Pengajian MTMD Kembali Digelar, Wabup Adlin Tekankan Peran Orang Tua Perkuat Ketahanan Keluarga

Dolok Merawan,


Majelis Ta’lim Muslimah Dambaan (MTMD) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kembali melaksanakan pengajian rutin pada period ke II. Kegiatan yang berlangsung di Desa Naga Raja, Kecamatan Dolok Merawan, Kamis (3/9/2026), menjadi momentum memperkuat peran keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Sergai H. Adlin Tambunan, Ketua MTMD Sergai Ny. Hj. Rosmaida Darma Wijaya, Wakil Ketua MTMD Ny. Aini Zetara Adlin Tambunan, unsur Forkopimda, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim serta ditutup dengan pelaksanaan pasar murah.

Ketua MTMD Sergai Ny. Hj. Rosmaida Darma Wijaya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian rutin MTMD periode II di Kecamatan Dolok Merawan. Ia menjelaskan, kegiatan kali ini turut menghadirkan Ketua Pengadilan Agama Sei Rampah untuk memberikan edukasi kepada jamaah mengenai permasalahan keluarga, khususnya pentingnya peran orang tua dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan kesehatan dan kesempatan untuk kembali hadir bersama dalam kegiatan rutin MTMD. Pada periode kedua ini, kita juga menghadirkan Ibu Ketua Pengadilan Agama (PA) untuk memberikan edukasi, khususnya terkait peran orang tua dalam menjaga keutuhan keluarga,” ujarnya.

Ny. Hj. Rosmaida juga menjelaskan bahwa kegiatan MTMD dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan pembagian periode kegiatan. Pengajian periode pertama berlangsung dari Januari hingga Juni, dilanjutkan dengan tabligh akbar pada pertengahan tahun, kemudian pengajian periode kedua yang dilaksanakan secara bergilir di kecamatan-kecamatan se-Kabupaten Sergai.

“Ini menjadi kegiatan perdana pada putaran kedua di Kecamatan Dolok Merawan. Setelah periode pertama Januari sampai Juni, kita melaksanakan tabligh akbar pada pertengahan tahun. Selanjutnya, mulai September hingga November, kami akan kembali berkeliling melaksanakan pengajian di 17 kecamatan yang ada di Sergai,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PA Sei Rampah Asri Handayani, S.H.I., M.E., menyampaikan edukasi mengenai pentingnya ketahanan keluarga. Dalam penyampaiannya, ia menyoroti tingginya angka perkara perceraian serta meningkatnya perkara dispensasi kawin di Kabupaten Sergai.

Ia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Pengadilan Agama Sergai menerima 1.552 perkara perceraian. Sementara hingga awal September 2026, tercatat 1.121 perkara perceraian telah masuk.

“Sebagai gambaran, tingkat perceraian di Sergai masih cukup tinggi. Pada tahun 2025 terdapat 1.552 perkara perceraian, sedangkan untuk tahun 2026 hingga saat ini sudah tercatat 1.121 perkara,” ungkapnya.

Selain persoalan perceraian, Asri Handayani juga menyoroti perkara dispensasi kawin yang mengalami peningkatan. Ia menyebutkan, jumlah perkara tersebut meningkat dari enam perkara pada tahun sebelumnya menjadi 12 perkara pada tahun berjalan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memberikan pemahaman, pengawasan, sekaligus menjadi teladan bagi anak-anak.

“Peran orang tua sangat diperlukan untuk mencegah dispensasi perkawinan. Orang tua harus menjadi panutan dan role model dalam keluarga, terutama ibu, karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wabup Sergai H. Adlin Tambunan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan MTMD yang dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Menurutnya, pengajian tidak hanya menjadi wadah untuk meningkatkan keimanan dan pemahaman keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

“Ada berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasinya adalah dengan mengaktifkan pengajian-pengajian di Kabupaten Sergai,” ujarnya.
Wabup Adlin mengatakan, persoalan sosial seperti perceraian dini dapat memberikan dampak terhadap keharmonisan keluarga dan tumbuh kembang anak. Karena itu, ia berharap para ibu yang hadir dapat mengambil peran sebagai penguat sekaligus penyejuk di tengah keluarga.

“Kami berharap ibu-ibu dapat menjadi penyejuk dan penguat di tengah keluarga, sehingga kehidupan rumah tangga tetap harmonis. Mudah-mudahan melalui pengajian ini, kita dapat bersama-sama mewujudkan keluarga dan masyarakat yang harmonis di Kabupaten Sergai,” harapnya.

Selain penguatan ketahanan keluarga, Wabup Adlin juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar terhindar dari berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini, di antaranya penyalahgunaan narkoba, judi online, dan pinjaman online.

Ia menekankan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui perhatian, pendampingan, komunikasi, serta keteladanan orang tua di dalam keluarga.

“Kami berharap ibu-ibu dapat mengawasi dan mendampingi anak-anak agar tidak terlibat dalam narkoba, judi online, maupun persoalan sosial lainnya. Kebiasaan negatif sering kali berawal dari rasa ingin tahu atau sekadar mencoba, yang kemudian dapat berkembang menjadi masalah,” tambahnya.

Usai sambutan dan sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan tausyiah agama yang disampaikan Ustadz Tipe Sukma Pernanda, M.Pd. Tausyiah tersebut menjadi bagian dari rangkaian MTMD untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antarjamaah. (Media Center Sergai).

Teks/Editor :Lailan/Lenti/Rini Ry
Reporter : Maya+Dafinta
Admin :Maya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Scroll to Top