Kehidupan Perajin Tikar Wanita di Pantai Cermin

Di Desa Pantai Cermin Kiri Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai,  kegiatan menganyam tikar sudah dimulai sejak tahun 1980. Aktivitas ini sudah dilakukan sejak turun temurun. Tikar pandan telah menjadi ciri khas masyarakat pesisir. Hal ini tentunya karena terdapat banyak pandan laut yang merupakan bahan baku utama. Fakta inilah yang memunculkan ide untuk membuat tikar. Awalnya tikar hasil kerajinan tangan ini fungsinya hanya sebatas untuk alas duduk keluarga saja. Akan tetapi seiring waktu berjalan tikar merupakan salah satu kebutuhan keluarga dan masyarakat luas, ditambah dengan desainnya yang semakin menarik dan kekinian, hal ini dapat terlihat banyaknya orang-orang yang menganyam tikar sebagai pekerjaan mereka terutama bagi kelompok perempuan.

Perajin tikar perempuan telah banyak membantu perekonomian keluarga melalui pekerjaan ini. Dalam sebulan pengerjaan tikar hanya dapat 3-5 lembar ditambah jika cuaca tidak mendukung untuk menjemur pandan sebagai salah satu bahan utama membuat tikar. Padahal pesanan untuk tikar dalam sebulan mencapai 10-30 lembar. Maka dari itu mereka antar sesama perajin tikar bekerjasama untuk mencapai target tersebut.

Waktu dalam mengerjakan tikar dari pagi hingga sore sehingga waktu untuk rumah berkurang, karena dalam menganyam tikar membutuhkan teknik yang sesuai dengan permintaan konsumen. Mereka akan mendapatkan upah jika sudah selesai mengerjakan 1 tikar dan akan diberi tambahan bonus bila mengerjakan tikar dengan tepat waktu.

Dalam lingkungan keluarga perempuan perajin tikar memiliki peran ganda selain bekerja seharian setelah itu harus mengurus rumah tangga harus mendidik anak agar tidak salah pergaulan, sebagai pengambil keputusan dalam keluarga serta mendampingi suami dan sebagai pencari nafkah.

Mereka berusaha mengatur waktu antara bekerja, urusan rumah, mendampingi suami, pengambilan keputusan dalam keluarga agar tidak ada yang salah di kemudian hari. Dan perempuan bekerja sebagai perajin tikar dapat membantu suami mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pendapatan yang mereka peroleh dalam sebulan sekitar Rp.500.000 – Rp.1000.000. Uang tersebut mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan sekolah anak-anak mereka. Bahkan anak-anak mereka sampai ke jenjang SMA agar tidak seperti mereka. Bekerja sebagai perajin tikar sangat membantu suami mereka dan kebutuhan keluarga terbantu.

Kehidupan ekonomi perempuan perajin tikar di Desa Pantai Cermin Kiri Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai mengalami peningkatan. Penghasilan dari suami pekerja perempuan ini tidak mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, sehingga istri dalam hal ini harus bekerja sebagai perajin tikar, membantu perekonomian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalau di pikir-pikir kurang sudah pasti. Maka dari itu harus dicukup-cukupi. Bahkan melalui pekerjaan ini anak-anak mereka bisa sekolah sampai ke jenjang SMA.

Suami mereka rata-rata mengizinkan mereka bekerja, karena menganyam tikar adalah pekerjaan yang mereka tekuni sejak anak-anak sampai berumah tangga lagi pula pekerjaan ini dapat dilakukan sambilan di rumah sehingga tidak meninggalkan rumah seharian.

Di lingkungan sosial kelompok perempuan perajin tikar ini kompak tidak pernah terjadi pertengkaran diantara mereka. Saling membantu saat tetangga ada yang kesusahan. Hanya saja ada salah paham sedikit tapi tidak pernah menimbulkan pertengkaran. Kerjasama yang terjalin diantara mereka jika ada teknik tikar yang baru atau berbeda mereka saling belajar terlebih saat ada pesanan yang banyak dan butuh cepat mereka saling bahu-membahu menyelesaikannya Keluhan mereka dari alat dan bahan yang masih manual sehingga membutuhkan waktu cukup lama dalam pengerjaannya. Harga yang dipatok masih murah tidak sebanding dengan waktu, dan usaha yang mereka kerahkan. Faktor cuaca sangat menentukan kualitas tikar mereka, jika memasuki musim hujan mereka harus stock barang banyak-banyak agar tetap bisa menganyam dan menerima pesanan. (Berbagai sumber / ISL). 

1.193 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *