Redahkan Demam Anak dengan Memanfaatkan  Daun Kembang Sepatu

Akhir-akhir ini tersiar berita yang menghebohkan dan mengguncang tanah air.  Pasalnya informasi tersebut mengenai dunia kesehatan anak yang sungguh sangat mengkhawatirkan. Tersiar kabar bahwa ratusan anak terkena gangguan ginjal yang misterius.

Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada sekitar 150 anak yang mengalami gangguan ginjal akut misterius per Oktober 2022 di Indonesia.

Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI Eka Laksmi Hidayati dalam keterangannya mengatakan jika terdapat beberapa gejala yang muncul dari gangguan ginjal akut misterius ini. Mulai dari batuk, pilek, diare, muntah, serta demam. Sementara gejala lanjutannya adalah air seni/urine yang sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil (BAK).

Penderita umumnya didominasi oleh anak berusia di bawah lima tahun (balita) hingga anak usia 8 tahun.  Hingga kini, penyebab penyakit itu masih misterius. Sebab, tidak ditemukan virus spesifik.

Dugaan awal keracunan obat

Masih dilansir dari Kompas.com, Kementerian Kesehatan rupanya juga sempat mencari tahu penyebab penyakit ini setelah mendapatkan informasi dari IDAI.  Dugaan awal, kasus ini dipicu oleh konsumsi obat yang mengandung etilen glikol. Hal ini disimpulkan setelah Kemenkes berdiskusi dengan tim dari Gambia. Gambia sendiri memiliki kasus serupa. Sebanyak 69 anak-anak di Gambia meninggal dunia akibat mengonsumsi obat batuk produksi India yang mengandung senyawa kimia tersebut. Etilen glikol adalah senyawa organik tak berwarna maupun berbau, dan berkonsistensi kental seperti sirup pada suhu kamar. Senyawa ini memiliki rasa yang manis dan kerap digunakan untuk tambahan serat pada polyester, minyak rem, kosmetik, dan pelumas.

Sementara itu Suara.com melansir bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan instruksi untuk semua apotek untuk memberhentikan penjualan obat sirup sementara. Hal ini dilakukan menanggapi dugaan penggunaan paracetamol sirup yang disebut sebagai penyebab gangguan ginjal akut misterius pada anak belakangan ini.

Perintah larangan penggunaan obat sirup ini terdapat dalam surat edaran (SE) Kemenkes Nomor SR.01.05/III/3461/2022. Di dalamnya dijelaskan, apotek dilarang sementara menjual bebas obat sirup kepada masyarakat untuk sakit apapun.

Adanya larangan penggunaan serta penjualan obat sirup ini lantas menjadi perhatian. Pasalnya, obat sirup cukup sering digunakan para orang tua dalam mengobati anaknya yang sakit. Selain itu, obat sirup juga memang mudah didapatkan di berbagai apotek oleh orang tua.

Larangan penggunaan obat sirup ini tentu membuat para orang tua resah, sebab bila anak demam (panas) ataupun sakit tentu obat yang mudah ditemukan dan diberikan kepada anak-anak adalah obat sirup yang hampir semua sirup memiliki rasa manis.

Namun, khusus untuk demam para orang tua bisa beralih kecara tradisional dengan memanfaatkan tanaman yang tumbuh disekitar pekarangan rumah.

Kita bisa memanfaatkan kembang sepatu, yang selama ini lebih sering dijadikan sebagai bunga hias di rumah. Bentuknya yang indah dengan warna merah menyala membuat bunga kembang sepatu memang indah untuk hiasan. Namun di balik semua itu ternyata terdapat khasiat obat dari kembang sepatu, salah satunya menurunkan panas.

Kembang sepatu (Hibiscus rossasinensis) merupakan salah satu jenis tanaman hias yang sangat populer. Bahkan tumbuhan ini banyak ditemukan di pekarangan rumah masyarakat karena mudah tumbuh.

Di Kabupaten Serdang Bedagaim(Sergai) tanaman ini tentu taka sing bagi masyarakat. Selain tanah Sergai yang subur dan mudah untuk ditumbuhi aneka jenis tumbuhan, Kabupaten Sergai juga terdapat banyak ragam potensi alamnya yang melimpah.

Belum banyak yang mengetahui manfaat kembang sepatu terutama dari kandungannya. Bagian bunga tanaman ini diketahui kaya dengan kandungan glucoside, hibiscin, peptin, gossy, anthocyanin dan asam amino.

Bagian daun dan akarnya juga mengandung protein, peroxidase, calcium oksalat dan lemak. Tanaman ini juga diketahui banyak mengandung mineral asam. Diantaranya ada asam sitrat, asam tartarat, asam malat dan allo-hidroksisitrat lakton asam. Sedangkan kandungan kimia dalam tanaman hias ini bersifat diuretik, choleretik dan sangat baik untuk mengatasi berbagai penyakit.

Cara Penggunaan dan Aturan Pakai

Ambil 7 helai daun ditumbuk/diremas lalu dikompreskan kedahi penderita demam. Digunakan 3 kali dalam sehari. Bila setelah 7 kali penggunaan demam tidak juga reda maka dapat diganti dengan resep tradisional lainnya.

Agus (29) warga Dusun V Sidodadi Desa Pematang Setrak Kecamatan Teluk Mengkudu, berpesan agar jangan sering menggunakan obat-obatan buatan pabrik untuk meredakan sakit, khususnya pada anak. Ada baiknya kita mulai beralih ke alam.

Ia kerap memanfaatkan daun kembang sepatu untuk menyembuhkan demam pada anaknya.

Selain mudah mendapatkan tanaman kembang sepatu ini, penggunaanya juga cukup mudah, yaitu dengan menyiapkan beberapa lembar daun kembang sepatu. Setelah itu rendam dalam air dingin sambil diremas-remas hingga air berubah warna menjadi agak kehijauan.

Selanjutnya, sapukan air yang bercampur dengan daun kembang sepatu itu ke kepala sambil diurut-urut. Insya Allah, demam dan sakit kepala mereda.

Nah, cukup mudahkan…yuk kita manfaatkan tanaman kembang sepatu untuk meredahkan anal dikala demam. (Berbagai sumber/ISL).

75.095 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *