Bupati Sergai : “Tugas dan Tanggung Jawab Kita Bersama Melindungi Anak dari Kekerasan”

Sei Rampah,

Dalam era digitalisasi saat ini, para orang tua yang berperan dalam mendidik anak harus mampu mendidiknya dengan baik sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

Hal ini disampaikan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya pada acara Koordinasi dan Sinkronisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Kewenangan Kabupaten/Kota Tahun 2022 di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Jumat (14/10/2022).

Kegiatan yang diprakarsai oleh TP PKK Kabupaten Sergai ini dihadiri Ketua TP PKK Ny. Hj. Rosmaida Darma Wijaya, Ketua GOPTKI Ny. Aini Zetara Adlin Tambunan, Ketua DWP Ny. Uke Retno Faisal Hasrimy, Kakan Kemenag Sergai H. Zulkifli Sitorus, MA, Kepala BNNK Sergai Ir. Pinondang Poltak Pasaribu, Para Kepala OPD, Ketua Pokja TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Sergai.

Bang Wiwik, sapaan akrab Bupati menyebut jika tugas dari setiap orang tua adalah mendidik dan menjadikan anak yang baik. Akan tetapi kita menyadari bahwa pola asuh anak pada setiap keluarga pasti berbeda dan sesuai dengan kemampuan setiap keluarga itu sendiri. Oleh karenanya, sudah menjadi tugas kita bersama dalam melindungi anak dari pergaulan bebas.

“ Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara anak adalah masa depan bangsa dan generasi penerus bangsa. Anak juga harus kita lindungi dari kekerasan yang terjadi di lingkungannya. Menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Ny Hj Rosmaida Darma Wijaya mengemukakan jika peran PKK sangat strategis dalam membantu kesejahteraan keluarga dan membantu pemerintah daerah dalam melindungi anak dari kekerasan.

 “ Kita ketahui bahwa anak adalah suatu anugerah yang sangat berharga yang berhak dilindungi dan didampingi dalam keadaan apapun. Maka dari itu kita wajib memberikan kepada anak kita hal yang terbaik agar menjadi anak yang hebat dan cerdas sesuai dengan keinginan kita sebagai orang tua,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikannya, saat ini tanpa disadari banyak kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan sehari-hari. Selain itu, semua jenis kekerasan terhadap anak dapat menyebabkan gangguan psikologis, emosional terutama terhadap fisik dapat terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Semakin anak mengalami kekerasan, mereka akan semakin tinggi resiko berdampak dari kekerasan tersebut, cetus Rosmaida.

Ia pun menjelaskan jika tujuan kegiatan yang dilakukan ini adalah upaya untuk mengurangi terjadinya kekerasan terhadap anak di lingkungan terdekat dengan harapan peserta yang ikut dapat  membagikan ilmu yang dapatkan kepada masyarakat sehingga mengurangi atau menghindarkan segala bentuk gangguan kekerasan terhadap anak, pungkasnya. (Media Center Sergai).

Teks/Editor : Rini Ry

Reporter : Brojeps

Admin : Julia

585 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *