Sergai Galang Komitmen Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis 2035

Sei Rampah,

            Sebagai bentuk keseriusan dalam bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Penggalangan Komitmen Bersama Tuberkulosis (TBC) Menuju Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2035 di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah, Selasa (10/3/2020).

Hadir dalam acara, Bupati Sergai Ir. H. Soekirman, Kepala Dinas Kesehatan dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes, Kepala OPD, para Camat, Kepala Puskesmas, serta Kepala Desa dan tamu undangan lainnya.

Mengawali sambutannya, Bupati Soekirman mengemukakan bahwa pada triwulan pertama tahun 2020 ini, kita sudah masuk pada tahap program-program kerja yang preventif khususnya pencegahan serangan penyakit TBC agar lebih proaktif dalam penanganannya.

Bupati menyebut, saat ini dunia sedang diguncang dengan virus Corona atau COVID-19. Wabah corona tentu membuat masyarakat menjadi resah. Akan tetapi kita harus bisa melakukan upaya untuk pencegahan virus tersebut yaitu dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat.   “Sebagai manusia kita harus mendekatkan diri kepada sang Pencipta dan berserah diri kepada-Nya. Dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat itu merupakan salah satu budaya yang harus terus dikembangkan agar dapat mencegah segala jenis penyakit,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut disampaikan Bupati, bahwa hari ini telah diadakan penggalangan komitmen Tuberkulosis di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat tahun 2020, oleh karena itu, saya berharap dengan kegiatan ini nantinya masalah Tuberkolosis di Sergai dapat selesai sesuai target yang ingin dicapai.

Sedangkan penyuluhan tentang TBC ini bisa dilakukan oleh tenaga pendidikan dengan memberikan pemahaman tentang hidup sehat seperti di sekolah-sekolah. “ Untuk itu perlu dilakukan keterlibatan lintas program dan lintas sektor para pejabat dalam mengambil keputusan tertinggi sampai yang terendah agar dapat turut terlibat dalam penjaringan untuk mencapai eliminasi tahun 2035,” pungkas Bupati Soekirman.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan dr.Bulan Simanungkalit,M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa TBC sebagai salah satu penyakit yang menular dan saat ini masih jadi masalah kesehatan bagi masyarakat, sehingga berpengaruh terhadap penurunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial dan ekonomi.

  1. Bulan menyebut, bahwa didasari penyebaran TBC yang tidak mengenal batas usia, TBC menular serta penularannya cepat dengan melalui membersihkan dahak atau droplet ini dapat terlihat dari penemuan TBC di seluruh UPK yang terus semakin meningkat.

“ Oleh karenanya, untuk mengendalikan penyebaran TBC, diperlukan kebersamaan dalam penjaringan suspect sampai tahap pengobatan dan diciptakanlah jejaring eksternal yang baik, sedangkan dalam pengendalian TBC adalah dengan meningkatkan kesiapan Tim TBC pada tiap Puskesmas maupun Rumah Sakit yang telah berkolaborasi dengan masyarakat.

Dari hasil evaluasi dan kegiatan terhadap penemuan kasus TBC di Kabupaten Sergai tahun 2019 pada triwulan I s/d IV terdapat  62,3% penemuan kasus dari perkiraan jumlah penduduk (613.543) di Sergai yang telah mencapai target Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk angka kesembuhan sebesar 92%. Akan tetapi dalam penjaringan suspect masih banyak masyarakat yang masih tidak peduli dengan penyakit tuberkolosis ini.” Mari bersama kita tingkatkan pola hidup sehat dan galang komitmen untuk melakukan pencegahan TBC,” ajak Kadis Kesehatan. MC Sergai Vivi/Rini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *