Buka Acara PERAHU, Wabup H Darma Wijaya : ” Keunggulan Sergai ada Pada Budaya “

Perbaungan,

“Jadikanlah adat istiadat sebagai pakaian dan payung yang meneduhkan dan mengiringi setiap langkah untuk menjadikan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sebagai Kabupaten yang tidak melupa jati dirinya,” seru Wakil Bupati Sergai H. Darma Wijaya yang didampingi Ketua GOPTKI Ny Hj Rosmaida Darma Wijaya dalam sambutannya saat membuka acara Peradaban Hijau Kuning (PERAHU) yang dilaksanakan di Pantai Cemara Kembar, Kecamatan Perbaungan, Sabtu (15/02/2020) malam.

Acara yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (15-16), dan akan diisi dengan ragam kegiatan kebudayaan yang akan dibawakan oleh pemuda dan pemudi Sergai. Wabup Sergai mengapresiasi acara yang bertajuk “Mempererat Persatuan dengan Keanekaragaman Budaya di Tanah Melayu” ini karena Kabupaten Sergai memang menjadikan keragaman budaya yang eksis sebagai modal kekuatan sosial. “ Kabupaten Sergai merupakan Kabupaten dengan beragam suku, bangsa dan budaya. Mulai dari suku Melayu, Jawa, Batak, Minang, Aceh hingga Tionghoa.

Bahkan daerah ini juga didiami oleh suku Banjar dan Bali. Alhamdullilah seluruh unsur budaya yang hidup di sini terbingkai dalam persaudaraan dan kondusif,” jelas Wabup. Wabup juga menyebut secara historis, Sergai adalah tanah Melayu sehingga diharapkan dapat menjadi identitas utama dengan dukungan ataupun proses-proses asimilasi dengan berbagai suku lain yang berada di Sergai.

Dalam sambutannya, Wabup juga mewanti-wanti paparan budaya asing yang tak seluruhnya sesuai dengan adat-istiadat lokal. Pertumbuhan teknologi yang luar biasa juga punya peluang membuka lebar pengaruh budaya luar masuk dan menggerus nilai-nilai luhur kearifan lokal. “ Namun kita patut bersyukur karena Sergai mampu menunjukkan identitasnya sebagai tanah beradat karena komitmen pemerintah dan masyarakatnya yang tetap berusaha menjaga identitas diri. Bisa dibuktikan salah satunya dari banyaknya sanggar-sanggar budaya yang bermunculan yang tentu aktif memperkenalkan budaya dan kesenian yang terkandung di dalamnya,” sebut Wabup.

Apabila pelestarian budaya di Sergai kurang mendapat perhatian, lanjut Wabup, dikhawatirkan budaya yang tak ternilai harganya itu akan pelan-pelan luntur akibat invasi teknologi yang ikut membawa unsur-unsur kebudayaan yang bertentangan dengan nilai yang dianut masyarakat lokal sejak lama.

Untuk itulah Pemkab Sergai dengan program Pangan Pariwisata Budaya (Pataya) berkomitmen merawat kelestarian budaya daerah salah satunya lewat pencanangan kampung budaya di 5 desa yang adalah Kampung Budaya Batak di Kecamatan Dolok Masihul, Kampung Budaya Melayu di Kecamatan Tanjung Beringin, Kampung Jawa di Sei Rampah, Kampung Banjar di Perbaungan dan Kampung Budaya Bali di Pegajahan.

“Dengan cara mengenal, mengetahui dan memahami budaya diharapkan akan mampu menumbuhkan rasa cinta, rasa kebersamaan, rasa saling memiliki dan saling menghargai serta ikut menjaga nilai-nilai budaya positif yang telah diwariskan oleh para leluhur sehingga tidak luntur oleh pengaruh budaya luar yang lebih sering bertentangan dengan identitas kita,” pungkasnya.

Acara PERAHU ini juga dihadiri oleh Kadis Poraparbud Sudarno, S.Sos, Camat Perbaungan Drs. Benny Saragih, MM ,Tokoh Agama ,Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat serta ratusan muda mudi peserta PERAHU Sergai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *