Pandemi di Sergai Belum Terkendali, Bupati Imbau PPKM Mikro Disiplin Dijalankan

Sei Rampah,

Angka sebaran Covid-19 yang masih cenderung tinggi mesti disikapi dengan disiplin melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Hal ini menjadi pesan utama yang disampaikan oleh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya ketika dirinya hadir dalam kegiatan sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) No. 29 Tahun 2021 dan Optimalisasi Pelaksanaan PPKM Mikro Tingkat Desa Kelurahan di wilayah hukum Polres Sergai, yang dilaksanakan di Mapolres Sergai, Sei Rampah, Rabu (04/08/2021).

“Saya instruksikan kepada seluruh Camat, Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Sergai untuk memedomani Inmendagri No. 29 Tahun 2021 untuk mengetahui masing-masing daerah masuk ke dalam kriteria apa. Di dalam Inmendagri tersebut juga setiap kepala daerah diarahkan untuk mengoptimalkan pos komando penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk mengendalikan penyebaran virus Corona,” beber Bupati Sergai.

Bupati kemudian mengingatkan, saat ini Kabupaten Sergai masuk ke dalam zona orange, sehingga tidak ada tawar-menawar perihal PPKM Mikro agar dilaksanakan secara ketat di wilayah masing-masing.

Bupati menyebut salah satu tantangan dan kendala dalam menerapkan PPKM Mikro di Sergai adalah gelaran pesta di tengah masyarakat yang tanpa menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Memang, sebut Bupati, di dalam aturan PPKM Mikro masyarakat masih diberikan izin untuk melaksanakan hajatan, akan tetapi ada persyaratan yang wajib dipatuhi seperti maksimal kapasitas undangan 25% dan wajib patuh prokes.

“Harus kita akui kesadaran masyarakat kita masih perlu ditingkatkan lagi. Pesta atau hajatan diperbolehkan, namun harus terkendali dan taat prokes. Jangan sampai menciptakan kerumunan. Misalnya bisa disiasati dengan mengubah pola hidangan makanan, dengan menggunakan kemasan yang bisa dibawa pulang, jadi tak perlu makan di tempat,” ucapnya.

Darma Wijaya menyadari, gelaran pesta di masyarakat merupakan salah satu lini yang sedikit banyak menggerakkan dan memulihkan perekonomian lokal.

“Namun tidak lantas hal tersebut mengorbankan aspek kesehatan yang jadi concern utama semua pihak saat ini,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama Bupati juga mengingatkan Kepala Desa dan Lurah untuk memaksimalkan penggunaan Dana Desa, terutama dalam membantu masyarakat terdampak pandemi.

“Pemerintah sudah mengarahkan Dana Desa dipakai untuk menyalurkan BLT sedangkan 8% digunakan untuk penanganan Covid-19 dan dapat juga ditambah namun dengan catatan tidak mengurangi kualitas pelayanan publik. Ini semua ditujukan agar penyaluran bantuan sosial ke masyarakat terlaksana merata,” ucapnya.

Dalam paparannya, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang, SH, MH, menyampaikan kalau persentase kasus Covid-19 di wilayah hukumnya yang tertinggi ada di Kecamatan Sei Rampah dengan total 38 kasus dan kemudian diikuti oleh Sei Bamban dengan 28 kasus dan Perbaungan 23 kasus.

“Sedangkan untuk klaster umur, kasus tertinggi ada di rentang usia 31-40 tahun, kemudian disusul usia 41-50 dan terakhir 21-30 tahun. Artinya orang-orang dalam kelompok usia tersebut mobilitasnya tinggi dan tidak patuh prokes,” tutur Kapolres.

Robin Simatupang melanjutkan, pihaknya sudah melaksanakan serangkaian langkah, di antaranya menggencarkan sosialisasi yang melibatkan seluruh unsur satgas sampai ke tingkat desa/kelurahan.

“Juga mekanisme 3T yang mencakup tracing, testing dan treatment, makin ditingkatkan. Kami juga melaksanakan operasi yustisi di cafe, warung makan, kedai dan lokasi yang rawan menciptkan kerumunan lainnya. Selain itu juga sudah dilaksanakan pembatasan jam operasional dengan tujuan untuk mengurangi mobilitas warga. Tak lupa juga dilaksanakan optimalisasi posko PPKM Mikro dan Satgas Desa,” tandasnya.(MC/Sergai/Rini/Ardi/Chan/Vivi/Juli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *