Merajut Toleransi Melayu-Tionghoa Lewat Festival Datuk Pengembara

Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dikenal sebagai miniaturnya Indonesia. Ini bukan tanpa alasan. Sergai dikenal sebagai daerah yang kaya akan unsur budaya. Kekayaan ini disebabkan banyaknya etnis yang tinggal dan menetap di Tanah Bertuah Negeri Beradat, salah satunya etnis Tionghoa.

            Tidak diketahui pasti kapan orang Tionghoa pertama kali tinggal di area Sergai, namun diyakini ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Meskipun begitu, kehidupan warga Tionghoa dengan etnis Melayu yang jadi mayoritas penduduk Sergai sejak dulu sangat minim konflik, jika tidak bisa dikatakan tidak ada. Keduanya dapat berbaur dan hidup dengan toleransi yang baik.

            Salah satu bukti toleransi tersebut adalah kegiatan sosial even tahunan yang dilaksanakan secara rutin di Pantai Cermin pada akhir tahun, sejak tahun 2006, yang dinamakan Festival Datuk Pengembara.

            Ide diselenggarakannya event ini berasal dari salah seorang tokoh etnis Tionghoa bernama Iswanto Browo.

            Dikisahkan, Iswanto mengaku bahwa dirinya mendapat semacam penglihatan dalam mimpi pada suatu malam. Di mimpi itu, dia mengaku dikisahkan dan mendapat petunjuk bahwa dahulu kala di Desa Kota Pari pernah singgah seorang pengembara bergelar Datuk yang beragama Islam, tepatnya di Dusun Dua yang letaknya tidak jauh dari kantor desa.

            Kini, di lokasi itu pula kemudian dibangun sebuah gedung yang diberi nama “Rumah Datuk Pengembara”. Iswanto Browo sendiri saat ini merupakan pendiri Yayasan Rumah Datuk Pengembara.

            Peristiwa mimpi itu jadi dasar untuk kemudian diadakannya sebuah peringatan demi mengenang jejak persinggahan sang Datuk Pengembara.

            Kemudian diadakanlah sebuah festival setiap menjelang akhir tahun pada malam jum’at kliwon. Festival tersebut diisi dengan kegiatan-kegiatan sosial positif yang bernuansa budaya dan religius, antara lain syukuran dan do’a bersama, khitanan massal, berbagai macam pertunjukan kesenian Melayu dan Tionghoa, juga berbagai macam acara lomba untuk anak-anak dan remaja.

            Adanya Festival Datuk Pengembara ini merupakan simbol yang menunjukkan terjalinnya hubungan harmonis antara masyarakat etnis Tionghoa yang merupakan pendatang dengan kelompok etnis Melayu yang merupakan penduduk asli di Desa Kota Pari.

            Hal tersebut bisa jelas kita lihat sebab kegiatan Festival Datuk Pengembara ini sepenuhnya diinisiasi oleh kelompok etnik Tionghoa. Walau begitu, rangkaian acaranya justru lebih dominan diperuntukkan kepada kelompok etnik Melayu. Misalnya saja seperti khitanan massal yang merupakan keharusan bagi anak-anak beragama Islam. Begitu pula dengan kegiatan do’a bersama yang dipimpin oleh para pemuka agama Islam, tentu saja selalu dibawakan oleh Tuan Guru yang juga merupakan tokoh adat kelompok etnik Melayu. Hal yang sama juga berlaku dengan kegiatan penyerahan sembako yang sebagian besar penerimanya adalah kelompok etnik Melayu.

            Festival Datuk Pengembara tidak hanya dimeriahkan oleh masyarakat desa melainkan juga dihadiri oleh pejabat-pejabat tinggi seperti Bupati, Gubernur, Kapolres dan beberapa pejabat lainnya. Adapun sumber dana seluruhnya berasal dari kantong pribadi pak Iswanto Browo, terkadang juga ada sebagian kelompok etnik Tionghoa yang dengan sukrela memberikan donasi, pak Iswanto Browo tak pernah meminta bantuan kepada siapapun dalam hal dana, sebab pak Iswanto Browo merupakan pengusaha yang cukup sukses.

            Karena pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020, Festival Datuk Pengembara untuk sementara beberapa tahun belakangan ditunda pelaksanaannya. Diharapkan kegiatan ini bisa kembali digelar setelah kondisi Sergai kembali kondusif dan aman dari pandemi.

            Meskipun begitu, hal ini menjadi keunikan tersendiri dan semakin menegaskan jika Sergai memang miniatur Indonesia. Bukan saja karena banyaknya kelompok etnik yang tinggal dan menetap, namun juga karena hubungan antar kultur tersebut bisa terjalin dengan baik….(berbagai sumber/ISL)

963 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *