Akhir April, Pandemi Covid-19 di Sergai Masih Mengkhawatirkan

Sei Rampah,

Menutup bulan April 2021, pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Hal ini seperti disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Drs. H. Akmal, AP, M.Si, saat ditemui di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Sei Rampah, Jumat (30/04/2021).

“Data yang kami terima hari ini, terjadi penambahan 7 orang warga yang dinyatakan positif Covid-19 dan 1 meninggal dunia,” jelasnya.

Ia merinci, kedelapan korban tersebut adalah inisial WG (Lk, 28) warga Sipispis, GP (Lk, 24) warga Bandar Khalifah, S (Lk, 49) warga Perbaungan, R (Lk, 39) asal Pegajahan dan 3 orang warga Sei Rampah yaitu inisial M (Pr, 30), B (Lk, 45) dan S (Pr, 56). Sedangkan 1 orang inisial D (Lk, 51) warga Perbaungan dinyatakan meninggal dunia di RS Grand Medistra Lubuk Pakam sehari sebelumnya (29/04) sekitar pukul 18.00 dan dikebumikan di hari yang sama di kampung halaman almarhum.

“Kami mengucapkan turut berduka cita atas warga yang meninggal dunia dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga dikuatkan,” ucap Akmal.

Selain kasus konfirmasi, jumlah pasien yang sembuh juga bertambah cukup signifikan.

“Hari ini ada 10 warga kita yang sembuh. Rinciannya 5 orang warga Sei Rampah, 2 orang asal Perbaungan dan masing-masing 1 warga asal Kecamatan Pegajahan, Tebing Tinggi dan Dolok Merawan. Kita mengapresiasi tinggi kinerja para tenaga kesehatan yang sudah sangat lama dan tetap konsisten berjuang di garda terdepan,” katanya.

Dengan perkembangan yang terjadi hari ini, Akmal mengatakan total keseluruhan kasus konfirmasi (Covid-19) di Kabupaten Sergai mencapai 672 kasus dengan rincian 556 orang sudah dinyatakan sembuh, 64 orang warga yang dikonfirmasi positif sedang menjalani perawatan di RS rujukan dan/atau isolasi mandiri, sedangkan untuk warga yang meninggal dunia ada di angka 52 orang.

Di akhir keterangannya, Akmal menegaskan pandemi belum usai dan ancamannya masih sangat nyata sehingga diimbau masyarakat benar-benar waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

 

“Laksanakan 5 M dalam aktivitas sehari-hari yaitu mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobiltas. Selain itu kami minta kepada masyarakat agar tidak mudik tahun ini dan cukup bersilaturahmi secara virtual. Ini demi memutus mata rantai penyebaran antar daerah. Sayangi keluarga dan daerah asal kita bersama. Kerja sama dan keseriusan kita dalam bersikap dan bertindak akan sangat mempengaruhi usaha kita mengentaskan pandemi ini,” pungkasnya. (MC Sergai/Rini Ardi/Vichan/Vivi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *