Cegah Coronavirus, Pemkab Sergai Giat Lakukan Sosialisasi

Sei Rampah,

Walau belum ada laporan korban terjangkit Novel Coronavirus (2019-nCoV) di Indonesia sejak Desember tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) lewat Dinas Kesehatan tetap aktif melakukan tindakan preventif menghadapi wabah yang tercatat per hari ini (06/02/2020) menurut catatan WHO yang di publish lewat kanal Liputan6.com sudah memakan 565 korban jiwa di RRT, Hong Kong dan Filipina ini.

Dalam keterangannya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sergai dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes, MM, menyampaikan jika pihaknya telah melakukan upaya pencegahan berupa sosialisasi dan turun langsung ke lapangan untuk memberi informasi  kepada masyarakat perihal penularan virus ini.

“ Kami telah melakukan jumpa pers dan sosialisasi lewat lembaga penyiaran Radio Sergai FM. Melalui surat edaran yang kami sampaikan kepada Rumah Sakit, Puskesmas maupun pusat kesehatan lainnya. Kami juga turun ke desa-desa untuk melakukan pengobatan gratis. Melalui kegiatan ini kami bisa melakukan deteksi dini terhadap gejala Corona sehingga kami juga dapat segera mengambil tindakan tepat,” sebut dr. Bulan disela-sela rutinitasnya.

Bulan berujar virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas. Kemungkinan penularannya dapat melalui kontak langsung, contohnya melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batuk atau bersin dan kontak kulit. Ia menambahkan, penularan virus juga bisa secara tidak langsung yaitu melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus.

Sedangkan perihal gejala, Kadis Kesehatan menyebut demam terjadi pada 90% kasus. Penderita juga mengalami kelelahan, batuk kering, sakit kepala, sesak napas atau gejala yang mirip dengan pneumonia. Sinar-X pada dada juga menunjukkan tanda-tanda khusus di kedua paru-paru. Tanda-tanda vital umumnya stabil pada saat masuknya mereka yang dirawat di rumah sakit. Selain itu tes darah biasanya menunjukkan jumlah sel darah putih yang rendah (leukopenia dan limfositopenia), terang dr Bulan.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Sergai Liagustina Simamora, S.Km mengatakan jika masyarakat bisa mencegah penularan penyakit virus korona dan virus-virus berbahaya lainnya lewat pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan dan menggunakan masker jika bepergian keluar rumah. “Kita juga mesti menghindari kontak dengan orang yang terindikasi pneumonia dan baru pulang dari negara yang telah ditemukan kasus penularan, untuk mencegah penularan, ujarnya.

Jika menemukan gejala kasus seperti di atas, masyarakat dapat menghubungi Pusat Krisis Kesehatan melalui Call Center : Corona Virus Kemenkes di nomor 021 521 0411 dan 0812 1212 3119, sedangkan untuk informasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sergai  dapat menghubungi nomor : 0852 7616 0011, sebut Liagustina.

Dinas Kesehatan Sergai juga bekerjasama dengan OPD terkait guna pencegahan virus ini. Selain itu Dinas Kesehatan telah dua kali diundang oleh Pemerintah Provinsi guna membahas kewaspadaan dini terkait coronavirus maupun isu-isu kesehatan lainnya, terang Liagustina.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Drs. H. Akmal,  AP, M.Si saat diruang kerjanya Komplek Kantor Bupati Sergai di  menyebut agar warga Sergai tidak panik atau terpengaruh informasi sesat yang beredar terutama di media sosial perihal penyebaran Coronavirus. “Sampai hari ini belum ditemukan kasus penyebaran virus ini di Indonesia. Masyarakat harus bijak menanggapi seluruh informasi terutama sumbernya. Pemkab Sergai melalui pihak terkait, salah satunya Dinas Kominfo, akan rutin melakukan pengamatan dan memperbaharui informasi berbasis data dan fakta kepada masyarakat.”

Meskipun Indonesia masih bebas penularan, namun lanjut Akmal masyarakat harus tetap menjaga pola hidup sehat karena risiko penyakit bukan cuma berasal dari Corona saja. “Dan bagi masyarakat yang merasa mengalami gejala pneumonia agar segera melaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat tindakan medis,” seru Akmal. MC Sergai/vivi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *