Pemkab Sergai Terima Audiensi BWI dan Pemangku Adat Melayu

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) H. M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, menerima audiensi 2 lembaga pada hari ini, bertempat di ruang kerjanya, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Selasa (21/12/2021).

Pada kesempatan yang pertama, Sekdakab menerima kunjungan pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Sergai.

Mewakili Bupati, dirinya menyebut akan menampung aspirasi yang dimiliki oleh BWI Sergai sepanjang untuk kebaikan umat.

“Kami mengapresiasi hadirnya BWI di Kabupaten Sergai. Kelahiran BWI merupakan perwujudan amanat yang digariskan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf. Kehadiran BWI, sebagaimana dijelaskan dalam pasal 47, adalah untuk memajukan dan mengembangkan perwakafan di Indonesia,” jelas Sekdakab.

Dirinya berharap, kedepan BWI sebagai lembaga independen tetap bekerja secara maksimal dan makin mampu meningkatkan kualitas, terutama dalam hal sumber daya manusia (SDM).

“Hal-hal apa yang sudah baik agar dijaga, sedangkan yang masih kurang, mari sama-sama kita perbaiki. Misalnya, meningkatkan kompetensi nazhir agar dapat mengelola wakaf sesuai dengan peruntukannya. Tentunya setiap proses yang dilaksanakan bisa berlandaskan Al-Quran dan Hadist,” harap Faisal.

Dirinya juga akan menyampaikan kepada Bupati terkait permohonan BWI untuk memiliki kantor Sekretariat yang berdiri di sekitaran area Masjid Agung, Sei Rampah. Selain itu, kedepan dirinya juga membuka peluang untuk membuat Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pertanahan Negara (BPN) dan BWI terkait permasalahan tanah wakaf.

Ia menambahkan, BWI Sergai merupakan unsur yang dapat mendukung terciptanya visi Sergai yang diusung oleh Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan.

“Religius adalah salah satu unsur utama yang terkandung dalam visi Pak Bupati dan Pak Wabup yaitu Maju Terus; Mandiri, Sejahtera, dan Religius. Kita berharap, BWI dapat menjadi wadah yang mampu memberikan dukungan bagi terwujudnya visi itu,” katanya.

Terakhir, Sekdakab berharap, seluruh unsur BWI Sergai bisa mendukung pemerintah untuk menggaungkan program vaksinasi yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilaksanakan di beberapa kecamatan di Sergai lewat aksi Gempur Vaksinasi.

“Sebagai lembaga yang diisi oleh orang-orang yang punya pengaruh di tengah masyarakat, saya berharap pengurus BWI Sergai bisa ikut aktif mendukung pemerintah untuk menjalankan program vaksinasi sebagai langkah percepatan penanganan pandemi di Bumi Sergai,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua BWI Sergai Periode Kepengurusan 2021-2024, Darmanto, S.Ag, menyampaikan jika lembaga yang ia pimpin memiliki beberapa program kerja.

“Kami memiliki tugas di antaranya validasi data wakaf, menertibkan surat keputusan, mengangkat dan mengganti nazhir wakaf, melaksanakan pembinanaan nazhir dan membangun wakaf dalam rangka mengalokasikan harta supaya dapat dipergunakan secara produktif,” jelasnya.

Menerima Pemangku Adat Melayu

Di hari dan tempat yang sama, Sekdakab juga menerima audiensi dari kelompok Pemangku Adat Kerajaan Negeri Padang, yang merupakan salah satu unsur etnis Melayu di Kabupaten Sergai.

Di kesempatan ini, Sekdakab menyampaikan ucapan terima kasih atas seluruh masukan yang diberikan oleh para kelompok pegiat budaya dalam upaya bersama membangun Kabupaten Sergai yang Maju Terus.

“Kebudayaan adalah unsur pendukung yang perlu dijaga dan dilestarikan eksistensinya. Bukan hanya karena nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, namun juga potensi baik yang bisa kita manfaatkan dan gali, utamanya dari segi sektor pariwisata,” kata Sekdakab.

Ia menyebut, Sergai sendiri sudah memiliki dan meresmikan Kampung Budaya Melayu dan ini perlu untuk terus dikembangkan dengan memperhatikan pengemasan atau packaging.

“Saya termasuk orang yang memiliki minat tinggi terhadap kekayaan sejarah kita. Makanya ada rasa sedih kalau melihat warisan sejarah budaya yang terlantar. Padahal jika dirawat, warisan itu bisa jadi modal baik bagi generasi penerus sekaligus dimaksimalkan sebagai potensi pariwisata. Untuk itu perlu kita sama-sama bersinergi, menjalin kerja sama untuk menjaga, merawat dan mengembangkan potensi sejarah dan budaya yang ada di Sergai,” ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Juanda sebagai Datuk Bintara Kerajaan Negeri Padang menyebut kehadiran pihaknya pada hari ini merupakan aksi menyampaikan aspirasi kepada Pemkab Sergai.

Dirinya menerangkan jika Sergai punya begitu banyak potensi wisata sejarah yang bisa dieksplorasi. Misalnya saja, ia menyebut jika di Kecamatan Sipispis terdapat situs kompleks Kerajaan Agung yang diperkirakan berdiri pada abad ke-16. Jika dilaksanakan ekskavasi untuk menggali lebih dalam situs sejarah tersebut, tentu akan menjadi aset berharga bagi daerah. Selain itu kompleks pemakaman di Kecamatan Bandar Kalipah juga ada yang punya potensi untuk dijadikan situs budaya.

“Kami menawarkan kerja sama dengan Pemkab Sergai untuk bersama-sama menjaga dan merawat budaya Melayu yang begitu melekat dengan Sergai, salah satunya dengan mengembangkan pariwisata lokal. Ini adalah ikhtiar kami untuk menjaga warisan yang kami terima sekaligus memperkenalkan budaya Melayu ke hadapan masyarakat Luas,” ucapnya.

Pihaknya juga berencana memberikan gelar Datuk kepada Wakil Bupati dan Sekdakab atas dedikasi yang telah keduanya berikan terhadap budaya Melayu dan diharapkan pemberian gelar ini bisa terlaksana tahun depan.

“Pak Bupati sebelumnya sudah kami berikan Gelar Datuk Setia Amanah oleh Kerajaan Negeri Padang pada tahun 2017 lalu. Kami juga berencana dalam waktu dekat ingin melaksanakan pengukuhan pemangku adat yang ada di Sergai,” ucapnya.

Ikut hadir dalam kedua audiensi ini Asisten Ekbangsos Drs. Nasrul Azis Siregar, Kepala OPD terkait, serta pengurus dan perwakilan kedua kelompok peserta audiensi. (MC Sergai/Rini/Ardi/Chan/Vivi/Julia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *