Desa Karang Anyar, Sentra Pengrajin Batu Bata di Sergai

Industri rumah tangga memiliki peranan penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena merupakan salah satu aktivitas ekonomi yang mampu memberikan kesempatan kerja yang secara tidak langsung dapat mengurangi pengangguran, serta dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Dengan melihat adanya perkembangan industri kecil atau industri rumah tangga saat ini menunjukkan pentingnya peranan manusia dalam memanfaatkan lingkungan melihat sumber daya yang ada untuk kelangsungan hidupnya. Industri rumah tangga merupakan salah satu sektor perekonomian masyarakat di Desa Karang Anyar, dan salah satu industri yang banyak di kerjakan oleh rumah tangga pengrajin adalah batu bata.

Rumah tangga pengrajin industri batu bata semakin banyak muncul dan mengerjakan/mencetak batu bata yang kemudian menjadi salah satu kegiatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai terutama di Desa Karang Anyar Kecamatan Pegajahan.

Desa Karang Anyar merupakan salah satu wilayah administratif Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai. Desa Karang memikliki jumlah penduduk 3.059 warga yang terdiri dari 755 kepala keluarga yaitu 1.501 laki-laki dan 1.558 perempuan. Desa Karang Anyar terbagi menjadi tiga dusun yaitu Dusun I, Dusun II dan Dusun III. Yang mana penduduknya memenuhi kebutuhan mereka dengan mayoritas bekerja sebagai pengrajin batu bata. Hal ini sangat menarik mengingat wilayah pedesaan identik dengan mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani.

Hampir 242 kepala rumah tangga bekerja sebagai pengrajin batu bata, baik menjadi pengrajin dilahan milik sendiri atau di lahan milik orang lain dengan tingkat pendapatan yang jika dilihat dari sisi harga batu bata tidak selalu stabil atau naik turun.

Harga jual batu bata itu sendiri diperkirakan Rp 250,- per batu setelah melalui beberapa tahap pengerjaan. Dimulai dari mengolah bahan baku, mencetak, menjemur dengan bantuan sinar matahari, lalu membakar. Itu semua belum termasuk upah atau hasil yang akan dibagi ke pekerja pengrajin batubata. Desa Karang Anyar Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai.

Desa tersebut merupakan salah satu sentra pembuatan batu bata. Banyak para petani menggunakan lahan pertaniannya untuk pembuatan batu bata karena dianggap lebih menguntungkan dan banyak menyerap tenaga kerja. Mengingat usaha pertanian yang tidak dapat menampung banyak tenaga kerja maka diperlukan suatu usaha dari luar sektor pertanian yang mampu menampung banyak tenaga kerja yang semakin bertambah yaitu pembuatan batu bata.

Sebagian besar masyarakat Desa Karang Anyar menggantungkan pendapatannya dari usaha pembuatan batu bata. Masyarakat sekitar sentra pembuatan batu bata di Desa Karang Anyar sebagian besar bekerja sebagai pengrajin batu bata sebesar 242 kepala rumah tangga tersebar di 3 Dusun, dengan tingkat pendidikannya rendah sehingga tidak dapat bekerja pada sektor lain yang lebih tinggi dan memerlukan ijazah pendidikan formal. Bekerja pada pembuatan batu bata belumlah cukup untuk membuat rumah tangga menjadi sejahtera jika dilihat dari pendapatannya.

Ada beberapa faktor yang mendorong masyarakat Desa Karang Anyar bekerja pada sentra pembuatan batu bata. Dari segi fisik terdapat lokasi yang sangat mendukung berupa lokasi lahan pertanian sawah yang digunakan dalam proses produksi batu bata.

Lokasi lahan pengambilan tanah untuk pembuatan batu bata merupakan lahan pertanian sawah. Lahan sawah yang dipakai dapat berupa sawah yang subur dengan irigasi yang baik maupun sawah dengan irigasi yang kurang baik. Proses produksi dilaksanakan menggunakan teknologi maupun tanpa menggunakan mesin-mesin produksi tetapi dengan tenaga kerja manusia. Proses pengeringannya masih tergantung dengan alam, yaitu dengan memaanfaatkan sinar matahari. Hal inilah yang mengakibatkan proses produksi batu bata di Desa Panggisari kurang maksimal pada musim penghujan, serta sulitnya mendapatkan bahan bakar sekam karena harus mendatangkan dari luar daerah, yaitu dari Sekar Sari.

Jumlah produksi yang mereka kerjakan sehari-hari adalah 1.000-1.500 keping batu bata. Jumlah kepingan batu bata yang mereka cetak dalam seharinya bergantung pada banyak nya tanah liat yang datang. Biasanya untuk ukuran satu 4 truk besar tanah liat, mampu memproduksi 1.000-1.500 keping batu bata dalam satu hari.

Usaha pembuatan batu bata di Desa karang Anyar diharapkan dapat meningkatkan pendapatan penduduk dengan pendapatan yang meningkat maka kesejahteraan diharapkan ikut meningkat dan memperluas lapangan pekerjaan. Sentra pembuatan batu bata di Desa Karang Anyar ini dimanfaatkan oleh beberapa penduduk setempat terutama untuk alasan pendapatan rumah tangga agar dapat lebih menunjang kesejahteraan hidup mereka. Tambahan penghasilan dari pembuatan batu bata akan berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan rumah tangga yang mengusahakan pembuatan batu bata….(dikutip dari berbagai sumber/ISL).

2.049 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *