Manfaatkan Pohon Aren Untuk Dukung Perekonomian Masyarakat

Bicara soal kerajinan tangan yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memang tidak ada habisnya. Selain memiliki beragam tempat wisata bahari dan berbagai macam kuliner, Kabupaten Sergai juga punya banyak kerajinan tangan yang merupakan suatu produk unggulan di Kabupaten Sergai Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Salah satu kerajinan yang dapat dihasilkan adalah dengan memanfaatkan pohon aren, Manfaat dari pohon aren seperti ijuknya yang dapat digunakan sebagai bahan utama pembuatan kerajianan tangan. Tak hanya itu, buah dari pohon aren juga bisa dijual untuk bahan es campur yakni kolang-kaling. Tentunya manfaat dari pohon aren bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat Sergai.

Kita tahu bahwa di Kabupaten Sergai telah banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempu mengelola berbagai jenis kerajinan berbahan dasar dari pohon aren, seperti pengrajin sapu ijuk, keset kaki dari serat aren, pembuatan gula aren, dan lain sebagainya.

Salah satu daerah pengrajin berbahan dasar pohon aren terdapat di Kecamatan Tanjung Beringin yang memiliki banyak sumber daya alamnya. Sebenarnya di Kabupaten Sergai banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan seperti kelapa sawit, kelapa, pohon coklat, pohon aren, pohon karet yang beberapa bagian dari pohonnya dapat dimanfaatkan.

Seperti halnya dengan masyarakat Desa di Kecamatan Tanjung Beringin yang tak memiliki pekerjaan tetap alias serabutan. Salah satu solusi untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat adalah dengan memanfaatkan pohon aren, seperti ijuknya yang dapat dijadikan sapu maupun keset.

Kita ketahui, di Kabupaten Sergai setiap wilayah memiliki potensi masing-masing. Begitupn di Kecamatan Tanjung Beringin ini masyarakatnya memanfaatkan sumner daya alamnya dengan membuat kerajinan dari pohon aren.

Banyak kita lihat pembuatan sapu ijuk dari serat pohon aren. Pemanfaatan serat alam seperti serat ijuk, serat sabut kelapa, dan serat alami yang lain yang biasa dimanfaatkan sebagai temuan untuk bahan baku industri seperti serat ijuk. Serat ijuk digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti sapu, tali, atap dan lainnya. Serat yang dihasilkan dari pohon aren memiliki banyak keistimewaan diantaranya tahan lama dan memperlambat pelapukan kayu serta mencegah datang rayap tanah.

Sapu ijuk merupakan salah satu industri yang banyak mempekerjakan tenaga wanita atau kaum ibu-ibu. Seperti membersihkan ijuk, mengikat ijuk ditangkai, menyisir dan meratakan ijuk.

Pekerjaan tersebut merupakan usaha sampingan yang tentunya menambah pendapatan masyarakat setempat. Akan tetapi ada juga sebagian keluarga yang menjadikan pekerjaan itu sebagai usaha utama dalam mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Teknis pengolahannya pun tidak sesulit yang dibayangkan loh. Ijuk yang telah diperoleh disortir kemudian dipotong sesuai kebutuhan, lalu masuk ke tahap penyisiran. Sedangkan untuk merapikan ijuk itu sendiri menggunakan besi runcing. Setelah itu ijuk ditumpuk beberapa lembar kemudian digulungkan ke batang sapu yang terbuat dari bambu atau rotan lalu diikat. Kemudian, di bagian atas ijuk dianyam untuk memperkuat kerapatan terhadap batang sapu.

Nah sobat Ini Sergai Loh (ISL), kalian tahu gak sih kalau pohon aren dapat menghasilkan ijuk setelah berumur lebih dari 5 tahun loh. Pohon aren dapat menghasilkan ijuk pada fase 4 atau 5 tahun sebelum tongkol-tongkol bunganya tumbuh. Pada fase tersebut dapat dipastikan akan menghasilkan 20 sampai 50 lembaran ijuk, berbeda-beda tergantung besar pohon dan umurnya. Pohon yang masih muda, kualitas ijuknya rendah dan masih kecil-kecil. Jika pohon sudah berbunga maka produksi ijuknya kembali sedikit dan kualitasnya rendah. Dengan demikian produksi ijuk yang kualitas dan kuantitasnya baik berasal dari pohon aren yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua (4 sampai 5 tahun sebelum pohon aren berbunga). (berbagai sumber / ISL). 

186 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *