Monitoring Penyaluran Bantuan, Bupati Sergai Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan dari Pandemi Covid-19

Silinda,

Monitoring dan evaluasi terhadap penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan bantuan sosial lainnya di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) hingga kini masih berlanjut. Bertempat di GOR Perkebunan PT. Cinta Raja Desa Silinda Kecamatan Silinda, Rabu (17/6/2020), Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Ir. H. Soekirman bersama Dandim 0204/DS Letkol Kav Syamsul Arifin serta unsur perwakilan Forkopimda lainnya melakukan monitoring untuk tiga kecamatan sekaligus yaitu Kecamatan Silinda, Kotarih dan Bintang Bayu.

Dalam arahanya Bupati Sergai Ir H Soekirman mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada tiga Kecamatan ini yang masih dalam zona hijau. Dengan demikian, diminta untuk tetap dijaga agar tidak menjadi zona merah akibat masyarakatnya yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Terkait hal pendistribusian bantuan sosial, lanjut Bupati, menurut pengalaman dan evaluasi dilapangan oleh perangkat desa yang menyalurkan bantuan, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa tipe masyarakat yang ada pada saat ini, yaitu masyarakat yang benar-benar miskin, pura-pura miskin, dan orang yang tamak. “ kita sebagai masyarakat dapat menilai dan mengambil sikap, dibagian manakah kita saat ini. Sebab alangkah baiknya kita ini berada diposisi tangan di atas, bukan tangan dibawah,” demikian Bupati mengingatkan.

Oleh karenanya, Bupati meminta kepada para Kepala Desa untuk terus meng-update Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan menempatkan orang-orang yang pintar dan memahami prosedural untuk kemudian dikirimkan ke Kemendagri sehingga didapatkan data yang valid dan sesuai dengan apa yang ada dilapangan.

Saat ini evaluasi yang dilakukan diminta oleh BPK Provsu, dan hari ini juga kami menerima draft Peraturan Gubernur tentang Peradaban Baru atau New Normal dari Pemprovsu. Nantinya kabupaten/kota akan memberikan masukan untuk disepakati menjadi Peraturan Gubernur tentang Upaya Menghadapi Peradaban Baru atau Tata Cara Memasuki New Normal.

“ Tentunya draft tersebut mencakup aspek Kesehatan, Ekonomi dan aspek Sosial Budaya. Pada aspek kesehatan dan ekonomi, bahwa usaha perekonomian tetap berjalan dengan normal, namun kesehatan masyarakat adalah hal yang utama. Kemudian pada aspek Sosial Budaya, upaya merevitalisasi nilai-nilai kegotongroyongan untuk mencegah masalah dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Bupati.

 Sedangkan nilai-nilai kegotongroyongan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari harus terus dijaga dan dipererat dengan saling membantu masyarakat yang membutuhkan, bersama-sama, misalnya memperbaiki tanggul yang rusak, serta hal lainnya. Pemerintah daerah tentu tidak dapat bekerja sendiri, perlu kerjasama dan gotong royong dari masyarakat agar tercapai Kabupaten Sergai yang Unggul, Inovatif dan Berkelanjutan, jelasnya.

 Memasuki masa Pilkada yang direncanakan tahun ini, Bupati mengingatkan kembali bahwa sampai saat ini belum ada yang namanya Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, yang ada hari ini hanya Bupati dan Wakil Bupati. Ditempat ini saya hadir sebagai Bupati yang digaji oleh masyarakat untuk melaksanakan tugas Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan dengan sebaik-baiknya dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“ Untuk hal tersebut agar hendaknya kita menjaga kekondusifan daerah, ASN dan Aparatur Negara menjaga netralitas dengan baik, Kepala Desa dan perangkatnya menjadi penyejuk suasana dalam keadaan apapun. Sebab dari awal kabupaten ini dimekarkan, daerah ini selalu aman, tenteram, dan kondusif  karena kita semua hakikatnya adalah Bersaudara,“ pesan Bupati.

 Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh yang hadir untuk bekerja dengan sebaik-baiknya, jangan fikirkan politik sebab masih jauh lebih penting memikirkan keselamatan masyarakat dimasa pandemi Covid-19 ini agar tidak semakin banyak jatuh korban, tandasnya.

Dandim 0204/DS Letkol Kav Syamsul Arifin yang hadir dalam kesempatan itu juga meminta kepada masyarakat untuk tetap kompak dan bersatu dalam menjaga agar ketiga kecamatan ini tidak masuk dalam zona merah pandemi Covid-19.

Terkait new normal, adalah kehidupan normal dengan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. “ Kita jangan berfikir bahwa hidup normal kembali dengan berbuat sesuka hati, tetaplah memakai masker, menjaga jarak, hindari keramaian serta terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.” Imbuh Dandim.

Camat Laporkan Penyaluran Bantuan

Camat Silinda, Esdin Damanik, SE dalam laporannya menyebut, dari 2.478 KK di Kecamatan Silinda, terdapat 1.595 KK atau 64,36% yang mendapatkan bantuan Covid-19 dengan perincian penerima BST Kemensos 271 KK, penerima bantuan sembako Pemprovsu 567 KK, dan BLT-DD  sebanyak 757 KK.

Sementara terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam penyaluran bantuan antara lain data penerima BST Kemensos RI baru diterima setelah pelaksanaan Musdes tentang data penerima BLT sehingga terjadi data ganda. Kemudian adanya masyarakat penerima bantuan juga menginginkan bantuan lainnya, dana yang belum masuk rekening, penerima yang tidak berdomisili lagi di alamat awal, serta masih adanya masyarakat yang sama sekali belum menerima bantuan.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Camat beserta jajaran bekerjasama dengan Muspika dan perangkat desa melaksanakan Musdes kembali agar tidak terjadi data ganda, memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menerima bantuan sesuai peruntukannya, mengusulkan data terbaru penerima bantuan serta update data sesuai data yang dikirimkan oleh operator desa.

Dikesempatan yang sama, Camat Kotarih, Lamhot Naibaho, S.Sos menyampaikan rekapitulasi realisasi keseluruhan bantuan sosial Covid-19 di Kecamatan Kotarih dengan total 2.596 KK, terdapat 180 KK penerima bantuan PKH, penerima BPNT 186 KK, BST Kementerian Sosial melalui kantor pos sebanyak 270 KK, BST BRI 7 KK. Kemudian penerima BLT Dana Desa sebanyak 658 KK dan DTKS Pemprovsu 333 KK.

Begitupun dengan Camat Bintang Bayu, Sri Hernawati, S.Sos yang juga melaporkan bahwa dari 3.551 KK di Kecamatan Bintang Bayu, sebanyak 1.068 KK atau 58,23% mendapatkan bantuan Covid-19 dengan perincian penerima BST Kemensos 591 KK, penerima bantuan sembako dari Pemprovsu 255 KK serta penerima BLT Dana Desa sebanyak 1.222 KK.

Hadir juga dalam acara, para Asisten, Kepala OPD, Kapus, Lurah, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama, serta para undangan. MC Sergai/vivi/rini

274 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *