Sergai Akan Jadi Masterplan Dalam Pengelolaan Sampah

Sei Rampah,
Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menjadi salah satu daerah Masterplan Pengelolaan Sampah dari Swedish Energy Agency dan Bisnis Sweden. Hal ini terbukti dengan kehadiran NGO Swedia saat melakukan audensi dengan Bupati Sergai Ir H Soekirman, di ruang kerjanya Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah, Jumat (4/10/219).
Perwakilan dari Swedish Energy Agdncy Paul Westin mengutarakan bahwa bisnis Sweden Organisasi Employment, concern dalam bidang pelestarian alam dan penanggulangan masalah sampah. Negara Swedia memiliki long story dengan pemerintah Indonesia, tahun 2017 sempat ada MOU tentang energi namun tidak ditindaklanjuti.
Saat ini, lanjut Paul Westin, Sumut tidak memiliki masterplan pengelolaan sampah untuk tingkat provinsi. Untuk itu Swedish Energy Agency bersama Bisnis Sweden memberikan support penyediaan master plan pengelolaan sampah namun belum untuk keseluruhan termasuk Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo). Akan ada penambahan berdasarkan pertimbangan beberapa aspek sehingga Kabupaten Sergai menjadi termasuk didalamnya.
Hal ini disebabkan Sergai secara jarak lebih dekat dibandingkan Karo serta memiliki potensi pengelolaan sampah yang dianggap potensial. ” Selain memiliki Kepala Daerah yang yang tanggap dan peduli sampah, juga beberapa gerakan bersama yang telah dilaksanakan dan cukup dianggap signifikan dalam mendukung pelestarian alam melalui penanggulangan masalah sampah,” ungkap Paul Westen.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sergai Ir H Soekirman menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dipilihnya Sergai sebagai salah satu bagian dari Masterplan Pengelolaan Sampah dari Swedish Energy Agency dan Bisnis Sweden pada hari ini.
 Saat ini, sebut Bupati,  sampah plastik sangat mengkhawatirkan. Saya setiap hari melihat jalanan, sungai hingga bendungan penuh dengan sampah plastik serta bekas popok bayi yang sulit didaur ulang sehingga memenuhi sungai serta parit yang dapat mencemari sungai, juga merusak keindahan sungai itu sendiri.
Soekirman berpendapat, saat ini kita tengah dalam kondisi darurat sampah khususnya plastik.
Beberapa upaya dari Pemkab Sergai dengan mencanangkan Gerappah (Gerakan Pelajar Peduli Sampah) dan Gema Losari (Gerakan Masyarakat Membuat Lobang Sampah Sendiri)
Faktor yang paling utama penyebab masih belum efektifnya program penanggulangan sampah tersebut hingga saat adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam menyikapi permasalahan sampah, ujarnya.  Sekali lagi Bupati menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini. ” Kami mendukung penerapan master plan pengelolaan sampah sehingga nantinya permasalahan sampah dapat ditanggulangi bersama,” tandasnya.
Turut serta dalam audensi, Asisten Ekbangsos Ir H Kaharuddin, Kadis Kominfo Drs H Akmal, M.Si, Kadis Lingkungan Hidup Panisean Tambunan, perwakilan NGO Swedish Energy Agency Paul Westin dari dan perwakilan Bisnis Sweden Erik Odar.(Mc/Sergai/Nurul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *