Monev di Dolok Masihul, Bupati Sergai: “Replikasi dan Giatkan Inovasi di Desa”

Dolok Masihul,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman kembali melanjutkan agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan pembangunan desa di kecamatan.

Kali ini bersama para Asisten, jajaran Kepala OPD, Camat Dolok Masihul Gunawan JW Hasibuan, S.STP, Kepala Desa, Lurah, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, mahasiswa KKN, serta masyarakat Kecamatan Dolok Masihul, Bupati Soekirman melakukan Monev ke Kecamatan Dolok Masihul, Senin (24/08/2020).

Dalam sambutannya, Bupati Sergai menyampaikan jika kunjungannya ini merupakan amanah dirinya selaku Bupati dalam menjalankan tugas utama Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan demi mengevaluasi progres pelaksanaan pembangunan infrastruktur dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) / Dana Desa (DD) tahun 2019.

“Mekanisme ini dilaksanakan untuk melihat sejauh mana pembangunan bermanfaat bagi masyarakat. Kunjungan ini juga sekaligus dalam rangka mengingatkan jika terdapat kewajiban pajak yang tertunggak, sebab pembangunan selanjutnya berasal dari pajak yang kita bayarkan tersebut. Intinya agar kinerja APBD kita di tahun 2020 ini tidak mengalami defisit. Syarat untuk meraih opini WTP dari BPK RI adalah belanja daerah tidak mengalami defisit. Dan jika kita meraih opini kembali tahun ini kita akan mendapatkan kompensasi sebesar 30 miliar dalam tahun anggaran berjalan,” katanya.

Soekirman menyatakan jika Kabupaten ini sangat tergantung pada pendapatan, sementara pemasukan dan pendapatan daerah saat ini, terutama pajak, mengalami defisit terlebih selama masa pandemi. Ia pun menyebut, di sektor desa, ADD maupun DD juga mengalami re-alokasi dan refocusing secara signifikan.

“Hal ini mengakibatkan banyak rencana pembangunan infrastruktur ditunda atau bahkan dibatalkan pelaksanaannya dan diganti dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak Covid-19. Untuk itu saya mengharapkan para Kepala Desa untuk segera menyelesaikan tunggakan pajak dari pembangunan infrastruktur yang telah dibangun melalui ADD/DD tahun anggaran 2019. Saya percaya penuh para Kepala Desa telah melaksanakan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku, namun saya tidak ingin ada Kepala Desa yang bermasalah hukum karena diduga menggelapkan pajak. Kita tidak mau ada kepala desa yang merasakan sakit akibat menutupi hal yang salah, sebab sakitnya kepala desa adalah sakitnya camat, dan sakitnya camat adalah rasa sakitnya saya selaku Bupati,” harap Bupati sembari menambahkan agar seluruh pihak desa jangan menutupi kesalahan dengan kesalahan, jika ada kewajiban supaya diselesaikan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Selain itu, sambungnya lagi, kunjungan ini bukanlah aksi inspeksi maupun investigasi, namun merupakan kegiatan untuk melihat kondisi fisik infrastruktur serta sejauh mana pembangunan tersebut bermanfaat bagi masyarakat seperti misalnya rabat beton, jalan produksi, jembatan penghubung, renovasi RTLH, drainase, serta lainnya.

“Saya meminta kepada para Kepala Desa, dalam rangka meningkatkan pendapatan desa agar dapat kiranya mereplikasi dan menggiatkan upaya dan inovasi seperti yang dilakukan oleh desa Karang Anyar dan Desa Jati Mulyo di Kecamatan Pegajahan. Dengan memanfaatkan bekas gudang KUD yang disulap menjadi DesMart yang menjual kebutuhan sehari-hari masyarakat yang memudahkan masyarakat dalam berbelanja serta menambah pemasukan yang signifikan bagi desa itu sendiri,” imbuh Bupati.

Perihal Pilkada, Soekirman tak lupa mengingatkan agar masyarakat menyikapi secara positif agenda nasional tersebut. “Mari kita sambut dengan gembira karena Pilkada adalah pesta demokrasi. Untuk itu diminta kepada Kepala Desa beserta perangkat menjadi penyejuk di tengah-tengah masyarakat, seperti halnya ASN, TNI/Polri yang berkomitmen untuk menjaga netralitas,” katanya lagi.

Terakhir, Bupati mewanti-wanti masyarakat terkait meningkatnya jumlah korban positif Covid-19 di Kabupaten Sergai sehingga ia meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Kita harus disiplin bersinergi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sergai melalui pola 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tutupnya.

Sebelumnya, Camat Dolok Masihul, Gunawan JW Hasibuan, S.STP menyebut bahwa monitoring ini dilakukan untuk mendatangi desa-desa guna meninjau pembangunan infrastruktur serta RTLH yabg berasal dari ADD/DD. Diharapkan dengan kunjungan ini dapat semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas pembangunan desa-desa yang ada di Kecamatan Dolok Masihul.

Kegiatan monev pembangunan desa ini sendiri dimulai dari Desa Tegal Sari, Desa Dame, Desa Pardomuan, Desa Pekan Kamis, Desa Bantan dan berakhir di Desa Batu 12. MC Sergai Vivi/Ardi

722 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *