Terus Dikembangkan Jadi Objek Wisata, “Kampung Tahu” Mulai Berbenah

Sejak lama, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dikenal dengan sajian wisata bahari. Para pelancong lokal maupun luar daerah, memiliki banyak pilihan destinasi wisata bahari kalau mau mampir ke kabupaten yang punya semboyan Tanah Bertuah Negeri Beradat ini. Sebut saja Pantai Cermin, Pantai Sri Mersing, Pantai Romantis, dan banyak lagi. Itu belum termasuk eko-wisata yang sudah makin populer di tengah publik, yaitu Pulau Berhala.

Bukan tanpa alasan Serdang Bedagai kaya akan pilihan wisata bahari. Secara geografis, kabupaten yang baru berumur 18 tahun ini memang diberkahi dengan panjang garis pantai yang melintang lebih dari 50 km.

Akan tetapi, Serdang Bedagai belakangan mulai melakukan pembenahan yang lebih luas lagi terhadap objek wisatanya. Hal ini menjadi bukti jika Sergai memiliki banyak potensi pariwisata yang menjanjikan selain destinasi pantai.

Penguatan sektor pariwisata ini tidak terlepas dari pemerintah daerah yang menjadikannya sebagai salah satu program prioritas. Bupati Sergai H. Darma Wijaya dan Wakil Bupati Sergai H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP, mengusung program prioritas yang dinamakan SABDA atau Sapta Dambaan. SABDA berisi 7 program unggulan yang mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Salah satunya adalah Wisata Maju Terus.

Salah satu pariwisata yang kecipratan program ini adalah sentra produksi tahu yang ada di Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul. Desa ini sudah sejak lama dikenal sebagai lokasi produksi pengolahan tahu sampai-sampai dijuluki sebagai “Kampung Tahu”.

l

Di Kampung Tahu ini, terdapat belasan warga yang menjadi pengusaha produksi tahu. Produksi tahu ini sudah berjalan cukup lama yaitu sekitar awal tahun 2000-an. Adalah Mail, warga pindahan dari Pulau Jawa, yang menginisiasi usaha produksi tahu ini di Dusun IV Tanjung Rejo Desa Dolok Manampang. Warga lain yang tertarik dengan prospek ekonomis usaha ini, satu per satu mulai mengikuti jejak Mail. Dari awal tersebut, Desa Manampang kemudian tumbuh menjadi sentra produksi tahu terbesar di Kabupaten Sergai.

Sebenarnya sentra produksi kuliner bukanlah jenis objek wisata yang umum atau populer. Namun pemerintah daerah melihat jika aktivitas home industry ini punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi tempat berkunjung para wisatawan. Sebagai makanan yang sudah sangat populer di tengah masyarakat, tentu akan menarik untuk tahu cara produksi tahu. Dari situlah kemudian Pemkab Sergai mulai melirik Kampung Tahu Manampang sebagai objek wisata yang perlu untuk dikembangkan.

Mula-mula, keinginan untuk menjadikan Desa Manampang sebagai objek wisata menemui beberapa tantangan yang tak mudah. Sejak lama eksis hanya sebagai sentra produksi tahu, tentu secara tampilan dan fasilitas, Kampung Tahu tidak memiliki “nilai jual” yang cukup untuk menarik minat orang untuk mampir dan berplesiran. Namun hal ini kemudian diatasi dengan memanfaatkan kekayaan kuliner olahan tahu. Puluhan varian olahan tahu kemudian dikreasi untuk menarik minat pengunjung yang menyukai wisata kuliner.

Selain itu, lokasi pengolahan tahu juga mendapat perhatian. Sebelumnya muncul stigma jika tahu hanya enak di lidah, tapi proses pembuatnya tak sedap di mata. Pandangan negatif ini pelan-pelan diubah. Pemkab Sergai ikut terlibat dengan memberikan bantuan pemugaran fasilitas pengolahan tahu. Bangunan produksi yang sebelumnya tampak kumuh dan tak terawat, perlahan-lahan di rombak sehingga lebih bersih, nyaman, dan menarik dikunjungi. Tak hanya itu saja, alat produksi yang telah lama dipakai juga diperbaharui dengan alat produksi baru yang tentunya lebih modern.

Perhatian dari pemerintah ini pelan tapi pasti mengubah wajah Kampung Tahu. Kedepan, potensi Tahu Manampang akan terus dikembangkan. Bupati Sergai sendiri, yang sudah berkali-kali mengunjungi tempat tersebut, punya ambisi menjadikan Tahu Manampang punya level yang sama dengan brand panganan tahu yang sudah lebih dulu populer seperti Tahu Sumedang. Dirinya juga mengaku, sering kali menjadikan Tahu Manampang sebagai oleh-oleh khas Sergai yang diberikan kepada tuan rumah saat berkunjung ke luar daerah.

Diharapkan dengan semua upaya ini, keinginan agar Serdang Bedagai tidak melulu dikenal sebagai wisata bahari saja, bisa terwujud kelak. (Berbagai sumber/ISL).

737 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *