MC Sergai Vivi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *