ADA BALI DI SERGAI

Serdang Bedagai (Sergai) merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan dengan latar belakang minat yang berbeda-beda. Beberapa destinasi wisata yang dapat dikunjungi di Kabupaten Sergai antara lain Destinasi Wisata Bahari, Religi, Kuliner dan Kebudayaan.

Kita ketahui Sergai meupakan kabupaten yang menawarkan destinasi wisata bahari yang sangat unik dan menarik untuk dikunjungi, seperti Pulau berhala, Pantai Cemara Kembar, Pantai Woong Rame dan masih banyak destinasi wisata bahari yang ditawarkan oleh kabupaten ini.

Kabupaten Sergai juga kaya akan kearifan lokal yang terdiri dari berbagai kebudayaan. Ragam kebudayaan ini sudah diolah potensinya dengan konsep kampung budaya. Ada beberapa kampung budaya yang sudah eksis di Sergai, seperti Kampung budaya Melayu di Tanjung Beringin, Kampung Budaya Jawa di Kampung Ibus, Kampung Budaya Banjar di Lubuk Cemara dan terdapat pula Puri Bali di Kecamatan Pegajahan Kabupaten Sergai. Kekayaan identitas ini tentu menjadi potensi wisata yang menarik untuk dibahas.

Bicara soal Bali sebagai objek wisata, siapakah yang tidak mengenalnya? Mata dunia seolah terpaku melihat ekosistem dan keindahan pesona alam budaya, religi dan sejarah yang melekat di Pulau Dewata. Namun bagi Anda yang tinggal di Sergai dan sekitarnya, yang belum punya cukup modal atau waktu, tak perlu jauh-jauh terbang ke Bali untuk merasakan sebagian aura menarik yang terkandung dalam kebudayaan Bali. Cukup dengan berkunjung ke Kecamatan Pegajahan di Kabupaten Sergai.

Menilik dari sisi sejarah, yang dikutip dari blogspot.com, warga Bali yang tinggal di Kabupaten Sergai ini adalah para buruh kontrak yang didatangkan langsung dari pulau Bali oleh perusahaan perkebunan PTPN IV Adolina sekitar tahun 1962. Saat itu ada sekitar 53 Kepala Keluarga (KK) atau 200 jiwa yang bermukim di Desa Pegajahan. Komunitas ini hidup berdampingan dengan sejumlah buruh perkebunan lainnya yang memang berasal dari bermacam-macam suku, seperti Jawa, Kalimantan, Simalungun, Tapanuli, dan Melayu. Walau jauh dari kampung halaman namun komunitas ini tetap mempertahankan adat-istiadat dan keyakinan mereka.

Sekitar tahun 1989 didirikan sebuah pura di Dusun II B Desa Pegajahan, pembangunan pura ini dibantu oleh sejumlah warga Bali yang tersebar di beberapa wilayah Sumatera Utara. Pura tersebut diberi nama Pura Penataran Dharmaraksaka. Pura ini ramai dikunjungi setidaknya dua kali dalam sebulan oleh umat Hindu untuk menjalankan ibadah pada waktu purnama dan tilem (bulan gelap). Acara ini dipimpin oleh pendeta Wayan Gio, karena komunitas ini kecil membuat warga Bali di Pegajahan memiliki rasa kekeluargaan yang erat. Namun mereka tetap menjalin silaturahmi dengan saling mengunjungi warga Bali lainnya yang juga banyak mendirikan komunitas di beberapa wilayah di Sumut.

Di Desa Pegajahan, masyarakat asli Bali yang masih menjaga pola kehidupan kampung halamannya meski telah lama tinggal di perantauan. Ini bisa jelas kelihatan lewat patung ukir dan tradisi turun-temurun dari leluhur umat Hindu Bali. Kita tetap bisa merasakan suasana magis dan khidmat saat mengunjungi perkampungan Bali, apalagi jika bisa ikut menyaksikan ritus ibadah warga Hindu.

Hadirnya Kampung Bali di Sergai ini juga jadi bukti bagaimana Tanah Bertuah Negeri Beradat yang mayoritas berpenduduk muslim, jadi daerah yang menjunjung tinggi toleransi sehingga seluruh umat beragama dapat menjalankan keyakinannya masing-masing dengan aman dan tenang.

Tidak butuh waktu lama untuk sampai di Pura Bali Desa Pegajahan. Hanya sekitar 1 jam dari kota Medan dan 20 menit dari Perbaungan. Dengan keunikan dan usur kebudayaan Bali yang kental di Pura Bali Pegajahan, menjadi daya tarik bagi pengujung untuk dapat merasakan suasana yang mirip seperti di Pulau Bali, setidaknya dari sisi religiusitas.

Kawasan Desa Pegajahan juga dikenal sebagai daerah home industri yang memiliki banyak pengrajin usaha kecil. Perpaduan dari kedua hal itu, yaitu potensi wisata dan industri rumahan, diharapkan bisa menjadikan kawasan ini nantinya akan sebagai kawasan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakatnya. (Berbagai sumber/ISL)

969 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *