Yayasan Rehabilitasi Cahaya Hati Kemanusiaan, Aset Penting Berantas Narkoba di Sergai

Teluk Mengkudu,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nina Deliana Hutabarat, S.Sos, M.Si, hadir dalam peresmian pembukaan rehabilitasi narkoba Yayasan Cahaya Hati Kemanusiaan, di Dusun 3 Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Selasa (30/11/2021).

Dalam sambutan tertulis Bupati Sergai yang dibacakan oleh Nina Deliana, memaparkan data survei prevalensi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di 34 provinsi tahun 2019, diketahui bahwa angka pravelensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah mencapai angka 1.8% atau sekitar 3.4 juta jiwa penduduk pada rentang 15-64 tahun.

“Kerugian terbesar dari penyalahgunaan narkoba adalah pelemahan karakter individu yang menyebabkan melemahnya ketahanan masyarakat sebagai awal dari kehancuran bangsa,” tegas Bupati.

“Darurat narkoba”, lanjut Bupati, merupakan kata yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, karena Indonesia sedang berada dalam kondisi kritis dalam menangani banyaknya kasus narkotika.

Ia menyebutkan, permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan masalah kemanusiaan dan membawa dampak kerusakan multi-dimensional. Upaya penyalahgunaan narkoba, yakin Bupati, membutuhkan dukungan semua pihak termasuk peran serta masyarakat dari berbagai lapisan. Kita tentu menyadari bahwa penyalahgunaan dan peredaran narkoba ini merupakan masalah kita bersama, sehingga perlu strategi yang melibatkan seluruh komponen bangsa untuk bersatu pada dalam suatu gerakan kepedulian dan peran aktif seluruh komponen masyarakat terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba

“Kondisi darurat yang memprihatinkan ini juga terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan hampir tidak ada wilayah yang bersih dari kondisi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba termasuk di Kabupaten Sergai,” tuturnya.

Darma Wijaya menyebut, salah satu usaha untuk mengatasi permasalahan penyalahgunaan narkoba adalah dengan rehabilitasi.

“Saya berharap dengan hadirnya Yayasan Cahaya Hati Kemanusiaan ini, dapat menambah kekuatan dan semangat bersama dalam memberikan dukungan terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba, termasuk dalam hal pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Mari kita bersama bergandengan tangan dan bersinergi agar Sergai dapat terbebas dari pengaruh negatif narkoba, sehingga visi Kabupaten Sergai bisa tercapai,” tandasnya.

Sementara itu Kepala BNNK Sergai Ir. Pinondang Poltak Marganda, M. Si, CRMO, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Tety Hariani Panjaitan S.kep, Nurs, yang telah menunjukkan dedikasi mulia bagi perjuangan memberantas narkoba.

“Kabupaten Sergai adalah salah satu daerah dengan persentase penyalahgunaan narkotika tertinggi di Sumatera Utara. Ini tentu sangat mengkhawatirkan dan harus jadi perhatian seluruh pihak. Kita bersyukur, hari ini bisa hadir di sini dan jadi saksi bagaimana seorang Ibu dengan hati mulia, mau berkorban dan memberikan sumbangsih besar lewat berdirinya yayasan rehabilitasi ini,” ucap Kepala BNNK.

Dirinya menyebut, pemerintah setiap tahunnya menggelontorkan anggaran triliunan rupiah untuk menangani dampak kejahatan narkotika, salah satunya program rehabilitasi.

“Bayangkan seandainya uang tersebut dipakai untuk anggaran pembangunan, tentu akan sangat bermanfaat. Untuk itu kita harus getol dan serius dalam upaya pemberantasan narkoba agar tidak semakin banyak lagi korban yang berjatuhan,” ucapnya.

Ia kemudian mengajak seluruh pihak, terutama warga Teluk Mengkudu, agar mengantarkan orang-orang di sekitarnya, yang terindikasi jadi korban narkotika, ke yayasan rehabilitasi untuk mendapat penanganan segera.

“Kita harapkan agar warga kita yang jadi korban penyalahgunaan narkoba bisa dibawa kemari, bisa didetoksifikasi, dan memutus lingkaran setan narkotika,” tegasnya.

Di kesempatan serupa, dengan penuh haru, Ketua Yayasan Cahaya Hati Kemanusiaan Tety Hariani Panjaitan S.kep, Nurs, menceritakan perjuangan yang dirinya jalani dalam proses mendirikan pusat rehabilitasi ini.

“Saya hanya orang biasa yang ingin terus belajar hingga akhirnya bisa sampai pada titik ini. Apa yang saya lakukan ini berangkat dari rasa prihatin terhadap orang tua yang harus mengorbankan banyak hal demi menyelamatkan anak-anaknya supaya tidak tenggelam lebih jauh dalam penyalahgunaan narkoba,” ucapnya.

Dirinya menyebut, sampai saat ini yayasan yang ia pimpin sudah menampung dan menangani 118 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mempunya latar belakang korban narkoba.

“Kami juga memiliki 40 anak binaan rehab yang sekarang sudah bisa beraktivitas normal. Ada yang jadi mahasiswa, ada yang bekerja di BUMN, ada pula yang jadi pengusaha,” katanya.

Kepada para orang tua yang kebingungan mencari pertolongan bagi anaknya yang jadi korban narkotika, Tety mengajak agar segera membawanya ke yayasan rehabilitasi miliknya untuk mendapat penanganan layak.

“Urusan biaya rehabilitasi, itu nomor sekian. Yang penting kita berusaha bagaimana generasi bangsa bisa terselamatkan dari barang haram ini,” katanya. (MC/Sergai/Rini/Ardi/Chan/Vivi/Juli)

39 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *