Pemkab Sergai Jalin Koordinasi Hadapi Wabah PMK

Sei Rampah,

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya hadir dan memimpin rapat koordinasi (rakor) kewaspadaan, pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi, kerbau, domba kambing dan babi di Kabupaten Sergai, yang digelar di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (20/5/2022).

Bupati Sergai menyampaikan kegiatan pada hari ini merupakan hal yang sangat penting dilaksanakan mengingat Kabupaten Sergai merupakan salah satu kabupaten sentra potensi ternak di Provinsi Sumatera Utara, di mana populasi ternak berjumlah 160.394 ekor (terdiri dari ternak sapi potong: 43.897 ekor, ternak kerbau: 658 ekor, ternak kambing: 72.156 dan ternak domba: 43.683 ekor).

Namun dirinya menyebut bahwa akhir-akhir ini kabupaten tetangga yaitu Deli Serdang dan Langkat sudah menerima laporan bahwa ternak sapi di wilayah tersebut terjangkit wabah PMK. Sementara berdasarkan pengamatan dan laporan petugas di lapangan, Bupati mengatakan sudah ditemukan adanya indikasi kasus penyebaran wabah PMK di Kabupaten Sergai sebanyak 61 ekor yang tersebar di Kecamatan Dolok Merawan sebanyak 56 ekor, Dolok Masihul 1 ekor, Perbaungan 1 ekor dan Pantai Cermin 3 ekor. Untuk itu Bupati Sergai berharap agar segera dilakukan antisipasi yang terukur guna memutus matai rantai penyebaran wabah tersebut.

“Tentu hal ini akan berdampak pada kerugian ekonomi, misalnya saja terjadi penurunan secara langsung pada sistem produktivitas, infertilitas, aborsi, kematian dan penurunan bobot badan ternak itu sendiri. Sementara pengaruh sosial yang penting yang harus kita perhatikan adalah gangguan bagi aktivitas masyarakat pada saat pemberantasan penyakit tersebut sehingga konsumsi daging dan produk turunannya menurun,” papar Darma Wijaya.

Bupati yang akrab dikenal dengan panggilan Bang Wiwiek ini kemudian menjabarkan 6 langkah kewaspadaan yang penting untuk dilaksanakan sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap wabah PMK. Ia merenci, keenam langkah tersebut adalah yang pertama melakukan pengawasan lalu lintas ternak sapi, kerbau, domba, kambing dan babi beserta dengan produknya dengan mendirikan cek poin pada pintu masuk keluar Sergai. Kemudian melakukan pendampingan pembinaan kepada peternak, lalu meminimalisir pergerakan lalu lintas ternak antar kecamatan dan desa kelurahan khusunya ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Selanjutnya melaporkan segera jika ada kasus kecurigaan PMK pada ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Lalu melarang sementara pemasukan, perdagangan jual beli ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi dari daerah wabah dan patut dicurigai wabah. Dan terakhir melakukan penyuluhan terhadap masyarakat bahwa wabah ini tidak bersifat zoonis dalam artian tidak menular pada masyarakat kalau dilakukan proses pemasakan yang sempurna sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Mari sama-sama bersinergi mengatasi permasalahan ini sehingga masyarakat Sergai khususnya peternak merasa tidak sendirian untuk mengahadapi wabah tersebut. Kita berharap dan memastikan negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat guna meminimalisir dampak sosial dan ekonomi yang sedang dialami oleh masyarakat peternak kita,” tandasnya.

Rakor ini diikuti oleh para Asisten, Kepala OPD terkait, para Camat, Dinas Ketapang dan Perternakan Provinsi Sumut yang diwakili oleh Kabid Kesehatan Hewan Drh. Tesra Ananta, Kepala Balai Veteriner Medan Azfirman, MP, serta pengusaha, kelompok dan agen ternak di Kabupaten Sergai. (Media Center Sergai)

Teks/Editor : Ardi / Rini Ry

Reporter : Irfan YE

Admin : Julia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *