Pemkab Sergai Gelar Sosialisasi Perencanaan Konsolidasi Tanah

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Nina Deliana Hutabarat, S.Sos, M.Si, hadir dalam pelaksanaan Sosialisasi Kegiatan Materi Teknis Perencanaan Konsolidasi Tanah, bertempat di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Rabu (16/3/2022).

Dalam sambutan tertulis Bupati Sergai yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, menyampaikan bahwa dengan adanya kebijakan penyelenggaraan konsolidasi tanah yang tertuang malalui Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan (ATR/BPN) Nasional No. 12 tahun 2019 tentang Konsolidasi Tanah, diharapkan mampu mengatasi permasalahan dalam penyelesaian masalah pertanahan penyediaan umum, dan tanah penyediaan ruang untuk serta dalam kepentingan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan kebutuhan pengembangan ruang vertikal di kawasan perkotaan.

Untuk itu, Bupati mengajak secara bersama-sama mendukung penyelenggaraan reforma agraria demi terwujudnya penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat secara adil dan merata. Selain itu diharapkan juga terwujudnya lingkungan hidup yang baik dan sehat serta mendukung ketersediaan tanah untuk kebutuhan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah berdasarkan prinisp pembangunan yang berkelanjutan.

“ Ketentuan dasar penyelenggaraan kegiatan konsolidasi tanah telah ditetapkan Kementerian ATR/BPN. Dari waktu ke waktu telah dilakukan penyesuaian seperlunya untuk mengatasi hal-hal yang belum diatur sesuai perkembangan zaman, namun demikian untuk persamaan persepsi dalam penyelenggaraan konsolidasi tanah di lapangan, disusun petunjuk teknis penyelenggaraan konsolidasi tanah,” kata Bupati.

Melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bupati Sergai menyampaikan penyelenggaraan konsolidasi tanah selama ini tidak luput dari beberapa kendala sehingga tidak sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan atau bahkan tidak terlaksana.

Dari hasil monitoring dan evaluasi selama ini, katanya, diketahui bahwa kendala atau terhambatnya penyelenggaraan konsolidasi tanah antara lain adalah kurangnya pemahaman masyarakat, ketidaktepatan pemilihan lokasi, waktu pelaksanaan yang hanya satu tahun anggaran, serta kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur di lokasi konsolidasi tanah yang merupakan hasil koordinasi dengan pengambil kebijakan di daerah.

“ Konsolidasi tanah adalah kebijakan penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah sesuai rencana tata ruang serta usaha penyediaan tanah untuk kepentingan umum dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dan pemeliharaan sumber daya alam dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” sebutnya.

Masih lanjut Bupati, guna memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut, dirinya berharap agar identifikasi lokasi perencanaan konsolidasi tanah dapat dikoordinasikan dengan instansi/sektor terkait.

Penyelenggaraan konsolidasi tanah, sebutnya, dapat dilakukan melalui bentuk-bentuk kerja sama dan dilaksanakan oleh pemangku kepentingan lainnya meliputi pemerintah daerah, masyarakat dan pihak terkait lainnya.

“ Terakhir, saya meminta agar seluruhnya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan memperhatikan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga kita dapat mewujudkan Kabupaten Sergai yang Maju Terus: Mandiri, Sejahtera dan Religius,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Wilayah BPN Provsu Askani, S.H, M.H, Kepala BPN Sergai Joko Sutari, Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik H. Henri Suharto, SH, MAP, Kepala BAPPEDA Rusmiani Purba, SP, M.Si, perwakilan OPD dan para Camat. (Media Center Sergai).

Teks/Editor : Ardi / Rini Ry

Reporter : Irfan YE

Admin : Vivi

36 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *