Sei Rampah,
Persentase penduduk miskin di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) turun dari 6,18 persen pada 2025 menjadi 5,85 persen pada 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sergai merilis penurunan dalam lima tahun terakhir, dari 7,82 persen pada 2022.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sergai Nurchinta Depi Tambunan, S.Si, Kamis (22/10/2026) di ruang kerjanya mengatakan, data tersebut dapat menjadi rujukan masyarakat untuk mengetahui perkembangan kemiskinan di daerah berdasarkan statistik resmi.
“Data BPS menunjukkan persentase penduduk miskin di Sergai terus menurun dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, angka ini tetap perlu kita cermati sebagai bahan untuk melihat kondisi masyarakat dan tantangan persoalan perekonomian dan kemiskinan yang masih dihadapi,” ujarnya.
Dalam infografis Statistik Kemiskinan Kabupaten Sergai 2026, lanjut Kadis Kominfo, BPS juga mencatat persentase penduduk miskin Sergai sebesar 5,85 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Sumatera Utara yang mencapai 7,10 persen.

Dengan angka tersebut, persentase kemiskinan Sergai berada pada posisi keempat terendah di antara 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, jelasnya.Lebih lanjut disampaikannya, BPS turut mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) sebesar 0,66 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) sebesar 0,15. Kedua indikator ini melengkapi data persentase penduduk miskin dengan menunjukkan kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan serta tingkat ketimpangan pengeluaran di antara mereka.“ Garis kemiskinan Sergai pada 2026 tercatat sebesar Rp580.781 per kapita per bulan.
Angka ini merupakan batas pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, bukan batas gaji atau pendapatan seseorang,” bebernya. Dengan capaian 5,85 persen pada tahun 2026 ini, menunjukkan bahwa target Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai yaitu sebesar 5,90 persen telah terlampaui (tercapai).
Terakhir, Nurchinta mengutarakan bahwa penyampaian data statistik kepada masyarakat perlu mengacu pada sumber data resmi agar informasi yang diterima dapat dipahami secara tepat dan masyarakat dapat mengikuti trend perkembangan Pembangunan dan kemasyarakatan. “Kami menyampaikan data ini agar masyarakat mengetahui perkembangan kemiskinan di Sergai berdasarkan data BPS. Harapannya, informasi statistik dapat dipahami dengan baik dan menjadi pengetahuan bersama mengenai kondisi daerah.” (Media Center Sergai).
