Sambut Pilkada, Bupati Harapkan Netralitas ASN dan Tertib Administrasi

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman menghadiri rapat bertemakan Netralitas Aparat Pemerintah dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 dan Pengoptimalan Program Kegiatan T.A. 2020, yang dilaksanakan di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupat Sergai, Sei Rampah, Senin (07/12/2020).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan beberapa poin penting terkait pelaksanaan pesta demokrasi di Kabupaten Sergai yang tinggal menghitung hari. Bagi Soekirman, perhelatan Pilkada kali ini seperti menguji keimanan dan profesionalitas seluruh pihak karena kontestasinya yang melibatkan kedua pemimpin daerah yang sedang menjabat yaitu Bupati dan Wakil Bupati Sergai.

“Namun bagaimanapun, saya menyampaikan jika kita perlu menyatukan persepsi bahwa kepentingan menjadikan Kabupaten ini lebih baik adalah hal yang paling penting,” ucapnya.

Selain itu, Soekirman juga menyebut pentingnya tertib administrasi. Dirinya mengatakan kalau Administrasi Pemerintahan tidak sederhana karena banyak sekali peraturan perundang-undangan mulai dari  Perda, Perbup dan lainnya yang mesti diperhatikan dan dijalankan.

“Kalau bicara aspek program, saya rasa para Kepala Desa sudah terlatih untuk melakukannya. Selain itu dalam kesempatan ini juga saya ingin menyampaikan jika sebentar lagi kita akan tutup buku dan sampai hari ini Kabupaten Sergai sudah 3 kali berturut-turut mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di mana berkat hal tersebut Kabupaten Sergai mendapat insentif sebesar 36 Miliar. Dan ini semua bukan kehebatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah saja, melainkan kerja keras kita semua,” paparnya.

Soekirman pun tak ketinggalan menyinggung perihal netralitas aparatur negara, terutama ASN. “Soal Pilkada sudah menjadi kewajiban dan ketentuan bahwa dalam UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah di pasal 70 dan 71 tentang netralitas dan saya sangat berharap ini dapat kita pahami bersama,” sebut Bupati lagi.

Hal ini jadi penting, katanya lagi, karena seluruh pihak terkait harus bisa menjelaskan kepada masyarakat bahwa Pilkada ini bukan perjuangan Kepala Desa, Camat atau Bupati tetapi Pilkada ini merupakan agenda reformasi ketika berakhirnya Orde Baru, di mana ada 6 tuntutan yaitu adili Presiden Soeharto dan kroni-kroninya, laksanakan Amandemen UUD 1945 tentang pemilihan langsung Kepala Daerah, Hapuskan Dwi-fungsi ABRI, pelaksanaan otonomi daerah seluas-luasnya, tegakkan supermasi hukum dan ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN.

“Pilkada langsung sudah berlangsung 4 kali sejak Kabupaten Sergai mekar. Dan agendanya tetap sama yaitu melahirkan pemimpin yang terbaik karena dipilih langsung oleh rakyat. Saya tekankan kembali agar administrasi mulai dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten harus kuat agar pelaksanaannya jadi lebih kokoh dan harapan kami kualitas Pilkada lebih baik lagi kedepannya serta otonomi desa berjalan positif sehingga kabupaten juga akan lebih maju,” tuturnya.

Terakhir Bupati mengharapkan tidak hanya menegakkan netralitas, ASN juga harus tetap menjaga sinergitas, mengingat Sergai selalu mendapat apresiasi atas pelaksanaan Pilkada dan hal ini harus dapat dipertahankan.

Kegiatan ini turut pula dihadari para Asisten, jajaran Kepala OPD, Camat dan Kades Se-Kabupaten Sergai. (MC/Sergai/Ardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *