Sei Rampah,
Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) terus memperkuat berbagai upaya untuk mempertahankan status eliminasi malaria dan mencapai zero indigenous malaria atau nol kasus malaria lokal hingga akhir tahun 2026.Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Evaluasi Penanggulangan Malaria terkait peningkatan kasus dan Kejadian Luar Biasa (KLB), yang dirangkaikan dengan penyusunan matriks rencana aksi zero indigenous malaria bersama perangkat daerah terkait.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan, Kompleks Kantor Dinas Pendidikan, Sei Rampah, Selasa (20/10/2026).Matriks rencana aksi yang dibahas memuat berbagai kegiatan beserta jadwal pelaksanaan oleh masing-masing perangkat daerah selama periode September hingga Desember 2026.

Penyusunan matriks ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan memastikan setiap langkah penanggulangan malaria berjalan secara terarah dan terukur.Bupati Sergai, H. Darma Wijaya, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan bahwa strategi penanggulangan malaria difokuskan pada tiga wilayah, yakni Kecamatan Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin, dan Bandar Khalipah.
Menurutnya, terdapat enam strategi utama yang harus dijalankan untuk mencapai target tersebut. Strategi itu meliputi pembentukan tim penanggulangan malaria, penguatan koordinasi lintas sektor, penguatan surveilans dan respons cepat, pelibatan masyarakat dan kader, peningkatan kualitas laboratorium, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara rutin.


“Zero indigenous malaria bukan sekadar target administratif, tetapi merupakan tujuan yang harus benar-benar dituntaskan di tengah masyarakat. Karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak agar upaya eliminasi malaria dapat berjalan optimal,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, narasumber dr. Ferdinand J. L., DMM, MPHM, menyampaikan materi mengenai penguatan Forum Komunikasi Daerah (FKD) dalam kesiapsiagaan dan respons dini terhadap KLB sebagai salah satu strategi menuju eliminasi malaria tahun 2030.Ia menjelaskan bahwa FKD yang ideal perlu melibatkan berbagai unsur agar upaya pencegahan dan penanggulangan malaria dapat dilakukan secara terpadu.

Unsur inti pemerintahan meliputi Dinas Kesehatan, Puskesmas, RSUD, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), dan Bapperida.Selain itu, keterlibatan lintas sektor juga diperlukan, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta TNI dan Polri.
Unsur lainnya mencakup lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas, seperti PKK, kader malaria, tokoh adat, serta organisasi perempuan. Sektor swasta, termasuk Baznas dan perusahaan di bidang pertambangan, perkebunan, serta pelayaran, juga diharapkan berperan aktif. Sementara itu, penyintas malaria dapat dilibatkan sebagai bagian dari jejaring pelaporan dini.
Ferdinand menambahkan, terdapat empat pilar utama dalam penguatan FKD, yakni sistem deteksi dini berbasis komunitas, kesiapsiagaan, respons dini yang terkoordinasi, serta keberlanjutan dan akuntabilitas pendanaan.“Keempat pilar tersebut penting untuk memastikan setiap potensi kasus dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani secara cepat, tepat, serta terkoordinasi,” ujarnya.
Rapat evaluasi ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Bapperida Sergai Romian P. Siagian, Kepala Dinas Kesehatan Yohnly Boelian Dachban, perwakilan perangkat daerah, Camat, serta Kepala Puskesmas Tanjung Beringin, Teluk Mengkudu, dan Bandar Khalipah.Hadir pula narasumber dr. Restuti Hidayani Saragih, Sp.PD, Subsp.P.T.I.(K), FINASIM, M.H.(Kes), yang menyampaikan materi mengenai upaya menuju Serdang Bedagai bebas malaria.
Melalui rapat evaluasi dan penyusunan rencana aksi ini, Pemkab Sergai berharap seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan pelaksanaan langkah-langkah penanggulangan malaria berjalan efektif demi mewujudkan target nol kasus malaria lokal pada akhir 2026 dan mendukung eliminasi malaria secara berkelanjutan. (Media Center Sergai).
