Komitmen dan Upaya Pemkab Sergai Turunkan Stunting

Seperti pepatah “Hasil Tidak Akan Mengkhianati Usaha”. Demikianlah perjuangan, kerja sama dan kerja keras bersama dari seluruh pihak hingga prevalensi stunting di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dapat diturunkan sebesar 6,7% dari semula 21,1 % pada tahun 2022 menjadi 14,4 % pada tahun 2023.

Tak main-main dan bukan hal mudah dalam mempersiapkan generasi emas 2045. Saat ini jajaran pemerintahan sedang getol untuk mempersiapkan hal tersebut. Salah satunya mempersiapkan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Kenapa harus bebas stunting? Pasalnya, stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia dua tahun di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera dientaskan karena akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045.

Masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.

Sebagai informasi awal tahun 2021, Pemerintah Indonesia menargetkan angka Stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024. Presiden Joko Widodo juga menunjuk Kepala BKKBN, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting.

Dokter Hasto dalam laman Kominfo.go.id mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mencegah lahirnya bayi-bayi stunting di dalam keluarga dengan cara menyiapkan betul remaja putri yang akan menikah harus sehat. Dan bagi para ibu yang akan menambah lagi anaknya harus sehat juga.

Dalam berbagai kesempatan, baik Bupati Sergai H Darma Wijaya maupun Wabup H Adlin Tambunan kerap menyerukan untuk melakukan gempur stunting. Stunting merupakan persoalan penting yang harus dituntaskan secara bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan yang ada di masyarakat.

“Kita terus mengupayakan solusi terbaik dalam pencegahan dan penanganan stunting. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menguatkan komitmen seluruh pihak yang hadir dalam pencegahan dan penanggulangan permasalahan stunting secara bersama-sama,” ungkap Darma Wijaya saat hadir pada kegiatan Rembuk Stunting pada 20 Mei 2024 lalu.

Percepatan penurunan stunting pada balita adalah program prioritas pemerintah sebagaimana termaksud dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Target nasional pada tahun 2024 sendiri merupakan prevalensi stunting turun hingga 14%.

Bupati juga menegaskan agar dilakukan sinkronisasi program kegiatan lintas perangkat daerah dan desa yang dapat mendukung keberhasilan program penanganan stunting.

Ragam Kegiatan Turunkan Stunting

Seluruh elemen ambil bagian dalam upaya penurunan stunting, salah satunya yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Teluk Mengkudu bersama Puskesmas Sialang Buah yang berhasil mendapat peringkat kedua dalam Dapur Dahsyat.

 

Kegiatan Dapur Dahsyat ini merupakan inovasi untuk pemberian makanan bergizi dalam melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) pada kelompok sasaran sebagai upaya penanggulangan stunting pada balita,

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Puskesmas Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu Rahmah Fitri, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa sebagai upaya mendukung penurunan angka stunting, Puskesmas Sialang Buah kerap menurunkan tenaga medis yang merupakan bidan desa maupun para kader kesehatan untuk melaksanakan Posyandu di berbagai wilayah kerja Puskesmas Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu,

“Peran Posyandu di tengah masyarakat sangatlah besar, Meski identik dengan bayi dan balita namun kegiatan ini tak hanya menyasar pada hal tersebut saja, masih banyak program Posyandu yang juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui maupun pasangan usia subur,” ujarnya.

Ia menambahkan jika Ketua TP PKK Kecamatan Teluk Menmgkudu juga rutin mengunjungi Posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sialang Buah.

Menurut Rahmah Fitri, kegiatan Posyandu memiliki banyak manfaat yang bisa diperoleh tanpa mengeluarkan biaya sehingga sangat meringankan beban ekonomi masyarakat.

“ Tak hanya itu manfaat Posyandu lainnya antara lain bisa memberikan beragam informasi mengenai kesehatan ibu dan anak, seperti pemberian ASI, MPASI dan pencegahan penyakit, memantau tumbuh kembang anak sehingga anak terhindar dari risiko kekurangan gizi yang bisa mengakibatkan stunting,” ujarnya.

Selain kegiatan Posyandu, lanjut Rahmah, Puskesmas Sialang Buah juga rutin melaksanakan kegiatan pelayanan KB sejuta Akseptor dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas). Pelayanan KB yang terdiri dari MOP, MOW, IUD, Implant, Suntik, Pil KB dan Kondom,

“Kami harap kehadiran Puskesmas dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan tak kalah pentingnya adalah kita bisa mencapai target penurunan stunting secara maksimal,” pungkasnya. (Ini Sergai Loh),

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

255 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *