Komitmen Turunkan Angka Stunting, Pemkab Sergai Kembali Gelar Rembuk Stunting

Perbaungan,

Upaya Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) untuk menurunkan prevalensi stunting terus dilaksanakan. Salah satunya lewat kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Forum Lintas Perangkat Daerah Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kabupaten Sergai Tahun 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Titik Temu Sergai (TTS), Perbaungan, Senin (6/3/2023).

Dalam sambutan Bupati Sergai Darma Wijaya melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Rusmiani Purba, SP, M.Si, menyampaikan dalam kegiatan ini akan dilaksanakan diskusi dan konsultasi untuk merumuskan langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi stunting, seperti penyediaan gizi yang cukup untuk anak, peningkatan sanitasi lingkungan, peningkatan kesehatan ibu dan anak, maupun langkah-langkah lain yang diperlukan.

“Rembuk stunting adalah suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan, intervensi pencegahan, dan penurunan stunting yang dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dan masyarakat,” ucapnya.

Ia melanjutkan, Pemkab Sergai memiliki komitmen tinggi untuk menurunkan angka stunting. Ia menjelaskan, pada tahun 2019 prevalensi stunting Kabupaten Sergai ada di angka 36,2%.

“Alhamdullilah, pada tahun 2021 angkanya menyusut menjadi 20%. Namun kita mesti terus bekerja karena ditargetkan, prevalensi stunting di Kabupaten Sergai menjadi 14% pada tahun 2024,” tambahnya.

Lewat Rembuk Stunting Tahun 2023 ini, kemudian diperoleh 76 usulan yang ditujukan kepada 8 OPD lintas sektor yaitu Dinas P2KBP3A, Dinas Kesahatan, Dinas PMD, Bappeda Litbang, Dinas Ketapang, Dinas PUTR, Dinas Perwankim dan Kemenag Kabupaten Sergai.

Beberapa usulan penting di antaranya pemberian bantuan makanan tambahan (PMT Lokal) dan suplemen/vitamin bagi ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) dan balita, bantuan sarana prasarana bagi posyandu yaitu berupa antopometri dan HB meter, dan penambahan kader kesehatan/Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang jumlahnya terbatas untuk menyosialisasikan pencegahan dan penurunan stunting sekaligus gerakan masyarakat sehat (Germas).

Acara kali ini dihadiri pula perwakilan dari OPD di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas P2KBP3A, Dinas Sosial, Dinas Ketapang, Dinas PUTR, Dinas Perkim, Kemenag Sergai, dan pihak Kecamatan. (Media Center Sergai).

Teks/Editor : Ardi/Rini Ry

Admin : Julia

1.382 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *