Tanggulangi COVID-19, Sergai Rumuskan Kebijakan Refocusing dan Realokasi Anggaran T.A. 2020  

Sei Rampah,

Sebagai tindaklanjut penanganan pandemi global Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menerapkan kebijakan Refocusing Kegiatan OPD dan Realokasi Anggaran Belanja Tak Terduga Tahun Anggaran 2020.

Bupati Sergai Ir. H. Soekirman melalui Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, ditemui di ruang kerjanya di Komplek Kantor Bupati Sergai, Rabu (1/4/2020) sore, menerangkan jika kebijakan ini diambil sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan COVID-19 di lingkungan Pemerintah Daerah.

“ Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah melakukan rapat pada hari Senin tanggal 30 Maret 2020 yang membahas tentang refocusing dan realokasi anggaran dengan kesimpulan seluruh OPD melakukan efisiensi belanja sebesar 15% setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bos, Belanja Listrik dan Gaji Tenaga Kontrak,” jelas Faisal Hasrimy.

Hasil refocusing ini, Sekdakab melanjutkan, akan dialokasikan pada Belanja Tidak Terduga Tahun Anggaran 2020. Selain itu, ia juga menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sergai untuk melakukan kajian ulang target sasaran dan target kinerja output dan outcome program dan kegiatan T.A. 2020.

“Dalam menerapkan kebijakan ini, prioritas efisiensi ditekankan kepada beberapa bidang yaitu belanja perjalanan dinas, belanja Alat Tulis Kantor (ATK), belanja makan minum, kegiatan yang banyak melibatkan orang atau kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan sehubungan dengan penyebaran COVID-19,” katanya.

Faisal Hasrimy menyebut setelah hasil refocusing disampaikan kepada dirinya selaku Ketua TPAD, maka akan dilakukan perubahan atas Perbub Nomor 53 Tahun 2019 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Tahun 2020.

“ Sesuai dengan instruksi Presiden ada tiga hal yang menjadi fokus dalam penanganan COVID-19 di Tanah Air, yakni keselamatan dan kesehatan, menyiapkan bantuan sosial dan menghitung dampak ekonomi dan memastikan ketersediaan stok pangan. Oleh sebab itu, setiap kegiatan yang ada di provinsi, kabupaten, dan kota diarahkan agar menjadi program padat karya tunai. Ini untuk mempertahankan daya beli masyarakat, tetapi tetap harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan COVID-19. Kebijakan refocusing ini adalah salah satu sumber pendukung fokus penanganan tersebut,” pungkasnya. (MC Sergai/Vivi/Ardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *