Ragam Ikon Milik Kabupaten Sergai

Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Deli Serdang berdasarkan Undang-Undang No.36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai di Provinsi Sumatera Utara yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 7 Januari 2004.

Sejak terbentuknya pemerintahan yang baru, Sei Rampah merupakan ibukota Kabupaten Serdang Bedagai sebagai pusat pemerintahan. Jaraknya dengan kota-kota kecamatan sangat bervariasi antara 7 km sampai dengan 51 km. Sementara itu, potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai yang paling menonjol diantaranya: sektor pertanian dan perkebunan, perikanan serta sektor kepariwisataan. Untuk sektor pariwisata di Kabupaten Serdang Bedagai yang mampu mendongkrak laju perekonomian masyarakat setempat, mulai dari wisata alam dan wisata religi serta budaya.

Mulai pemekaran Kabupaten Deli Serdang tahun 2004 hingga menjadi Kabupaten Serdang Bedagai, pembangunan di Tanah Bertuah Negeri Beradat terus meningkat. Salah satunya beberapa ikon yang ada di Serdang Bedagai mampu menarik perhatian masyarakat luas. Bahkan diusianya yang masih muda 18 tahun dari sejak berdirinya Kabupaten Serdang Bedagai telah memiliki Mesjid Agung, Jembatan Sialang Buah, Replika Istana Sultan Serdang, dan Gapura Selamat Datang.

Salah satu ikon Masjid Agung yang terletak dilokasi Dusun I, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, tepatnya di pintu Tol Kecamatan Teluk Mengkudu. Masjid yang baru diresmikan tahun 2021 lalu cukup besar dan megah mampu menampung para jamaah hingga ratusan orang.

Dapat kita lihat, bagian luar masjid didominasi warna putih. Pada halaman masjid terdapat miniatur Kabah yang bisa digunakan untuk kegiatan manasik haji serta kegiatan ibadah lainnya.

Masjid Agung Serdang Bedagai terdiri dari 3 lantai utama. Dimana lantai 1 adalah kantor dan lantai 2 serta lantai 3 digunakan untuk salat. Yang menarik dan unik dari Masjid Agung ini adalah kotak infaknya yang membuat orang merinding. Kotak Infak didesain menyerupai kuburan serta keranda. Maksud dibuat seperti itu adalah untuk mengingatkan kaum muslim untuk senantiasa berinfak dan bersedekah sebelum meninggal dunia.

Beralih dari Masjid Agung, ikon selanjutnya milik Kabupaten Serdang Bedagai yang tak kala menarik adalah jembatan wisata di Desa Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu menuju objek wisata Pantai Sialang Buah.

Sejak hadirnya jembatan ini wisata yang berkunjung ke Pantai Sialang Buah mengalami peningkatan. Hal ini tentu akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat sekitar lokasi. Jembatan yang telah diperbaharui ini memiliki dampak positif, perputaran ekonomi di Sergai pasti akan mengalami peningkatan.

Selanjutnya ikon Replika Istana Sultan Serdang yang berada di Jalan Lintas Sumatera, Medan-Tebing Tinggi Km 42, tepatnya di Kelurahan Melati Kebun, Kecamatan Pegajahan yang merupakan tiruan bangunan Istana Sultan Serdang yang dulu ada di Kota Desa Galuh, Kecamatan Perbaungan.

Dilansir dari laman medan.tribunnews.com, konon ceritanya istana tersebut dibakar oleh pihak Belanda karena kerajaan tidak mau mendukung mereka dimasa penjajahan.

Pembangunan Replika diprakarsai oleh Sultan Serdang Allahyarham Tuanku Luckman Sinar Basarshah II dan di resmikan 7 Januari 2012 untuk mengenang kejayaan masa lampau Kesultanan Melayu.

Selain Replika Istana Sultan Serdang, ada juga Gapura Selamat Datang di Kabupaten Serdang Bedagai juga merupakan ikon Kabupaten Sergai. Berkat adanya gapura ini masyarakat akan lebih kenal dan faham batas wilayah Kabupaten Sergai dengan daerah lainnya. (Berbagai sumber/ISL). 

1.327 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *