Jajaran Pemkab Sergai Peringati Hari Bela Negara Tahun 2018

Sei Rampah, Penetapan peristiwa bersejarah ini sebagai Hari Bela Negara merupakan penegasan bahwa Bela Negara sejak dulu telah memiliki konteks yang sangat luas. Bela Negara tidak dapat hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi. Segenap Aparatur Negara baik Sipil maupun Militer yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok tanah air sesungguhnya sedang melakukan Bela Negara. Merekalah yang telah membuat Republik ini bisa tetap eksis untuk hadir melayani rakyatnya.

Demikian sambutan tertulis Presiden RI Joko Widodo yang dibacakan oleh Wabup Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya saat menjadi Pembina Upacara memperingati Hari Bela Negara bertempat di halaman Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (19/12). Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sergai Riyadi, S.Pd, Kakan Kemenag Sergai, perwakilan Polres Sergai, perwakilan Kodim 0204/DS, perwakilan Kajari Sergai,  para Asisten, Staf Ahli Bupati, para Pelabat JPT Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas serta ratusan ASN di lingkungan Pemkab Sergai.

Lebih lanjut dikemukakan Presiden bahwa Bela Negara adalah kerjasama segenap elemen bangsa dan negara. Bukan hanya pemerintah, apalagi sekedar nomenklatur program instansi atau satuan kerja tertentu saja. Bela Negara terutama adalah wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat. Dunia usaha, dunia pendidikan, media hingga tokoh pemuda, tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesi masing-masing.

Sebagai sebuah contoh, di tengah banyaknya tantangan yang melintas batas ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan nasional, bangsa lain telah semakin jauh memasuki era robotik. Tahun ini negara kita sudah memulai langkah dengan merampungkan roadmap industri 4.0. Dengan demikian Presiden menegaskan bahwa roadmap ini bukan untuk gagah-gagahan. Roadmap ini pun dapat dianggap sebagai manifestasi Bela Negara, kata Presiden.

Kesadaran Bela Negara, nilai-nilai luhur bangsa, kearifan lokal dan keaslian lingkungan hidup kita jelas tidak mungkin diserahkan kepada kecerdasan buatan yang sangat tergantung ketersediaan alat, koneksi jaringan dan listrik. Semuanya harus ditanamkan dalam jiwa dan raga segenap bangsa Indonesia sejak dini. Antara lain melalui kewajiban mengikuti pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta aksi nasional Bela Negara diberbagai bidang.

Hal ini diperlukan cara-cara yang inovatif serta adaptif dengan perkembangan zaman agar anak-anak muda kita mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kecintaanya pada tanah air. Merekalah yang akan menahkodai kapal besar RI di masa depan, ujar Presiden RI Joko Widodo.  MC Sergai/vivi

400 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *