Pekan Kebudayaan Sergai, Bupati Sergai : Keanekaragaman Budaya harus dilestarikan dan dikembangkan

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati Sergai Adlin Tambunan bersama Unsur Forkofimda Sergai dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan sangat berbahagia bisa berkumpul bersama para budayawan, sejarawan dan seniman di Sergai.

“Di mana tepat pada hari ini kita juga memperingati yaitu Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 November 1945, sebagai salah satu peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Republik Indonesia yaitu terjadi pertempuran besar pasca kemerdekaan di Surabaya.

Untuk itu, mari kita mengenang momentum ini untuk menghormati jasa para pahlawan kita yang telah memperjuangkan mempertahankan kemerdekaan Indonesia”, ucap Bupati mengawali sambutannya.

Menurut Bupati Darma Wijaya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok suku yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua. Suku bangsa masing-masing memiliki bahasa, budaya hingga filosofi hidup yang berbeda-beda dan keanekaragaman budaya yang ada ini menjadi kekayaan kita sebagai Bangsa Indonesia yang harus dilindungi serta dikembangkan.

Dikatakannya, dalam keberagaman yang jika dipupuk dan dilestarikan untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan juga dapat diwariskan kepada generasi penerus anak cucu kita tercinta.

“Acara pekan kebudayaan daerah ini pada hakekatnya merupakan upaya pemerintah dan masyarakat dalam membangun wadah kerja bersama untuk melahirkan ruang-ruang keragaman berkreasi dialog antar budaya serta inisiatif dan partisipatif inovatif yang dikelola secara berjenjang sejak dari Desa hingga ke kota”, ungkap Darma Wijaya

Dijelaskannya bahwa Pekan Kebudayaan ini berisi rangkaian kegiatan yang tujuan yang ditujukan untuk memfasilitasi ekosistem kebudayaan sebagai garda terbaru dalam kemajuan kebudayaan di Indonesia.

Pelestarian budaya menurutnya menjadi suatu hal yang sangat penting karena perkembangan modernisasi saat ini lebih cepat daripada adaptasi kebudayaan masyarakat pada umumnya telah membuat kita tidak percaya diri dengan potensi budaya Indonesia yang ada sehingga fenomena umum yang terjadi saat ini adalah masyarakat cenderung menerima budaya global atau modern sebagai patokan segala aspek hidup.

“Sebagian masyarakat mulai memandang budaya bangsa lain lebih menarik, lebih hebat dari budaya kita sendiri akibat memudarnya kecintaan terhadap budaya lokal menjadi tantangan bagi kita untuk mencari bagaimana mengembalikan rasa hormat kepada budaya sendiri. Sejarah membuktikan kemajuan suatu bangsa terjadi justru apabila suatu bangsa menghargai kebudayaannya sendiri. Hal tersebut juga berdampak pada pembangunan yang pada akhirnya menimbulkan banyak persoalan karena pada konteks yang tidak kontekstual dengan perkembangan budaya masyarakat. Oleh karena itu perlu dilakukan reorientasi yaitu memutar arus peradaban dengan memperdayakan kekayaan potensi budaya yang ada. Untuk itu, Pemkab Sergai harus mempersiapkan terjadinya alih pengetahuan dan regenerasi melalui perlindungan dan pengembangan karya kreatif untuk kesejahteraan para pelaku budaya, pungkas Bupati.

Kegiatan Turut dihadiri Kapolres Sergai, Dandim 0204/DS, Mewakili Kejari Sergai, Budayawan, Tokoh agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Para Kepala OPD, Para Camat, Serta masyarakat.

Acara berlangsung meriah dengan diisi berbagai tarian etnik Sumatera Utara, Talkshow tentang budaya masa kini dan nanti, pembacaan Puisi serta di isi oleh para Seniman Sergai.

Teks/Editor: Lenti

Reporter : Jefri

Admin: Julia

92 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *