Pelaku Seni Budaya Sergai Rindukan Terwujudnya Sanggar Seni

DIALOG : Sejumlah pelaku seni dan budaya Tim Revitalisasi Budaya Lokal Kabupaten Sergai ke Kabupaten Kampar tengah berdialog dengan Bupati H. Soekirman (kedua dari kiri) disela-sela acara temu ramah bertempat di Aula Hotel Altha Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Riau pada senin malam (10/4). MCSerdangbedagai/Indan.

Bangkinang, Riau, MCSerdangbedagai.com

Keberagaman seni dan budaya suatu daerah menjadi penarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri untuk mengunjungi wilayah tersebut. Dalam perkembangannya, berbagai aspek dapat mempengaruhi maju mundurnya serta keberhasilan suatu daerah tersebut memelihara seni dan budaya tersebut agar tidak hilang ditelan zaman yang salah satunya keberadaan Sanggar Seni milik pemerintah kabupaten.

Demikian disampaikan Guntoro, 28 tahun, seniman asal Kecamatan Pantai Cermin pada saat temu ramah Tim Revitalisasi Budaya Lokal Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ke Kabupaten Kampar dengan Bupati Sergai H. Soekirman serta Kadis Pendidikan Joni Walker Manik dan Kadis Pemuda , Olah Raga, Pariwisata dan Budaya Santun Banjarnahor bertempat di Aula Hotel Altha Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Riau pada senin malam (10/4) waktu setempat.

Sosok Guntoro yang biasa membawakan tari wayang orang pada setiap pagelaran seni budaya di dalam dan diluar daerah menyatakan rasa terima kasih dan tersanjung atas dipilihnya termasuk salah satu dari sekian saja pelaku seni dan budaya yang ikut serta dalam Tim Revitalisasi Budaya Sergai ke Kampar hari ini dan bangga membawa nama Sergai dalam melestarikan budaya lokal daerah.

Pemilik sanggar Sinar Budaya yang memiliki kostum wayang orang yang terbilang lengkap sehingga mendukung keberagaman tampilan budaya Tanah Bertuah Negeri Beradat ini menyatakan siap menyelenggarakan “Pagelaran Wayang Orang” yang mengundang peserta dari dalam darah dan luar daerah. Hal tersebut menjawab tantangan Bupati yang ingin keunggulan Sergai ini dikenal oleh daerah lainnya.

Senada dengan itu Poniman, 65 tahun, pelaku Seni yang sekaligus Ketua Paguyuban Temu Kangen Bedah Budaya Jawa menyatakan pentingnya Sanggar Seni Budaya Kabupaten Sergai untuk mengumpulkan dan menjadi sentra tempat berkumpul dan belajarnya bibit-bibit seni dan budaya di Sergai. “Dengan adanya sanggar seni budaya Kabupaten Sergai dapat meningkatkan dan melestarikan budaya. Hal ini agar kita tidak menjadi orang mengaku punya budaya akan tetapi tidak berbudaya. Karena orang yang berbudaya tentunya santun dan memiliki jiwa yang luhur, tukas Poniman.

Sementara itu H. Adam Nuh, tokoh melayu dari Tanjug Beringin serta Mahyu Daniel, 30 tahun, perwakilan Sanggar Tari Tanjung Beringin yang mempopulerkan tarian “Gobuk” menimpali bahwa budaya ini universal, tidak hanya tentang adat dan budaya, akan tetapi ada didalamnya gotong royong, kesantunan, toleransi dan kebersamaan dalam keberagaman. Ia sepakat pentingnya Sanggar Seni dan Budaya dibentuk agar menjadi wadah tokoh-tokoh budaya untuk menggali, melestarikan dan menggiatkan pembelajaran seni budaya kepada generasi muda yang jadi penerus bangsa.

Lain halnya dengan rekan pelaku seni yang lain, penulis puisi asal Pematang Setrak, Ramli Proyatno, 65 tahun menginginkan agar lebih diperhatikan para pelaku seni dan budaya yang ada di Sergai ini. Potensi dan jumlahnya sebenarnya cukup banyak, namun karena perhatian yang kurang maka terbiarkanlah pelaku seni dan budaya itu seperti tak bersemangat, melakukannya untuk apa dan untuk siapa?, Ramli menuturkan.

Sebelumnya Bupati H. Soekirman mengatakan akan memperhatikan aspirasi pelaku budaya mulai dari pengumpul cerita rakyat, pemelihara tari gobuk, harapan dari Guntoro dan saran dari H. Adam Nuh bahwa banyak seni dan budaya sergai yang layak untuk dikolaborasi menjadi sebuah pertunjukan yang menjadi kebanggan Sergai.

Mari berkaca pada kunjungan kita kali ini ke Kabupaten Kampar yang mempunyai monumen sejarah berupa candi muara takus yang bersejarah serta banyaknya cerita rakyat yang menarik minat orang untuk datang. Daerah kita juga tentunya banyak hal tersebut itu, kalau kita buat Pagelaran Wayang Orang serta Festival Seruling Bambu dengan mengundang seluruh negara yang mempunyai seruling bambu menjadi terobosan luar biasa dan berguna besar untuk kemajuan seni dan budaya di Tanah Bertuah Negeri Beradat ini, ujar Bupati dengan semangat. (MCSerdangbedagai/Indan)

 

382 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *