Potensi Pangan dari Buah Mangrove di Sei Nagalawan Hasilkan Biskuit

Bruguiera sexangula adalah tanaman mangrove yang biasa dikenal dengan beberapa nama lokal yaitu Busing, Busung, Mata Buaya, Tumu, Bakau Tampusing, Tanjang, Lindur, Ting, Tongke Perampuan, Ai Bon, Tancang Sukun, Mutut Kecil Atau Sarau. Buah dari bruguiera sexangula biasanya memiliki pohon mencapai ketinggian 30 meter, kulit kayu berwarna coklat muda-abu-abu, halus hingga kasar, memiliki sejumlah lentisel berukuran besar, dan pangkal batang yang membengkak.

Akar lutut, dan kadang-kadang akar pasang. Adapun bentuk daunnya yaitu agak tebal, memiliki bercak hitam dibagian bawah memiliki bentuk elips, ujung daun meruncing, memiliki ukuran 8-16 x 3-6 cm, bunga dari pohon ini terletak pada ketiak daun, mahkota bunga memiliki warna putih dan kecoklatan jika tua dengan panjang 15 mm, kelopak bunga memiliki warna kuning kehijauan, panhangf tanung 10-15 mm.

Dan bentuk dari buahnya hipokotil menyempit di kedua ujung, memiliki panjang 3-7 cm dangan lebar 1,5 cm. Bruguiera sexangula tumbuh di sepanjang jalur air dan tambak pantai, pada berbagai substrat yang tidak sering digenang. Biasanya tumbuh pada kondisi yang lebih basah dibandingkan bruguiera gimnorhiza. Kadang-kadang terdapat pada pantai berpasir. Toleran terhadap kondisi air asin, payau dan tawar. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Bunganya yang besar diserbuki burung.

Penyebaran dari tanaman Bruguiera sexangula ini adalah dari India, Seluruh Asia Tenggara (termasuk Indonesia) hingga Australia Utara.

 Buah ini ternyata punya potensi untuk dikembangkan menjadi panganan berbentuk biskuit. Hal ini sudah dicoba oleh Arfin Sitorus yang kemudian dia tuangkan dalam penelitiannya pada tahun 2019.

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan biskuit adalah buah Mata Buaya (Bruguiera sexangula) yaitu buah bakau yang dipanen dari hutan Mangrove Desa Sei Nagalawan. Proses pembuatan biskuit dimulai dengan buah Bruguiera sexangula yang telah matang disortir. Buah yang telah disortir dikupas kulit dari daging buah dan direndam selama ±2 hari dengan air bersih dan arang guna mengurangi kadar tanin dari buah (air diganti setiap 6 jam). Setelah perendaman buah dipotong kecil maupun tipis agar mudah dalam proses pengeringan. Kemudian buah yang telah selesai dipotong kecil dijemur dibawah sinar matahari hingga kering. Buah yang telah kering digiling menggunakan blender atau penggilingan hingga menjadi tepung. Tepung selanjutnya di ayak menggunakan pengayak 80 mesh guna mendapatkan tepung yang benar-benar halus. Tepung yang telah halus selanjutnya digunakan sebagai bahan utama pembuatan biskuit.

Tahap kedua dilakukan pembuatan biskuit dengan 3 (tiga) rasa yakni, original, manis dan asin. Adapun proses pembuatan biskuit adalah dimulai dengan semua bahan cake menjadi satu adonan dengan tahap tahap sebagai berikut : mentega putih dikocok dengan kecepatan tinggi selama ±5 menit, campurkan garam, ragi, sodakue, dan air aduk hingga rata. Adonan selanjutnya didiamkan selama 30 menit pada suhu kamar atau ±29°C agar terjadi proses fermentasi pada adonan. Adonan yang telah didiamkan akan sedikit mengembang. Selanjutnya adonan yang telah difermentasi dibagi menjadi 3 adonan di mana masing-masing adonan akan diberikan perlakuan yang berbeda. Adonan pertama akan diberikan tambahan gula agar memiliki rasa yang manis, kemudian diaduk hingga rata. Adonan kedua akan diberikan keju yang telah diparut hingga halus dicampurkan kedalam adonan, diaduk hingga rata. Sedangkan adonan ketiga tidak diberikan tambahan apapun. Adonan yang telah diberi perlakuan selanjutnya di buat menjadi lembaran setebal 3 mm untuk selanjutnya dicetak. Campurkan tepung terigu dan mentega putih kocok dengan kecepatan tinggi ±5 menit.

Adonan yang telah dicetak dilapisi dengan tepung terigu dan mentega putih yang telah dikocok tadi pada bagian permukaan biskuit serta diberikan toping. Biskuit yang telah selesai di lapisi selanjutnya dioven pada suhu tinggi selama ±15 menit. Biskuit yang telah dipanggang selanjutnya didinginkan sebelum akhirnya dikemas. (Berbagai sumber/ISL).

2.316 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *