Ngunduh Mbok Sri atau Wiwit Pantun Pertama dirangkai dengan Paguyuban Bedah Budaya

Bupati Soekirman harap semua suku dapat melestarikan dan merevitalisasi budaya
Tanjung Beringin,Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman menghadiri acara Ngunduh Mbok Sri atau Wiwit Pantun (pagi) Pertama yang dirangkai dengan acara Paguyuban Bedah Budaya bertempat di Dusun I Desa Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin, Rabu (6/2).
Selain Bupati Soekirman hadir juga Kajari Sergai Jabal Nur, SH, MH,  Camat Tanjung Beringin Muhammad Fahmi, S.STP, mewakili Forkopimda Sergai, tokoh pemuda Dimas Tri Adji serta ratusan masyarakat Jawa Sergai.
Usai mengunduh mbok Sri (pagi) Bupati Soekirman dengan menggunakan bahasa Jawa menyampaikan rasa syukur Alhamdulillah karena kini  jalan menuju ke desa ini telah lebih baik, namun di balik jalan yang baik banyak tugas kita selaku orang tua untuk mengontrol anak-anak kita agar tidak terbuai dengan jalan yang baik itu dalam mengendarai kendaraan bermotornya.
Jalan menuju desa ini lanjutnya,  merupakan  jalan desa,  kapasitas jalan pun hanya 8 ton yang menduduki  kelas tiga. Oleh karenanya kepada jajaran pemerintahan  desa agar membuat aturan penggunaan jalan  dan pengawasan terhadap tonase yang melintasi  jalan tersebut, sehingga nantinya jalan ini dapat bertahan lebih lama, harapnya.
Ditambahkan Bupati Sergai bahwa kita sebagai orang tua harus terus mengawasi anak-anak kita dari jerat narkoba yang dapat menghancurkan masa depan para generasi penerus bangsa.
Selain itu juga, Bupati mengajak  seluruh yang hadir untuk menjunjung  tinggi dan bersyukur atas panen yang dihasilkan petani.  Sebagai simbol hari ini kami jemput dewi sri namun bukan hanya dijemput saja,  kami di sini juga menggunakan upacara yang di sertai dengan doa,  kemudian kita muliakan dengan di jemput oleh seorang ibu yang mengenakan kedalam rinjing untuk dibawa pulang, terangnya.
 Kesemua itu sebagai simbol agar panen yang akan datang menghasilkan padi yang lebih banyak dari pada hari ini serta tanamannya tetap subur. Inilah  yang merupakan rasa syukur orang Jawa,  walaupun jauh di peratauan tidak di tanah Jawa namun kami juga masih memegang teguh adat dan budaya tersebut, tukas Soekirman.
Diakhir sambutannya Bupati berharap semua suku yang ada di Indonesia terkhusus di Sergai,  semuanya memiliki kearifan lokal. Hal ini bagaimana kita bisa menghargai alam,  bagaimana bersyukur pada tuhan. ” semoga semua suku disamping suku Jawa tetap melestarikan dan merevitalisasi budayanya,” pungkas Soekirman.
Di sela sela acara Bupati Sergai Ir H Soekirman menyempatkan diri memberi nama sebuah jalan tepat di depan terselenggaranya acara tersebut  dengan nama ” Dewi Sri”, yang dinyakininya dapat mempermudah masyarakat yang hendak berkunjung ke tempat tersebut.Mc/Sergai/Nrl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *