Komitmen Pemkab Sergai untuk Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Baik

Sei Rampah

Korupsi merupakan masalah yang serius dan telah menjadi duri dalam daging dalam upaya menyejahterakan rakyat serta membangun perekonomian negara. Menghadapi masalah ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Ditemui di ruang kerjanya, di Sei Rampah, Senin (1/4/2024), Bupati Sergai H. Darma Wijaya Hal ini sesuai dengan komitmen Pemkab Sergai yaitu menyelenggarakan pelayanan publik dengan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan baik (clean and good governance) sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku.

“Pemkab Sergai telah mencanangkan berbagai program strategis melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sergai. Program-program ini bertujuan untuk terus menerus melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pertanggungjawaban keuangan negara, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga ke tingkat kabupaten. Salah satu fokus utama adalah menjamin pertanggungjawaban keuangan yang akuntabel dan transparan sehingga dapat terhindar dari tindak pidana korupsi,” ujar Darma Wijaya.

Menurut Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik ini, untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik, salah satu langkah yang harus dilakukan adalah melalui sistem pengawasan yang efektif. Dalam hal ini, ia berpendapat peran dan fungsi Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) sangat penting. Inspektorat sebagai APIP memiliki fungsi strategis sebagai pilar dalam melakukan pengawasan dan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan.

“Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menyampaikan bahwa Inspektorat daerah sebagai aparat pengawasan internal pemerintah harus berperan sebagai quality assurance. Mereka harus menjamin bahwa suatu kegiatan dapat berjalan secara efisien, efektif, dan sesuai dengan aturannya. Bahkan, Inspektorat dapat berperan sebagai mitra strategis pimpinan dan jajaran manajemen dalam menyelesaikan berbagai masalah pemerintahan serta dapat menjadi Trusted Advisor bagi organisasi dalam mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi,” ujar Bang Wiwik.

Bupati Sergai tak lupa mengingatkan kembali seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk dapat memanfaatkan dua peran APIP dengan maksimal. Hal ini dimaksudkan agar dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dan menghindari terjadinya penyalahgunaan wewenang yang dapat menyebabkan kerugian daerah.

“Tindakan pencegahan serta penindakan korupsi yang harus berjalan bersama sehingga kedua aksi ini dapat saling mengoptimalkan. Upaya pencegahan dan penindakan korupsi yang berjalan seiring akan menciptakan lingkungan pemerintahan yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel,” yakinnya.

Dengan komitmen yang kuat ini, ia berharap Pemkab Sergai dapat terus maju dan berkembang, membawa kesejahteraan bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Korupsi, yang telah lama menjadi duri dalam daging pembangunan, harus dapat diatasi melalui langkah-langkah yang tegas dan komprehensif, demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” tandasnya.

72 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *