Bupati Soekirman : Lembaga ARI, Wadah Eksposur Potensi Pertanian Organik di Sergai  

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman, Jumat (4/10/2019) di ruang kerjanya Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, menerima kunjungan Asian Rural Institute (ARI) yang merupakan salah satu lembaga internasional berpusat di bagian Utara Kota Tokyo di Jepang dengan concern kepada pengembangan bidang pertanian melalui pelatihan-pelatihan pada seluruh masyarakat dunia.

Turut serta dalam audensi,  Plh. Asisten Pemerintahan Umum Drs Fajar Simbolon, M.Si, Kadis Kominfo Drs H Akmal, M.Si, Kadis Pertanian Radianto Panjis, SP, MMA, Kabag Kesra Arianto, S.Pd, M.Si, Kabag Umkap M. Safransah Putra Nasution, serta Pengurus Asian Rural Institute.

Pengurus ARI Osten Matondang menyampaikan maksud kunjungan ini adalah dalam rangka silaturahmi serta pemberitahuan kepada Bupati Soekirman selaku alumni ARI yang sukses menjadi Kepala Daerah tentang akan diadakannya kegiatan Pertemuan Alumni ARI Internasional yanh direncanakan digelar di Parapat pada 5-9 Nopember 2019 nanti.

Osten menjelaskan, pada rangkaian kegiatan tersebut terdapat eksposur yaitu mengunjungi lokasi pertanian organik atau daerah yang memiliki potensi studi banding serta kegiatan yang bermanfaat lainnya dengan memilih Kabupaten Sergai sebagai salah satu destinasinya. Untuk kegiatan tersebut sudah terkonfirmasi 30 orang dari beberapa negara antara lain Jepang, Srilangka, India, Rwanda, dan lainnya.

Pada pelaksanaannya, peserta kegiatan akan dibagi menjadi 4 (empat) wilayah salah satunya di Sergai pada tanggal 6 Nopember mendatang. Pada event tersebut selain fokus terhadap pertanian khususnya organik, nantinya akan diterapkan tentang penghematan penggunaan kertas serta pembahasan masalah sampah plastik, ujar Osten Matondang menyampaikan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sergai Ir H Soekirman mengemukakan, sebagai alumni ARI memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan Pertemuan Alumni ARI Internasional dengan salah satu rangkaiannya adalah eksposur potensi pertanian di Kabupaten Sergai.

Soekirman berpendapat, lebih nyaman diskusi di lapangan agar saran saya selaku Bupati lebih efektif dalam pemanfaatan waktu sehingga langsung dilaksanakan eksposur saat sampai dari Bandara Kuala Namu. Nantinya peserta akan meilihat langsung proses hingga komoditinya yang menjadi unggulan desa serta dapat lebih mengenali potensi sumber daya alam daerah tersebut.

” Saya merekomendasikan untuk dijadikan tujuan eksposur adalah daerah unggulan padi organik seperti Lubuk Bayas atau Pematang Setrak untuk meninjau lahan pertanian organik,” katanya.

Kemudian sebagai alumni ARI, Bupati memiliki konsep  bagaimana caranya kita coba pecahkan rekor atau hal yang mendunia agar menjadi trigger (pemicu) kepada pemerintah juga dapat mengirimkan wakilnya menjadi bagian dari ARI.

Sejalan dengan promosi wisata desa di Desa Melati, lanjut Bupati, yang saat ini sedang kita galakkan, bahwa program ARI akan sangat memberikan manfaat bagi Kabupaten Sergai khususnya peningkatan PAD melalui sektor pariwisata pertanian dan perkebunan.  Sehingga nantinya efeknya bukan hanya People to People, namun nantinya menjadi People to Government dan bahkan menjadi Government to Government.

Bupati menambahkan, Human Resource Development seperti ARI ini sangat penting kita sebarluaskan sejalan dengan perkembangan teknologi. Sebab saat ini penguasaan teknologi serta multi bahasa sangat penting agar tidak tertinggal dan tergilas oleh zaman.

” Kedepannya kita berharap untuk membangun kesepakatan dengan ARI apakah mungkin ada MoU untuk saling belajar dan berbagi ilmu pertanian sehingga dapat berhasil sesuai harapan, profesional serta bermanfaat bagi masyarakat banyak,” harap Soekirman. MC Sergai/vivi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *