Refleksi Akhir Tahun Wujudkan Sapta Dambaan Sergai

Oleh : Drs H Akmal, AP, M.Si

Menjalani 2 (dua) tahun kepemimpinan, Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya dan Adlin Tambunan yang biasa dijuluki dengan pasangan (Dambaan), terus menakhodai bahtera Kabupaten Sergai dengan kecepatan yang maksimal.

Ibarat pedal gas kenderaan pemerintahan terus ditekan secara teratur dan terukur sehingga penyelenggaraan pemerintahan berkecepatan teratur dan terukur pula. Alergi dengan kata lamban atau lambat apalagi slow respon, Dambaan terus melesat cepat dan kencang memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Sergai Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Lambai bagi yang lamban, yang lambat siap-siap tertinggal. Seluruh Perangkat Daerah (PD) didorong untuk bekerja cepat dan sigap serta respon cepat atas pelayanan dan kebutuhan masyarakat. Dambaan selalu memotivasi bahwa birokrasi adalah pelayan bukan dilayani. Artinya birokrasilah yang memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat, bukan malah minta dilayani. Respon cepat dan kebutuhan masyarakat terpenuhi itulah inti kerja-kerja birokrasi.

Kerja-kerja birokrasi yang melayani masyarakat tentunya mengacu kepada pencapaian visi mewujudkan Kabupaten Sergai yang Maju Terus; Mandiri, Sejahtera, dan Religius. Pencapaian visi itu akan tergambarkan dengan terwujudkannya 7 (tujuh) program prioritas yang disebut dengan Sapta Dambaan (Sapda). Program prioritas Sapda yang dimaksud adalah mewujudkan sekolah mantab (mandiri, teratur, asri, dan berkualitas), masyarakat sehat dan religius, pertanian mandiri dan berkelanjutan, infrastruktur terintegrasi, ekonomi berdaya saing, wisata maju terus, dan birokrasi dambaan.

Kilas Balik

Mengawali tahun 2022 yang lalu Pasangan Dambaan melaju untuk membenahi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Beragam program yang menyentuh masyarakat terus digaungkan dengan sasaran peningkatan kesejahteraan masyarakat ditandai dengan hadirnya pemimpin di tengah kehidupan mereka.

Tak tanggung-tanggung, Dambaan memprogramkan kehadirannya dalam bentuk melaksanakan safari sholat Jumat ke masjid-masijid yang ada di wilayah Sergai. Tujuannya adalah agar dapat menyentuh kehidupan masyarakat, menyampaikan program pembangunan yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan di desa, kecamatan di Kabupaten Sergai. Yang terpenting dari safari sholat Jumat tersebut adalah bahwa Dambaan bisa menyatu dengan masyarakat sehingga mendapatkan informasi termasuk keluh-kesah dan apa yang dibutuhkan serta mendapat saran, masukan bahkan kritik untuk membangun Kabupaten Sergai. Dari pertemuan-pertemuan tersebutlah Dambaan mengetahui bahwa masyarakat membutuhkan infrastruktur jalan yang mulus yang belum terbangun ataupun rusak parah selama ini.

Beranjak dari hal itu Dambaan terus mengejar ketertinggalannya terhadap infrastruktur jalan dengan membangun dan memperbaiki jalan-jalan yang rusak menjadi lebih baik dan mulus. Kondisi jalan kabupaten yang mantap saat ini sudah mencapai sekira 67 persen. Tentunya hal ini sesuai dengan slogan yang selalu digaungkan Dambaan selama ini yaitu jalan mulus ekonomi bagus. Jika infrastruktur jalan bagus dan mulus maka akan berbanding lurus dengan peningkatan perekonomian masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat itu bisa terwujud.

Bayangkan jika jalan rusak, susah untuk dilalui kenderaan, maka secara otomatis harga-harga kebutuhan pokok juga akan mahal. Biaya produksi akan lebih besar sehingga harga-harga kebutuhan pokok tadi menjadi meningkat tajam. Demikian juga transportasi bagi masyarakat akan semakin sulit, karena terisolir dengan jalan yang rusak parah tak bisa dilalui.

Selain itu, Dambaan juga memprogramkan turun ke masyarakat melalui kunjungan silaturrahim berupa Safari Ramadhan terutama menyasar kepada kaum muslim. Dalam setiap kunjungan Dambaan selalu membawa bingkisan untuk diberikan kepada masyarakat kurang mampu, guru mengaji dan bilal mayit dalam bentuk insentif. Program pemberian insentif bagi guru mengaji dan bilal mayit tertuang dalam program Gerakan Amal Soleh (GAS) yang dananya bersumber dari zakat penghasilan PNS sebesar 2,5 persen perbulannya. Guru mengaji dan bilal mayit ini selain mendapat insentif, pekerjaan merekapun dilindungi oleh BPJS  Ketenagakerjaan.

Lalu, bagaimana dengan yang beragama selain Islam? Tak kalah gencar, yang beragama Kristen pun diperlakukan hal yang sama. Mereka menghimpun dana dengan melembaga yang disebut Gerakan Aksi Kasih (GAK). Pada saat kunjungan Safari Natal ke-17 Kecamatan, Dambaan bersilaturahim dengan seluruh ummat kristiani, tokoh masyarakat Kristen dan para pendeta. Momen itu dimanfaatkan oleh Dambaan untuk membantu para Guru Sekolah Minggu dengan memberikan insentif  bagi mereka yang nilainya sama dengan insentif yang diberikan bagi guru mengaji dan bilal mayit untuk yang beragama Islam, yaitu setahun Rp.1.200.000. Insentif tersebut diberikan per tiga bulan sekali sejumlah Rp. 300.000. Sama seperti guru mengaji dan bilal mayit, maka Guru Sekolah Minggu juga dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Masih dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19, Dambaan juga memberikan bantuan peralatan produksi bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) bantuan peralatan produksi tersebut bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) yang disalurkan untuk meningkatkan produktifitas produksi pelaku UMKM demi kesejahteraan mereka.

Tak hanya pelaku UMKM yang diberikan bantuan oleh Dambaan, lewat Dinas Perikanan dan Kelautan (Kanla) masyarakat nelayan juga dibantu sebagai bentuk pengalihan bahan bakar minyak ke gas bagi nelayan. Alat tangkap nelayan berupa kapal/perahu dengan bahan bakar gas merupakan bantuan yang diberikan Dambaan kepada nelayan di daerah pesisir Kabupaten Sergai, yaitu di Kecamatan Pantai Cermin, Perbaungan, Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin, dan Bandar Khalifah. Dengan batuan tersebut diharapkan produktifitas nelayan di Kabupaten Sergai bisa meningkat dan kesejahteraan nelayan Sergai akan semakin meningkat pula. Sekali lagi, kerja-kerja birokrasi dambaan hanyalah semata-mata untuk kesejahteraan dan kemakmuran mayarakat di Tanah Bertuah Negeri Beradat.

 

Di pojok kesejahteraan sosial, Dambaan juga melalui Dinas Sosial, Kecamatan, dan Desa terus memberikan bantuan sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan  pangan berupa sembako serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan lain-lain. Semuanya disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat sesuai dengan daftar atau data yang ada. Ini merupakan upaya untuk memulihkan ekonomi nasional khususnya di Kabupaten Sergai sekaligus mewujudkan visi misinya.

Dalam upaya mengatasi banjir yang terjadi di penghujung tahun tepatnya pada bulan Desember 2022, Dambaan juga bergerak cepat berkolaborasi, bersinergi, dan menjalin kerja sama dengan perusahaan yang ada di Kabupaten Sergai. Program inovasi yang diluncurkan adalah terbentuknya Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (FTJSLP). Forum inilah yang berkolaborasi menghimpun dana Coorporate Social Responsibilty (CSR) perusahaan dan digunakan untuk menormalisasi sungai Rampah. Normalisasi tersebut dimulai dari hilir sungai Rampah tepatnya di Kec Tanjung Beringin hingga ke hulunya di Kecamatan Sei Rampah. Alur sungai tersebut mengalami penyempitan di hilir dan karena tanggul sungainya sangat rendah, maka upaya juga dilakukan dengan meninggikan tanggul sungai tersebut.

Pekerjaan normalisasi sungai ini menggunakan dana partisipasi perusahaan yang tergabung dalam FTJSLP karena pengelolaan dan penanganan Sungai Belutu (Sungai Rampah) tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II. APBD Kabupaten Sergai akan menyalahi aturan jika digelontorkan untuk menormalisasi sungai Rampah karena bukan kewenangan Pemerintah Kab Sergai. Inovasi Dambaanlah yang membentuk FTJSLP dan menghimpun dana dari CSR perusahaan, kemudian dana CSR tersebut digunakan untuk normalisasi Sungai Rampah.

Setelah berhasil dinormalisasi tahap I sepanjang lebih dari 7 km, dan akan dilanjutkan dengan pekerjaan normalisasi tahap II sekira 8 km lagi, hingga total mencapai 15 km ke hulu Sungai Rampah dengan titik nolnya dari Kecamatan Tanjung Beringin.

Namun begitu, saat terjadi banjir pada bulan Desember tahun 2022 ini Dambaan terus berkunjung dan meninjau masyarakat yang menjadi korban bencana alam musiman tersebut. Sedikitnya terdapat 8 (delapan) Kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Sei Rampah, Tanjung Beringin, Tebing Tinggi, Perbaungan, Sei Bamban, Teluk Mengkudu, Sipispis dan Bandar Khalifah. Untuk Kecamatan Tanjung Beringin dan Sei Rampah merupakan Kecamatan terparah terdampak banjir.

 

Banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi secara terus-menerus selama 4 (empat) hari berturut, jebolnya beberapa tanggul sungai di beberapa Kecamatan dan pasang rob perdani menambah parahnya banjir di Kabupaten Sergai. Dambaan terus selalu ada sebagai wujud nyata pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak banjir, dan memastikan setiap masyarakat mendapatkan bantuan untuk kebutuhan makanan dan kebutuhan pokok mereka. Selain itu, juga menjamin dan memastikan kesehatan warga korban banjir setiap hari. Tentu Dambaan tak menginginkan ada warga yang kelaparan dan tak mendapatkan layanan medis di saat bencana.

Torehkan Beragam Prestasi

Sepanjang tahun 2022, meski dalam masa sulit dan penuh cobaan dengan adanya bencana alam seperti banjir, tanah longsor ataupun kebakaran rumah warga, Pemkab Sergai di bawah kepemimpinan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan tetap mampu menorehkan hasil yang positif dan membanggakan Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini. Beragam prestasi yang ditorehkan di antaranya;

Pertama, meraih kembali predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) oleh BPK RI Perwakilan Sumatera Utara (Provsu). Penghargaan WTP ini diserahkan oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) atas LKPD kab Sergai tahun 2021. Ini menjadi pengakuan dari Pemerintah atasan bahwa Kabupaten Sergai dapat mempertahankan opini WTP tersebut keempat kalinya secara berturut-turut. Mempertahankan akan lebih sulit dari pada meraihnya. Pemkab Sergai di bawah kepemimpinan Dambaan membuktikan dapat mempertahankan prestasi opini WTP tersebut.

Kedua, menyangkut kesejahteraan masyarakat, hak perempuan dan hak anak, Pemkab Sergai juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat berupa penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) untuk kategori Madya. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, predikat penghargaan tersebut naik setingkat lebih tinggi dari kategori KLA Pratama menjadi Madya. Ini merupakan peningkatan apresiasi Pemerintah Pusat yang sangat berharga bagi Kabupaten Sergai, yang didukung dengan stakeholder secara maksimal mewujudkan Sapda dengan 7 (tujuh) program prioritas untuk diwujudkan sampai dengan tahun 2024 mendatang.

Ketiga, untuk sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian dan ketahanan pangan, Pemkab Sergai memiliki seorang penyuluh pertanian yang berhasil memperoleh peringkat kedua nasional dalam hal penyuluhan pertanian. Merupakan penghargaan yang sangat membanggakan karena dapat menyaingi dan mengungguli ratusan bahkan ribuan penyuluh pertanian yang ada di Indonesia. Ini juga bagian dari mewujudkan Sapda yang ketujuh yaitu birokrasi dambaan dengan menguasai bidang tugasnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Keempat, pariwisata juga tak luput dari prestasi yang luar biasa. Selain wisata pantai dengan kuliner seafood nya yang menggoda dan cita rasa yang nikmat serta enak di lidah, Kabupaten Sergai juga mempunyai wisata alam sungai yang sangat eksotis dengan pemandangan yang memanjakan mata. Wisata sungai ini dimanfaatkan untuk arena arung jeram yang begitu menyenangkan. Adalah arung jeram wisata sungai Bahbolon di Kecamatan Sipispis.

Arung jeram ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Buduma Desa Buluh Duri. Arung jeram di alur Sungai Bahbolon ini mencakup beberapa wilayah Desa yaitu basecamp dan sebagai lokasi finish yaitu kampung Ancol Desa Buluh Duri, dan untuk starting point di mulai dari Desa Bartong. Alur Sungai Bahbolon sebagai lokasi arung jeram melintasi Desa Serbananti, Silau Padang, dan Desa Marjanji. Dengan kegigihan dan kerja kerasnya Desa Buluh Duri melalui BUMDes Buduma dan ditopang serta didukung oleh Pemkab Sergai juga stakeholder terkait dan masyarakat, Desa wisata Buluh Duri dengan arung jeramnya menyabet penghargaan atau Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) sebagai Desa Wisata terpavorit peringkat I secara nasional yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sangat prestisius karena mengalahkan ribuan Desa Wisata di Indonesia. Patut bangga dan bersyukur atas raihan prestasi ini, semoga prestasi yang diraih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa wisata Buluh Duri dan desa-desa di sekitarnya di Kecamatan Sipispis.

 

Kelima, dalam hal pelayanan informasi dan dokumentasi, Kabupaten Sergai sebagai badan publik, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) berhasil meraih  award Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Utara Provsu sebagai badan publik yang informatif. Penilaian informatif merupakan penghargaan tertinggi dan prestisius dari KI atas pelayanan informasi dan dokumentasi Pemkab Sergai selaku badan publik. Award diberikan langsung oleh Gubernur Sumut bapak Edy Rahmayadi.

Keenam, penghargaan juga diperoleh Pemkab Sergai dari Ombudsman RI atas kepatuhan terhadap standar layanan publik dengan mendapatkan predikat zona hijau kepatuhan standard pelayanan publiknya. Ini merupakan pengakuan prestisius dari Ombudsman RI atas kualitas pelayanan publik yang sangat tinggi. Dengan prestasi ini, tentunya tidak menjadikan jajaran Pemkab Sergai berpuas diri, namun harus tetap berbenah untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Sergai.

Ketujuh, tak luput pula Dambaan memperoleh prestasi, pasalnya salah satu perusahaan di bawah binaan Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro Kab Sergai memperoleh penghargaan tingkat nasional pada Olimpiade Pengupahan Berbasis Produktifitas (OPBP) Tahun 2022. Perusahaan tersebut adalah PT. BPR Perbaungan Hombar Makmur sebagai Perusahaan Teladan Tingkat Nasional.

Kedelapan, sebagai penutup tahun 2022 Bupati Sergai Darma Wijaya masuk menjadi 10 besar nominasi Kepala Daerah yang mendapatkan Anugerah Kebudayaan (AK) dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Bupati Sergai akan presentasi memaparkan proposal inovasi ketahanan pangan dengan judul “ Mewujudkan Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai yang Mandiri dan Berkelanjutan melalui Gerakan Cetak Sawah Mandiri”.

Presentasi ini akan digelar di hadapan Dewan Juri AK PWI Pusat di Gedung PWI/Gedung Dewan Pers di Jakarta tanggal 3 dan 4 Januari 2023. Sementara award Anugerah Kebudayaan tersebut akan diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Medan Sumut pada bulan Februari 2023 mendatang.

Refleksi

Begitu banyak yang telah dilakukan dan terstruktur kerja-kerja birokrasi Dambaan di bawah kepemimpinan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan. Tentunya menjadi penyemangat dan pemicu untuk terus bekerja maksimal melayani masyarakat Kabupaten Sergai, hingga terwujud visi Sergai yang Maju Terus, Mandiri, Sejahtera, dan Religius. Prestasi yang diraih tidak menjadikan Dambaan berpuas diri, namun menjadi penyemangat untuk terus memperbaiki dan berbenah ke arah yang lebih baik.

Kerja-kerja birokrasi Dambaan dengan segudang prestasinya menjadi introspeksi dan refleksi bagi seluruh birokrasi Dambaan di Kabupaten Sergai. Ada beberapa hal yang bisa menjadi perhatian bagi birokrasi Dambaan dalam refleksi akhir tahun 2022 ini, di antaranya :

Pertama, untuk menjadi sukses mencapai visi Kabupaten Sergai dengan program prioritasnya Sapta Dambaan adalah ketekunan, kerja keras dan disiplin. Keseriusan dalam bekerja harus diwujudkan, tidak menjadikan pekerjaan yang dilakukan sifatnya sambilan. Harus serius dan malakukan lompatan-lompatan dalam bekerja, jangan standar-standar saja. Berani melakukan terobosan dan hal-hal yang baru berupa inovasi-inovasi sehingga bekerja itu bergairah untuk mewujudkan visi Maju Terus. Tak ada waktu untuk berleha-leha, dan tak ada tempat untuk bersantai ria. Semuanya harus dengan keseriusan melakukan pekerjaan dan pelayanan, itulah intisari dari birokrasi Dambaan.

Kedua, sinergi, kolaborasi serta kerja tim yang solid dan kompak sudah selayaknya ditunjukkan oleh birokrasi Dambaan. Integritas personal dalam bekerja harus lebih menonjol dibandingkan dengan ego personal. Jika sudah masuk dalam sistem dan tim kerja, maka semua ego personal harus dilebur ke dalam integritas tim kerja. Organisasi akan dapat mencapai tujuannya jika masing-masing diri mau melebur menjadi satu kekuatan yaitu tim kerja yang solid dan kompak, saling mendukung, saling mengisi, saling mengingatkan dan saling berkontribusi positif untuk pencapaian visi dan tujuan yaitu Sergai Maju Terus.

Ketiga, digitalisasi dalam bekerja birokrasi Dambaan juga harus mendapat porsi lebih. Birokrasi Dambaan harus melek teknologi informasi, tidak gagap teknologi (gaptek). Semua lini dalam penyelenggaraan pemerintahan sudah berbasis Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Semua serba digital, siapa yang menguasai teknologi informasi maka dialah yang akan menguasai dunia. Birokrasi Dambaan yang berbasis teknologi informasi maka dialah yang akan menjadi pemenang dalam pertarungan sejati untuk mewujudkan Tanah Bertuah Negeri Beradat yang mandiri, sejahtera, dan religius. Tidak adalagi perkataan, “saya bekerja ini masih mau coba-coba dan belajar”. Saatnya sekarang ini adalah bekerja tanpa coba-coba dan belajar lagi, akan tetapi langsung ujian untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Artinya birokrasi harus sudah memang mempersiapkan dan menempa dirinya dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan untuk mencapai tujuan mewujudkan Sergai yang Maju Terus. Harus bisa dan mampu, tak ada kata tak bisa, dan tak ada kata terlambat. Semuanya harus dilakoni, dijalani, dan dilalui dengan semangat dan etos kerja yang tinggi dan maksimal serta visioner,  yakni memiliki pandangan jauh ke depan atau menatap masa depan dengan optimis, jauh dari pesimis.

Semoga Kabupaten Sergai dengan kepemimpinan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan terus melekat di hati masyarakat dan menjadi dambaan semuanya. Semua kerja Dambaan adalah untuk rakyat.

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2023. Semoga semangat dalam bekerja terus meliputi hari-hari kita. Jadikan awal tahun sebagai momen untuk diri yang lebih baik  serta mencapai tujuan yang telah direncanakan. Tak lupa juga Selamat Hari Jadi ke-19 Kabupaten Sergai “ Dengan Semangat Hari Jadi Kabupaten Sergai ke-19, Kita Gali dan Kembangkan Potensi Daerah Untuk Mewujudkan Serdang Bedagai Yang Mandiri, Sejahtera dan Religius “.

Dirgahayu Serdang Bedagai….

Penulis merupakan Kepala Dinas Kominfo Pemkab Sergai

1.650 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *