Refleksi Akhir Tahun 2020 Kabupaten Sergai

Oleh : Drs. H. Akmal, A.P., M.Si Kadis Kominfo Sergai

Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) berjalan fluktuatif serta mengalami gelombang yang sulit sejak awal semester pertama tahun 2020. Pada Triwulan pertama tahun 2020 secara nasional dan bahkan mendunia dihebohkan dengan bencana non alam darurat kesehatan yaitu mewabahnya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sampai ke Kabupaten Sergai.

Penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Sergai mulai terhambat/kurang optimal karena semua elemen terfokus kepada penanganan pandemi Covid-19 yang mewabah dan menyerang sendi-sendi kehidupan sosial dan pemerintahan sehingga pembangunan pun menjadi kurang kondusif.

Momen Keprihatinan

Pada Triwulan kedua Semester pertama Pemkab Sergai fokus menangani pandemi Covid-19 dengan membentuk lembaga yang menangani darurat kesehatan bencana non alam, yaitu dibentuknya Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai. Pada awalnya Gustu ini diketuai oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sergai. Namun dalam perjalanannya terjadi perubahan kebijakan secara nasional sehingga Ketua Gustu diambil alih oleh Bupati Sergai.

Belum usai pandemi Covid-19 yang nyaris meruntuhkan sektor kehidupan sosial dan ekonomi, bahkan menelan korban jiwa karena terdapat masyarakat yang terpapar Covid-19 meninggal dunia. Perjalanan penyelengggaraan pemerintahan dan pembangunan terus dihadapkan pada kondisi sulit dan memprihatinkan. Untuk percepatan penanganan Covid-19 pengelolaan keuangan pun menjadi ikut terlibat. Pada semester pertama tahun 2020, refocussing dan realokasi anggaran Pemkab Sergai pada semua OPD harus dilakukan. Semua program dan kegiatan di refocussing dan direalokasi untuk pembiayaan percepatan penanganan Covid-19 yang terlembaga dalam Gustu.

Dampak dari refocussing dan realokasi di semua OPD, dirasa cukup sulit dan pelik dalam penyelengggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Karena anggaran OPD yang ada hanya mampu untuk melaksanakan rutinitas operasional OPD saja tanpa mampu berbuat banyak untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Pembangunan infrastruktur nyaris tergerus dan hampir tak dapat dilaksanakan karena anggaran yang ada difokuskan pada percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Torehkan Prestasi di Tengah Pandemi

Di pojok yang berbeda, walaupun kondisi keuangan pemerintah kabupaten begitu memprihatinkan akibat bencana non alam darurat kesehatan akibat pandemi Covid-19, namun secara tertatih-tatih pembangunan infrastruktur yang sudah teragendakan tetap dilaksanakan dengan skala prioritas dan pengurangan porsi dan kuantitas namun tetap menjaga kualitasnya.

Beberapa agenda pembangunan infrastrukur tetap berjalan antara lain, penyelesaian pembangunan Masjid Agung Kabupaten Sergai dan Miniatur Ka’bah sebagai tonggak sejarah yang spektakuler dalam pembangunan infrastrukur pada masa pandemi Covid-19.

Keberadaan Masjid Agung dan Miniatur Ka’bah dibangun selain sebagai sarana beribadah bagi kaum muslim juga sebagai destinasi wisata rohani karena juga digunakan sebagai tempat atau lokasi bermanasik haji bagi kaum muslim di Tanah Bertuah Negeri Beradat dan Sumatera Utara. Bangunan Masjid Agung ini terintegrasi dengan Miniatur Ka’bah. Selain itu, direncanakan juga komplek Masjid Agung Kabupaten Sergai tersebut dijadikan sebagai pusat kuliner UMKM halal dan satu satunya destinasi wisata rohani manasik haji yang terintegrasi dengan Masjid Agung di Sumatera Utara. Ini tentunya menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sergai. Keberadaan UMKM juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di tengah pandemi.

Nantinya, pada saat Hari Jadi Kabupaten Sergai yang ke-17 tepatnya pada tanggal 7 Januari 2021 Masjid Agung dan Miniatur Ka’bah untuk manasik haji akan diresmikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sergai yaitu pasangan Soekirman dan Darma Wijaya. Tentunya ini sebagai karya spektakuler di penghujung masa jabatan pasangan bersaudara tersebut memimpin Kabupaten tercinta ini.

Tak banyak memang yang bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten Sergai di tengah pandemi Covid-19 ini. Namun pada semester kedua tahun anggaran 2020 Gustu Percepatan penanganan Covid-19 berubah nama dan statusnya menjadi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di bawah Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Di kabupaten namanya menjadi Satgas Penanganan Covid-19 tidak lagi Gustu dan diketuai oleh Bupati. Banyak hal yang harus dilakukan oleh Satgas di tengah pandemi Covid-19 yang semakin krusial dan tinggi tingkat penyebarannya serta tak terkendali.

Walau demikian dari sudut yang berbeda, masih di semester kedua tahun anggaran 2020, Pemerintah Kabupaten Sergai masih dapat mengukir prestasi yang spektakuler yaitu saat meraih kategori penilaian keuangan pemerintah kabupaten dengan mendapatkan apresiasi dari BPK RI Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sebuah pengakuan yang luar biasa dari pemerintah dalam hal ini lembaga pemeriksa keuangan negara, yang berarti bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Sergai berada pada koridor dan “on the track” tanpa ada masalah dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerahnya yang bisa berimplikasi kepada kerugian negara.

Ini merupakan prestasi yang patut untuk diapresiasi karena pemerintah daerah yang mendapatkan predikat WTP akan diberikan hadiah oleh pemerintah pusat dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID). Tentunya ini sangat membanggakan karena tak semua daerah dapat meraih predikat WTP.

Sebelumnya pada awal tahun 2020, Kabupaten Sergai juga memperoleh penghargaan melalui Kepala Daerahnya yang mendapatkan Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020 di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Tentu masih ada prestasi yang lain dari Pemkab Sergai yang tak tersebutkan dalam kesempatan ini. Namun itu semua terekam dalam catatan di masing-masing OPD dan itu semua menjadi motivasi bagi seluruh stakeholder untuk berbuat lebih baik lagi walaupun di tengah pandemi Covid-19.

Gelaran Pilkada sebagai Ujian

Telah banyak hal yang dialami oleh Pemkab Sergai di tengah pandemi, namun yang sangat menguras energi dan menyulitkan bagi penyelengara pemerintahan di Kabupaten Sergai khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pada saat kabupaten ini melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanggal 9 Desember 2020. Momen Pilkada tersebut kedua pimpinan daerah yaitu Bupati Ir. H. Soekirman dan Wakil Bupati H. Darma Wijaya turut serta dalam kontestasi Pilkada sebagai Calon Bupati Sergai periode 2021-2024. Dalam gelaran Pilkada tersebut, Bupati dan Wakil Bupati menjadi rival di arena Pilkada.

Meskipun kedua pimpinan daerah tersebut berkompetisi di panggung politik, namun Kabupaten Sergai tetap aman dan kondusif tanpa ada gesekan yang mampu memecah belah keadaan.

Namun disisi lain, hal ini tentu menjadi ujian yang cukup berat bagi ASN di Pemkab Sergai. Keduanya adalah pimpinan dan orang tua dari ASN lingkungan Pemkab Sergai.
Menempatkan posisi yang netral menjadi keharusan dan tidak mudah.

Patut juga disyukuri, karena saat gelaran Pilkada, dalam mengisi kekosongan jabatan kepala daerah yang sedang cuti kampanye, Kabupaten Sergai dinakhodai oleh seorang Penjabat sementara (Pjs) Bupati Sergai Ir. H. Irman, M.Si yang sangat intens memberikan pencerahan kepada seluruh ASN untuk bersikap netral.

Pilkada di tengah pandemi Covid-19 pun dilaksanakan dengan dinamika yang mengiringinya. Pada akhirnya setelah dilakukan pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020 diperoleh hasil bahwa H. Darma Wijaya yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Sergai memenangkan Pilkada. Pilkada berjalan sukses dan berjalan lancar serta kondusif. Saat ini Pilkada telah usai, waktunya semua berbenah untuk menjalin silaturrahim demi persatuan dan kesatuan mencapai visi yang harus dituntaskan hingga berakhirnya pasangan bersaudara pada tanggal 17 Februari 2021.

Bencana Alam Banjir dan Angin Puting Beliung

Pekerjaan Pemkab Sergai, dalam hal ini, Bupati dan Wakil Bupati di penghujung tahun juga masih disibukkan dengan berbagai kegiatan seperti penanggulanagan bencana alam banjir serta angin puting beliung di sejumlah desa pada beberapa kecamatan. Hal ini menjadi lengkap dengan adanya bencana non alam berupa darurat kesehatan pandemi Covid-19.

Dengan keterbatasan sumber daya dan dana yang dimiliki, Pemkab Sergai setidaknya telah mengambil langkah yang menyentuh kehidupan masyarakat terdampak bencana banjir dan angin puting beliung di Kecamatan Sei Rampah, Sei Bamban, Sipispis, Dolok Merawan, Dolok Masihul, Bandar Khalifah, Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin dan Tebing Syahbandar. Semoga ini menjadi pelipur lara dan setawar sedingin kerja kepemimpinan Bersaudara di Kabupaten Sergai Tanah Bertuah Negeri Berdat dalam menanggulangi bencana alam yang terjadi.

Persiapan Hari Jadi

Sebagai penutup tahun 2020 ini, Pemkab Sergai di bawah kendali Sekretaris Daerah H.M. Faisal Hasrimy, A.P, M.AP. juga memfokuskan pada persiapan menyambut Hari Jadi Kabupaten Sergai ke-17 yang jatuh pada tanggal 7 Januari 2021. Pembentukan panitia Hari Jadi dengan berbagai macam kegiatan yang sederhana namun bermakna dan dilaksanakan secara virtual sudah terekam oleh panitia dan teragendakan untuk dilaksanakan.

Di antara kegiatan tersebut yaitu, pelaksanaan rapid test gratis bagi warga masyarakat Kabupaten Sergai oleh Dinas Kesehatan, pelaksanaan gotong royong massal di 17 Kecamatan yang dikoordinir oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), pelaksanaan Upacara Hari Jadi Kabupaten Sergai pada tanggal 6 Januari 2021 secara virtual, Sidang Paripurna Istimwa DPRD Kabupaten Sergai dalam rangka Hari Jadi Kabupaten yang dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2021 dan syukuran Hari Jadi berbarengan dengan peresmian Masjid Agung Kabupaten serta Miniatur Ka’bah sebagai tempat manasik haji. Kesemuanya itu menjadi pertanda penutup tahun kerja Bupati Soekirman dan Wakil Bupati Darma Wijaya yang religius di tahun 2020 ini.

Makna Refleksi

Pada akhirnya refleksi akhir tahun 2020 ini bermakna setidaknya sebagai berikut; Pertama bahwa bekerja di tengah darurat bencana harus lebih mengedepankan Semangat, Kebersamaan dan Kekompakan (SKK). SKK ini tak boleh kendur dan luntur serta harus ada menghiasi dan mengiringi setiap kerja-kerja ASN pada Pemkab Sergai. Jika kendur dan luntur maka tak ada lagi yang bisa diandalkan setiap ASN, karena bekerja akan diliputi rasa kekhawatiran. Semangat (spirit) dan kebersamaan serta kekompakan inilah menjadi penawarnya sehingga bekerja menjadi bergairah untuk mencapai visi Kabupaten yang Unggul, Inovatif dan Berkelanjutan dengan 21 Peraihan yang akan diwujudkan bersama.

Kedua, bahwa kita dituntut untuk berhemat dan merasionalkan anggaran dengan kebutuhan dan kegiatan dengan skala prioritas. Hal ini sejalan dengan efisiensi anggaran yang diistilahkan refocussing dan realokasi anggaran yang ada di setiap OPD dan difokuskan kepada percepatan penanganan Covid-19.

Seluruh OPD Pemkab Sergai melakukan pengetatan ikat pinggang dengan menghemat seluruh program kegiatan yang tidak prioritas dan difokuskan menjadi anggaran untuk kegiatan percepatan penanganan Covid-19. Semua OPD tetap semangat dan bertahan serta beroperasi pada kegiatan rutin saja dan minim akan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan. Ini merupakan ujian yang harus disikapi dengan kesabaran dan membuka cakrawala untuk berinovasi melahirkan gagasan, program dan kegiatan serba virtual tanpa tatap muka untuk menghindari kerumunan.

Ketiga, walaupun dengan keterbatasan sumber daya dan dana yang ada kita harus tetap optimis dalam bekerja mewujudkan visi Kabupaten Sergai. Optimisme itu terwujud dan dapat dilihat walaupun di tengah pandemi Covid-19 yang menghantui. Kabupaten Sergai masih dapat menorehkan prestasi pengelolaan keuangan yang terbaik yaitu dengan diraihnya predikat WTP atas pengelolaan keuangan Pemkab Sergai dari BPK RI. Ini tentunya menjadi semangat dan pemicu kerja-kerja sukses dan cerdas dalam mempertahankan predikat WTP tersebut di tahun 2021 yang akan datang atas pengelolaan keuangan pada tahun 2020 ini.

Akhirnya diucapkan selamat Hari Jadi Kabupaten Sergai ke-17 dan selamat kepada Bupati Terpilih pada pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sergai 9 Desember 2020. Selamat atas pelaksanaan Pilkada yang berjalan sukses, lancar dan kondusif. Jayalah selalu Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. Kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran masyarakat menjadi harapan bersama untuk diwujudkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *