Pemkab Sergai Sampaikan 2 Ranperda di Rapat Paripurna DPRD

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai)  Ir. H. Soekirman yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sekdakab H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, menyampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Sergai yaitu Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (T.A.) 2019 dan Ranperda tentang Irigasi. Ranperda ini disampaikan melalui Rapat Paripurna DPRD yang diselenggarakan di Ruang Rapat DPRD Sergai di Sei Rampah, Rabu (17/6/2020). Jajaran anggota legislatif serta para perwakilan OPD Sergai pun mengikuti sidang paripurna secara virtual di ruang kerja masing-masing via apliksi Zoom Meeting sesuai dengan Protokol Kesehatan di masa pandemi.

Bupati Sergai H Soekirman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekdakab Faisal Hasrimy, pertama-tama menyampaikan informasi perihal pelaksanaan APBD Kabupaten Sergai T.A 2019 berdasarkan tolok ukur rencana kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sesuai dengan target dan sasaran yang telah ditetapkan dalam kebijakan umum anggaran.

“Keseluruhan angka yang terdapat dalam Ranperda ini disusun berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sergai T.A. 2019 yang telah melalui proses audit oleh BPK RI perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Hasil pemeriksaan tersebut telah diterima tanggal 27 April lalu dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” sebut Sekdakab.

Sesuai dengan sambutan tertulis Bupati, Sekdakab kemudian menyampaikan ringkasan realisasi APBD tahun berjalan yang terdiri dari realisasi pendapatan, belanja, transfer, surplus/defisit dan masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya.

“Rinciannya adalah Pendapatan dianggarkan sebesar Rp 1.613.960.310.260 dan terealisasi sebesar 97.52% atau Rp 1.573.886.868.156,19. Pendapatan ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah. Sementara itu untuk Belanja Daerah dianggarkan Rp 1.401.290.892.285 dan terealisasi sebesar 92.22% atau Rp 1.292.291.736.032,11, yang terdiri dari Belanja Operasional dan Belanja Modal.”

Sekdakab melanjutkan, untuk Transfer dianggarkan sebesar Rp 283.417.142.820, dan terealisasi sebesar 99.44% atau Rp 281.833.691.250, yang terdiri dari Transfer Bagi Hasil Pendapatan dan Transfer Bantuan Keuangan. Selain itu, berdasarkan perhitungan selisih antara realisasi pendapatan dan belanja T.A. 2019 terdapat defisit anggaran sebesar Rp 238.559.125,92 atau sebesar 0.35% dari yang dianggarkan sebesar Rp 70.747.724.845.

“Selanjutnya pada Pembiayaan yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan yang berasal dari penggunaan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) T.A. 2018 sebesar Rp 73.662.477.291,36 dan pengeluaran untuk penyertaan modal pada Bank Sumut sebesar Rp 2.914.752.446 menghasilkan pembiayan netto sebesar Rp 70.747.724.845,36. SiLPA T.A. 2019 yang diperoleh dari selisih antara pembiayaan netto dan defisit anggaran tercatat sebesar Rp 70.509.165.719,44. Berdasarkan hasil audit kemudian dilakukan koreksi SiLPA sebesar Rp 17.320.245 sehingga SiLPA akhir T.A. 2019 menjadi sebesar Rp 70.491.845.474,44,” sebut Sekdakab.

Faisal Hasrimy kemudian menyampaikan unsur LKPD Kabupaten Sergai T.A. 2019 yang merupakan bagian Ranperda adalah neraca yang menggambarkan posisi keuangan mengenai aset, kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2019.

“Aset sebesar Rp 2.236.316.069.278,84 yang terdiri dari aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap dan aset lainnya. Sedangkan Kewajiban sebesar Rp 7.356.222.931,41. Untuk Ekuitas sebesar Rp 2.228.959.846.347,43,” kata Sekdakab lagi.

Sekdakab Faisal Hasrimy lalu melanjutkan pembacaan Laporan Operasional yang berisi ikhtisar Sumber Daya Ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh Pemda untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode.

“Laporan Operasional Pemkab Sergai periode 2019 mencatat surplus sebesar Rp 100.930.392.319,95. Nilai ini diperoleh dari selisih lebih antara pendapatan operasional sebesar Rp 1.546.607.457.090,19 dengan beban operasional sebesar Rp 1.445.677.064.770,24. Selanjutnya selama T.A. 2019 tercatat penurun kas sebesar Rp 1.467.587.137,01 yang diperoleh dari arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 313.118.792.004,39, arus kas bersih dari aktivitas investasi minus sebesar Rp 316.272.103.576,91 dan arus kas bersih dari aktivitas transitoris sebesar Rp 1.685.724.434,91. Saldo akhir kas Pemkab Sergai T.A. 2019 adalah sebesar Rp 72.178.078.709,35 yang diperoleh dari saldo awal kas sebesar Rp 73.645.157.046,36 dikurangi nilai penurunan kas ditambah kas yang terdapat di Bendahara Penerimaan sebesar Rp 508.800,” rinci Sekdakab.

Sekdakab menutup laporan perihal LKPD dengan membacakan perubahan ekuitas yag menyajikan informasi tentang kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan yang diperbandingkan dengan tahun sebelumnya. “Nilai ekuitas Kabupaten Sergai untuk periode yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 2.228.959.846.347,43, sebagaimana tercantum dalam neraca yang diperoleh dari nilai ekuitas awal ditambah dengan surplus operasional dan dikurangi dengan koreksi atas ekuitas lainnya,” jelasnya.

Ranperda Tentang Irigasi 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sergai lewat Sekdakab juga menyampaikan Ranperda tentang irigasi. “Perlu kami sampaikan bahwa legislasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) sangat penting untuk ditetapkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa irigasi merupakan salah satu komponen yang sangat mendukung keberhasilan pembangunan dalam sektor pertanian, karena mempunyai peranan yang sangat vital dan strategis dalam meningkatkan produksi pertanian. Sebelumnya pada tahun 2008 lalu telah ditetapkan Perda tentang irigasi namun Perda No. 34 Tahun 2008 itu harus dicabut dan dilakukan perubahan seiring dengan perkembangan dan demi menyesuaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini,” ungkapnya.

Terakhir, Bupati berharap 2 Ranperda tersebut dapat diterima dan disetujui bersama untuk ditetapkan menjadi Perda.

Turut hadir dalam Rapat Paripurna ini Ketua DPRD Kabupaten Sergai dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH SE, MKM dan para Wakil Ketua DPRD Sergai. MC Sergai/Vivi/Ardi

222 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *